Iqbal Damanik, Aktivis Greenpeace Indonesia, Diteror dengan Pesan di Bangkai Ayam

Teror yang Menimpa Iqbal Damanik dan Aktivis Lainnya

Iqbal Damanik, Manajer Kamampaign Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, menjadi sorotan setelah menerima teror berupa bangkai ayam di rumahnya. Kejadian ini terjadi menjelang pergantian tahun 2025. Tanpa pembungkus apa pun, bangkai ayam tersebut ditemukan di teras rumah Iqbal pada Selasa (30/12/2025). Pada bagian bungkus ayam itu, terdapat secarik kertas yang dibungkus plastik dan diikatkan dengan tali. Kertas tersebut berisi pesan ancaman, yaitu: “JAGALAH UCAPANMU, APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU”.

Informasi mengenai kejadian ini disampaikan oleh Greenpeace melalui laman resmi mereka pada hari yang sama. Sebelum kejadian, Iqbal sempat mendengar suara ‘gedebuk’ di teras rumahnya pada dini hari. Namun, baru sekitar pukul 05.30 WIB, anggota keluarganya menemukan bangkai ayam tersebut. Iqbal kemudian memeriksa dan mendokumentasikan kejadian tersebut.

Teror ini diduga kuat terkait dengan aktivitas Iqbal sebagai aktivis lingkungan yang vokal. Ia sering kali mengunggah konten tentang banjir di Sumatra serta respons pemerintah dalam menanganinya. Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, menyatakan bahwa aksi ini merupakan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini.

Profil Singkat Iqbal Damanik

Iqbal Damanik adalah lulusan Sarjana Komunikasi dari Universitas Sumatra Utara (USU) pada tahun 2012. Selama masa kuliahnya, ia pernah menjadi Koordinator untuk Pusat Penelitian Hubungan Antar Kelompok dan Resolusi Konflik di FISIP USU. Setelah lulus, Iqbal melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar Magister di bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan pada 2021.

Karier Iqbal dimulai sebagai Peneliti untuk Pengawas Otonomi Regional pada Mei 2013 hingga April 2016. Pada Januari-Desember 2016, ia menjadi Asisten Peneliti untuk LSM Article 33 Indonesia. Setelahnya, Iqbal bergabung sebagai Direktur Tambang dan Energi untuk Auriga Nusantara dari Februari 2017 hingga Februari 2021. Ia kemudian bergabung dengan Greenpeace pada Maret 2021 sebagai Aktivis Hutan. Pada Agustus 2024, ia diangkat menjadi Aktivis Hutan Senior hingga Juli 2025. Sejak Juli 2025 hingga saat ini, Iqbal menjabat sebagai Manajer Iklim dan Energi.

Selama kariernya, Iqbal dikenal sebagai aktivis lingkungan yang vokal. Ia juga aktif dalam menyuarakan penolakan terhadap tambang nikel di Raja Ampat. Iqbal pernah disebut sebagai Wahabi oleh Ulil Abshar Abdalla, pengurus NU, saat menyampaikan penolakan tambang nikel di Raja Ampat dalam acara ROSI di KompasTV pada Juni 2025.

Rekam Jejak Iqbal Damanik

Iqbal Damanik, yang kini menjabat sebagai Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, menjadi korban teror berupa kiriman bangkai ayam ke rumahnya. Kejadian ini terjadi pada Selasa, 30 Desember 2025. Bangkai ayam itu ditemukan di teras rumah pada pagi hari tanpa pembungkus apa pun. Greenpeace adalah organisasi kampanye lingkungan hidup internasional yang independen, menggunakan aksi damai dan kreatif untuk menyoroti masalah lingkungan serta mendorong solusi berkelanjutan.

Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, menduga kiriman ini sebagai bentuk teror terhadap kerja-kerja Iqbal Damanik sebagai pengkampanye Greenpeace. Apalagi, ada pola teror serupa yang juga menimpa masyarakat sipil, jurnalis, dan pegiat media sosial dalam beberapa waktu belakangan.

Teror yang Menimpa Influencer Lainnya

Selain Iqbal Damanik, influencer Sherly Annavita juga mendapat kiriman teror. Mobilnya yang terparkir di luar rumah dicoret menggunakan cat semprot berwarna merah oleh orang tak dikenal. Di samping itu, ada sekantong plastik telur busuk yang dilempar ke depan rumah Sherly. Di dalam bungkusan itu, ada gulungan kertas berisikan pesan bernada ancaman. Pesan itu berisi permintaan agar Sherly tidak menjadikan banjir Sumatra sebagai konten di media sosial. Sherly juga menerima pesan ancaman lewat WhatsApp maupun media sosialnya.

Aksi Teror terhadap DJ Donny

Pemusik asal Aceh, DJ Donny, juga menjadi korban teror. Kediamannya di Aceh dilempar bom molotov pada Rabu pagi, 31 Desember 2025. Aksi tersebut tidak hanya membahayakan dirinya dan keluarga, tetapi juga warga sekitar. DJ Donny mengaku sebelumnya telah menerima kiriman bangkai ayam beserta surat ancaman. Teror beruntun ini menimbulkan kekhawatiran atas keselamatan dirinya dan lingkungan sekitar.

Tidak hanya Donny, pemengaruh asal Aceh, Shery Annavita, juga mengalami hal serupa. Ia mengaku dikirimi sekantung telur busuk dan mobil pribadinya menjadi sasaran vandalisme. Kedua peristiwa ini menambah daftar kasus teror terhadap figur publik di Aceh. Hingga kini, belum diketahui motif maupun pelaku di balik aksi tersebut. Aparat kepolisian diminta segera mengusut tuntas demi memberikan rasa aman bagi korban dan masyarakat.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *