Pantai Tirta Ayu, Destinasi Wisata Bahari yang Kembali Bercahaya
Pantai Tirta Ayu di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, kini kembali menjadi sorotan setelah mengalami transformasi yang luar biasa. Dari kondisi yang sempat terbengkalai, kawasan ini kini berubah menjadi destinasi wisata dengan konsep unik yang bernuansa Pulau Bali. Hal ini memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung yang datang.
Di pintu masuk pantai, wisatawan langsung disambut oleh gapura khas Bali yang berdiri megah. Ornamen serupa juga terlihat di sejumlah titik strategis, seperti gapura yang menghadap ke area berenang dan dermaga laut, serta gazebo-gazebo yang mengusung gaya joglo Bali. Konsep ini sengaja dihadirkan untuk memberikan daya tarik baru dan membedakan Pantai Tirta Ayu dari pantai-pantai lain di Indramayu.
Menurut Mulyadi, salah seorang pengelola Pantai Tirta Ayu, sentuhan seni dan budaya menjadi nilai tambah yang dicari wisatawan. “Ini memang kita mencontoh dari Pulau Bali, kita terapkan di sini. Jadi kalau wisata ke sini, seninya dapat,” ujarnya saat ditemui di pantai tersebut.
Proses pembangunan ornamen khas Bali dilakukan secara bertahap dan melibatkan warga lokal Balongan. Selain bertujuan menekan biaya, langkah ini juga diharapkan mampu memberdayakan masyarakat sekitar agar ikut merasakan manfaat dari geliat pariwisata Pantai Tirta Ayu.
Sejarah dan Revitalisasi Pantai Tirta Ayu
Pantai Tirta Ayu sendiri bukanlah destinasi baru bagi warga Indramayu. Pantai ini tergolong legendaris dan pernah menjadi primadona wisata pantai di wilayah tersebut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Pantai Tirta Ayu sempat mengalami masa “mati suri” akibat abrasi pantai yang cukup parah hingga merusak fasilitas dan mengurangi minat wisatawan.
Kondisi tersebut mulai berangsur pulih sejak adanya program revitalisasi pada 2020. Bantuan corporate social responsibility (CSR) dari Pertamina menjadi titik balik kebangkitan Pantai Tirta Ayu. Sejak saat itu, pengelola bersama masyarakat setempat mulai melakukan pembenahan, baik dari sisi infrastruktur maupun konsep wisata.
Hasilnya pun mulai terlihat. Pantai Tirta Ayu kembali hidup dan bahkan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indramayu. Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Indramayu, jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Tirta Ayu saat Libur Lebaran 2025 mencapai 21.640 orang. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan destinasi wisata lain di Kabupaten Indramayu.
Pada puncak libur Lebaran, jumlah pengunjung bahkan sempat menembus angka 7.000 orang dalam satu hari. Sementara itu, pada libur awal tahun 2026, hingga siang hari jumlah pengunjung tercatat sekitar 5.000 orang. Wisatawan tidak hanya berasal dari Indramayu, tetapi juga datang dari berbagai daerah seperti Cirebon, Majalengka, Kuningan, Bandung, hingga Jakarta.
Pengalaman Wisata yang Menyenangkan
Untuk menikmati keindahan Pantai Tirta Ayu, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10 ribu per orang. Khusus pada libur awal tahun, pengelola memberikan kebijakan gratis tiket bagi anak-anak sebagai bentuk pelayanan dan upaya menarik lebih banyak keluarga berkunjung.
“Ramainya itu kalau libur panjang. Kemarin sempat sepi karena hujan, hari ini baru ramai lagi,” ujar Mulyadi.
Kebangkitan Pantai Tirta Ayu juga membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Banyak masyarakat lokal yang kini terlibat langsung sebagai petugas tiket, petugas keamanan, pengelola parkir, hingga membuka usaha warung makanan dan minuman di kawasan pantai.
“Yang kerja di sini awalnya banyak yang nganggur. Sekarang bisa ikut kerja dan punya penghasilan,” tuturnya.
Sebagai bentuk rasa syukur, pengelola Pantai Tirta Ayu juga menyisihkan sebagian keuntungan untuk kegiatan sosial, seperti berbagi dengan anak yatim dan fakir miskin. Harapannya, Pantai Tirta Ayu tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Balongan dan sekitarnya.












