Ilmuwan Ciptakan Rahim Buatan untuk Bayi Prematur

Penyebab Utama Kematian Bayi Baru Lahir

Kelahiran prematur menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir di berbagai belahan dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu disebut sebagai bayi prematur. Berdasarkan berat badannya, bayi perematur dikategorikan menjadi berat badan lahir rendah (BBLR) jika beratnya kurang dari 2500 gram dan berat lahir sangat rendah jika beratnya di bawah 1500 gram.

Saat ini, para dokter sedang mengembangkan teknologi rahim buatan yang dapat secara signifikan meningkatkan peluang bertahan hidup bayi yang lahir terlalu dini. Rahim buatan ini dirancang untuk meniru kondisi alami dalam tubuh ibu, dengan tujuan membantu bayi yang lahir antara 24 hingga 28 minggu kehamilan. Pada periode ini, kelangsungan hidup bayi masih mungkin terjadi, tetapi risiko komplikasi sering kali tinggi.

Risiko Komplikasi pada Bayi Prematur

Bayi yang lahir terlalu dini menghadapi berbagai risiko serius yang bisa mengancam jiwa. Tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang, sehingga rentan terhadap masalah pernapasan, kesulitan makan, pengaturan suhu tubuh yang buruk, serta infeksi yang sering terjadi. Selain itu, bayi prematur memiliki cadangan nutrisi yang lebih rendah dan sistem tubuh yang belum matang, yang meningkatkan risiko malnutrisi, infeksi, serta masalah perkembangan jangka panjang.

Semakin awal bayi lahir, semakin tinggi risiko komplikasi jangka panjang atau kematian. Di Indonesia, angka kelahiran prematur cukup tinggi, yaitu sekitar 675.700 per tahun, menjadikannya sebagai negara kelima dengan angka tertinggi di dunia.

Teknologi Rahim Buatan: Meniru Kondisi Ibu

Perangkat “rahim buatan” yang dikembangkan oleh dokter spesialis neonatologi di Unit Perawatan Intensif Neonatal Rumah Sakit Universitas Radboud Nijmegen di Belanda, dikenal sebagai AquaWomb. Perangkat ini berupa kantong tertutup yang diisi dengan cairan ketuban buatan yang dipanaskan. Di dalam AquaWomb, bayi terhubung ke plasenta buatan yang menyediakan oksigen dan nutrisi.

Dengan meniru kondisi alami dalam rahim ibu, para dokter berharap dapat memperpanjang tahap perkembangan janin, sehingga meningkatkan hasil kesehatan di masa depan. Myrthe van der Ven, salah satu pendiri AquaWomb, menjelaskan bahwa tujuan utama adalah mempertahankan fisiologi janin dan sirkulasinya agar tetap utuh, sehingga janin dapat berkembang beberapa minggu lagi.

Menurut tim peneliti, hanya tambahan empat minggu perkembangan saja sudah cukup untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup secara signifikan dan mengurangi risiko masalah kesehatan kronis.

Pentingnya Proses Transfer Bayi ke AquaWomb

Salah satu syarat utama dalam penggunaan AquaWomb adalah melahirkan bayi melalui operasi caesar. Hal ini memungkinkan bayi langsung dimasukkan ke dalam kantong cairan ketuban buatan, sehingga menghindari paparan udara yang bisa merusak paru-paru. Willem de Boode, seorang dokter anak-neonatolog di Radboud University Nijmegen Medical Centre, menjelaskan bahwa penting untuk mencegah bayi mulai bernapas secara spontan.

“Kita perlu menggunakan perangkat transfer dari rahim ke dukungan hidup perinatal, sehingga bayi tidak mulai bernapas dengan udara tetapi tetap berada dalam cairan amnion buatan,” katanya.

Setelah transfer, bayi harus segera dihubungkan ke plasenta buatan dalam beberapa menit untuk mendapatkan oksigen dan nutrisi. “Plasenta ibu sudah tidak berfungsi lagi setelah bayi lahir. Itu adalah langkah paling kritis dalam seluruh prosedur,” kata van der Ven.

Upaya Penelitian di Negara Lain

Upaya serupa sedang dilakukan di Amerika Serikat dan Kanada, dengan tujuan mengubah cara perawatan neonatal. Tahun 2024, WHO melaporkan bahwa setiap hari terdapat sekitar 6.400 kematian bayi baru lahir di seluruh dunia, yang mencakup hampir 47 persen dari semua kematian anak di bawah usia lima tahun. Dengan inovasi seperti rahim buatan, harapan untuk meningkatkan angka kelangsungan hidup bayi prematur semakin besar.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *