Kekerasan di Bangladesh akibat pembunuhan aktivis muda

Protes Keras di Bangladesh Setelah Kematian Pemimpin Muda

Protes berdarah meletus di sejumlah kota di Bangladesh setelah kematian pemimpin muda Sharif Osman Hadi pada Kamis (18/12) malam. Situasi yang semakin memanas memicu kekhawatiran akan kerusuhan lanjutan menjelang pemilu.

Aksi kekerasan kembali meletup di ibu kota Bangladesh pada Jumat (19/12) dini hari, setelah kabar kematian seorang pemimpin muda dari gerakan prodemokrasi 2024. Dia meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Singapura, menyusul luka parah akibat upaya pembunuhan.

Buntutnya, ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di ibu kota Dhaka setelah kematian Sharif Osman Hadi (32 tahun) diumumkan. Demonstran menuntut agar para pembunuhnya segera ditangkap.

Setidaknya tiga kasus pembakaran dilaporkan terjadi di Dhaka setelah kabar kematian Hadi menyebar, ujar juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil Bangladesh kepada AFP, termasuk kebakaran di gedung Daily Star dan sebuah bangunan yang menampung surat kabar Prothom Alo.

Kedua media tersebut merupakan media terbesar di negeri sungai di Asia Selatan itu. Namun para pengunjuk rasa menuduh keduanya berpihak pada negara tetangga India, tempat Hasina kini mencari perlindungan.

Zyma Islam, seorang reporter Daily Star, mengatakan dirinya terjebak di dalam gedung yang terbakar. “Aku sudah tidak bisa bernapas. Asapnya terlalu banyak. Aku di dalam. Kalian membunuhku,” tulisnya di halaman Facebook-nya.

Petugas pemadam kebakaran mengatakan api di gedung Daily Star berhasil dikendalikan pada dini hari waktu setempat. Namun, 27 karyawan masih berada di dalam gedung. “Kami berlindung di bagian belakang gedung dan bisa mendengar mereka meneriakkan slogan-slogan,” ujar Ahmed Deepto, reporter Star, kepada AFP, merujuk pada para pengunjuk rasa.

Rumah wakil duta besar India untuk Bangladesh juga dikepung ratusan orang yang hendak menggelar aksi duduk, namun polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa, demikian menurut laporan media lokal.

Rumah presiden pertama Bangladesh, Sheikh Mujibur Rahman—ayah dari Hasina—juga kembali dirusak dan dibakar, setelah sebelumnya diserang dua kali pada Februari dan Agustus tahun lalu.

Selain itu, para pengunjuk rasa memblokir jalan raya utama yang menghubungkan ibu kota dan menyerang kediaman seorang mantan menteri di Chittagong, di tenggara negara itu, demikian menurut rekaman yang ditayangkan televisi lokal. Para demonstran juga menyerang Chhayanaut, sebuah pusat kebudayaan Bengali di Dhaka.

Kehilangan yang Tak Tergantikan bagi Bangsa

Sebelumnya pada hari Jumat (19/12), otoritas Singapura mengumumkan bahwa Hadi meninggal dunia di sebuah rumah sakit setempat. “Terlepas dari upaya terbaik para dokter…, Hadi meninggal dunia akibat luka-lukanya,” tegas Kementerian Luar Negeri Singapura dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa mereka membantu otoritas Bangladesh dalam pemulangan jenazahnya.

Di Dhaka, pemerintah sementara yang dipimpin peraih Nobel Muhammad Yunus mengonfirmasi kematian Hadi. “Kepergiannya merupakan kehilangan yang tak tergantikan bagi bangsa,” kata Yunus dalam pidato yang disiarkan televisi. “Perjalanan negara menuju demokrasi tidak dapat dihentikan dengan ketakutan, teror, atau pertumpahan darah.”

Hadi, seorang pemimpin senior kelompok protes mahasiswa Inqilab Mancha, dikenal sebagai pengkritik keras India, tempat Hasina masih menjalani pengasingan.

Perburuan Terhadap Para Penembak

Sementara itu, polisi Bangladesh melancarkan perburuan terhadap para penembak Hadi dengan merilis foto dua tersangka utama dan menawarkan hadiah sebesar lima juta taka (sekitar 700 juta Rupiah) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan mereka.

Yunus, peraih Nobel Perdamaian berusia 85 tahun yang memimpin Bangladesh hingga pemungutan suara 12 Februari, menyebut penembakan tersebut sebagai serangan yang direncanakan matang oleh jaringan kuat yang bertujuan menggagalkan pemilu.

Bangladesh, negara berpenduduk mayoritas muslim dengan sekitar 170 juta jiwa, akan memilih secara langsung 300 anggota parlemen, dengan tambahan 50 kursi yang dialokasikan melalui daftar khusus perempuan.

Pemilu terakhir yang digelar pada Januari 2024 memberikan Hasina masa jabatan keempat berturut-turut dengan Partai Liga Awami meraih 222 kursi. Namun hasil tersebut dikecam oleh partai-partai oposisi sebagai pemilu palsu. Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), yang dipimpin mantan perdana menteri tiga kali Khaleda Zia, diperkirakan luas akan memenangkan pemilu mendatang.

Zia saat ini dirawat intensif di Dhaka, sementara putranya sekaligus pewaris politiknya, Tarique Rahman, dijadwalkan kembali dari pengasingan di Inggris setelah 17 tahun pada 25 Desember.

Tekanan pada Pemerintah

Dikutip dari Reuters, aksi demonstrasi diwarnai slogan-slogan emosional yang menyerukan nama Hadi, dengan para pengunjuk rasa bersumpah akan melanjutkan gerakan mereka dan menuntut keadilan segera. Sejumlah wilayah tetap tegang, dengan tambahan pasukan polisi dan paramiliter dikerahkan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut.

Pemerintah menghadapi gelombang protes baru terkait lambannya reformasi, serta peringatan potensi kerusuhan dari partai Hasina, yang telah dilarang ikut serta dalam pemungutan suara yang dijadwalkan pada 12 Februari.

Pemerintahan sementara telah menetapkan hari Sabtu (20/12) sebagai hari berkabung nasional untuk menghormati Hadi, dengan bendera nasional dikibarkan setengah tiang dan doa-doa khusus digelar di seluruh negeri.

Kerusuhan kali ini menyusul gelombang protes anti-India yang terjadi awal pekan ini, dengan hubungan kedua negara memburuk sejak Hasina melarikan diri ke New Delhi. Pada Rabu (7/12), ratusan demonstran di bawah bendera “July Oikya” (Persatuan Juli) berbaris menuju Komisi Tinggi India di Dhaka sambil meneriakkan slogan-slogan anti-India dan menuntut pemulangan Hasina.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *