Peristiwa Menarik di Jawa Tengah Tahun 2025
Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh dengan berbagai peristiwa menarik di Provinsi Jawa Tengah. Mulai dari bencana alam hingga peristiwa politik dan kecelakaan, semua memperkaya narasi sejarah daerah ini.
Bencana Banjir dan Longsor
Banjir menjadi salah satu peristiwa yang sangat mengguncang warga Jawa Tengah pada awal tahun. Pada 20 Januari, Sungai Tuntang meluap, sehingga tanggul di Dusun Mintreng, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan jebol. Akibatnya, jalur Semarang-Grobogan lumpuh serta penopang rel KA antara Stasiun Gubung-Karangjati terganggu. Rel utama KA Jakarta-Surabaya tersebut sempat pulih sebentar, namun kembali lumpuh pada 9 Maret.
Banjir juga menggenangi sejumlah wilayah di Grobogan, dengan 28 desa di sembilan kecamatan terdampak. Kantor Bupati Grobogan di kawasan Alun-Alun Purwodadi juga terendam air. Di Kota Semarang, banjir pada awal Januari merendam Jalan Raya Kaligawe dan melumpuhkan jalur utama pantura.
Selain banjir, longsor juga menjadi ancaman besar. Pada 13 November, longsor menerjang Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, menewaskan 21 orang dan menyebabkan 2 orang hilang. Enam hari kemudian, longsor terjadi di Desa/Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, menewaskan 17 orang dan 11 orang hilang.
Peristiwa Politik dan Demo Besar-Besaran
Kehadiran banjir pada awal tahun seperti menjadi sambutan bagi para kepala daerah baru di Jawa Tengah. Banjir terjadi tepat sebulan sebelum pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah, Akhmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen, yang dilaksanakan pada 20 Februari. Para kepala daerah yang baru dilantik, termasuk Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan Bupati Grobogan Setyo Hardi, harus langsung bekerja keras untuk mengatasi banjir.
Demo besar-besaran di Pati menjadi salah satu peristiwa yang menonjol. Demo dimulai dari kebijakan Bupati Pati Sudewo yang menaikkan pajak PBB sebesar 250 persen. Aksi demo berkembang menjadi tuntutan pelengseran Sudewo dari kursi bupati. Demo di Pati menjadi inspirasi bagi aksi serupa di daerah lain, bahkan hingga tingkat nasional.
Pascademo, tuntutan pelengseran Sudewo terus berjalan hingga pembentukan Pansus Hak Angket di DPRD Kabupaten Pati. Keputusan pansus yang berakhir tanpa pemakzulan Sudewo memicu kekecewaan dan berujung pada pemblokiran Jalan Pantura Pati. Dua pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Pati pada 24 Desember.
Peristiwa Hukum dan Kematian
Peristiwa lain yang menjadi sorotan nasional adalah penembakan siswa SMKN 4 Semarang oleh Aipda Robig Zaenuddin, anggota Polrestabes Semarang. Pada 8 Agustus, Aipda Robig divonis 15 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Sembilan bulan sebelumnya, pada 24 November 2024, Aipda Robig menembak tiga siswa SMK, salah satunya meninggal dunia.
Di luar itu, masih banyak peristiwa menarik di Jawa Tengah. Pada 27 Agustus, mantan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan suaminya Alwin Basri divonis dalam kasus korupsi. Hevearita divonis 5 tahun penjara, sedangkan Alwin 7 tahun penjara.
Kematian Tokoh dan Kecelakaan
Pada 2025, beberapa tokoh penting di Jawa Tengah meninggal dunia. Dalang kondang Ki Anom Suroto meninggal pada 23 Oktober, sedangkan Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) XIII mangkat pada 2 November. Peristiwa ini memicu “Geger Suksesi Jilid 2” yang berlarut-larut.
Kasus yang menimpa mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Semarang, Iko Juliant Junior, juga menjadi perhatian. Iko meninggal di RSUP Dr Kariadi pada 31 Agustus. Versi polisi menyatakan kematian akibat kecelakaan, sementara versi PBH IKA FH Unnes menyebut ada kejanggalan dalam kematian korban.
Kecelakaan yang Berujung Kematian
Beberapa kecelakaan berujung kematian terjadi pada 2025. Pada 7 Mei, kecelakaan di Jalan Raya Purworejo-Magelang, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo, menewaskan 11 orang. Selanjutnya, pada Desember, bus Cahaya Trans Jakarta-Yogyakarta mengalami kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak, Tol Dalam Kota Semarang, menewaskan 16 orang.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












