Puasa di Bulan Rajab: Pandangan Buya Yahya
Puasa di bulan Rajab sering menjadi perdebatan di kalangan umat Islam. Beberapa orang menganggapnya sebagai bid’ah. Namun, hal ini sebenarnya wajar terjadi. Penceramah Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai amalan puasa Rajab. Ia tidak mempermasalahkan masalah puasa Rajab dan mengimbau umat Islam untuk memperbanyak amalan puasa sunnah di bulan tersebut.
Bulan Rajab termasuk salah satu bulan yang dianggap mulia atau bulan hurum. Berpuasa di bulan ini sangat baik dilakukan, dan tidak hanya dilakukan pada bulan Rajab saja. Melaksanakan puasa bulan Rajab juga tidak berbeda dengan puasa pada bulan lainnya.
Tata Cara Puasa di Bulan Rajab
Tata cara puasa di bulan Rajab sama seperti tata cara puasa pada umumnya, yaitu:
- Melafalkan niat
- Makan sahur
- Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar.
- Namun, jika seseorang terlambat bangun dan tidak makan sahur, puasa tetap sah selama ia kuat.
- Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa
- Saat berpuasa, harus menahan diri dari makan, minum, serta hal lain yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari atau waktu Maghrib.
- Berbuka puasa
- Disunnahkan menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam, yakni bersamaan dengan masuknya waktu Maghrib.
Buya Yahya menjelaskan bahwa amalan-amalan yang dikerjakan di bulan lainnya bisa juga dikerjakan di bulan Rajab. Di antaranya adalah puasa, sholat, dan sholawat. Ia menegaskan bahwa tidak ada bid’ah dalam puasa di bulan Rajab.
Keistimewaan Bulan Rajab
Menurut anjuran Rasulullah, bagi umat Muslim yang gemar berpuasa, mereka dapat memperbanyak puasa di bulan haram, salah satunya bulan Rajab. Empat mazhab, yaitu Imam Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali, sepakat bahwa puasa di bulan Rajab adalah puasa sunnah.
Namun, menurut Imam Hambali, puasa di bulan Rajab menjadi makruh jika dikerjakan satu bulan penuh. Ada empat cara agar puasa tersebut hilang kemakruhannya, yaitu:
- Bolong 1 hari
- Berpuasa sebelum bulan Rajab
- Berpuasa setelah bulan Rajab
- Berpuasa di bulan-bulan lainnya agar tidak mengkhususkan bulan Rajab
Selain puasa, amalan lain yang dapat dikerjakan di bulan Rajab adalah dzikir dan shalawat. Tidak ada dzikir dan shalawat khusus di bulan Rajab, sehingga dzikir dan shalawat yang dibaca di luar bulan Rajab juga dapat dibaca di bulan Rajab.
Menggabungkan Puasa Qadha dengan Puasa Sunnah
Buya Yahya menyebut bahwa puasa Rajab dapat digabung dengan puasa qadha untuk membayar hutang puasa Ramadhan. Dengan begitu, seseorang mendapat dua pahala sekaligus di bulan Rajab.
Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan yang diistimewakan. Jadi, jika seseorang ingin berpuasa Rajab, maka dapat digabung dengan puasa bayar hutang puasa wajib. Hal ini boleh dan disilakan.
Niat Puasa Qadha Ramadhan
Niat puasa qadha Ramadhan adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.












