Daerah  

3 Berita Terpopuler Sumbar: Huntap Korban Galodo, Pemusnahan Barang Bukti, dan Rido Ingin Jadi Tentara

Informasi Menarik tentang Sumatera Barat

Berikut ini adalah informasi menarik seputar Sumatera Barat yang telah dirangkum dalam populer Sumbar setelah tayang selama 24 jam terakhir.

1. Sebulan Usai Huntara, Prabowo Minta Huntap Agam Segera Dibangun untuk Korban Galodo

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa akan membangun hunian tetap (huntap) sebulan setelah hunian sementara (huntara) untuk korban banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato di tengah kerumunan korban bencana banjir bandang, posko SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia Timur, Kamis (18/12/2025) pukul 09:27 WIB.

Diketahui, Nagari Salareh Aia Timur diterjang banjir bandang pada Kamis (27/11/2025) lalu. Banjir bandang ini menyisakan luka mendalam, dengan ratusan warga meninggal, puluhan rumah hancur, dan korban masih mengungsi hingga saat ini.

Untuk itu, Prabowo melihat langsung korban terdampak bencana di Nagari Salareh Aia Timur, tepatnya di SDN 05 Kayu Pasak. Kedatangannya disambut antusias masyarakat.

Usai disambut antusias masyarakat di SDN 05 Kayu Pasak, Prabowo terlihat berpidato dengan menjanjikan huntap kepada korban banjir bandang atau galodo. Saat berpidato, Prabowo melepas topi dan kacamata hitamnya dan memegang mic yang sudah disediakan.

“Sebulan setelah kita bangun hunian sementara, kita akan bangun hunian tetap untuk korban bencana di sini,” ungkapnya sembari disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa hunian tetap bakal dibangun dengan luas 70 meter persegi dan kualitasnya cukup bagus. Ia juga memuji para pihak yang telah bekerja di Kabupaten Agam selama terjadi bencana hingga sekarang sudah mulai membangun huntara.

“Terimakasih kepada pihak yang telah bekerja, mulai dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas dan pihak terkait lainnya,” kata Prabowo sembari mengelap keringat di dahinya di tengah cuaca panas dan kerumunan masyarakat.

Ke depannya ujar Prabowo, masyarakat tidak lagi tinggal di pengungsian, lantaran bakal dialihkan ke hunian sementara. Barulah setelahnya bakal dialihkan ke hunian tetap, sebulan setelahnya baru dibangun.

“Nanti masyarakat tidak lagi tidak di pengungsian, setelah huntara dan huntap ini selesai,” tambahnya.

Momen Kedatangan Presiden

Suasana haru menyelimuti Posko Pengungsi SD 05 Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat saat Presiden Prabowo Subianto datang meninjau korban bencana galodo, Kamis (18/12/2025).

Seorang warga korban galodo, Neng Hartati, langsung memeluk erat Presiden Prabowo sambil menangis histeris di hadapan rombongan presiden. Neng tak kuasa menahan kesedihan saat menceritakan rumahnya yang hanyut tak bersisa akibat banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut sejak akhir November lalu.

Banjir bandang telah menerjang Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembabayan sejak Kamis (27/11/2025) lalu. Pantaun , Presiden Prabowo sampai dilokasi pengungsi sekitar jam 9.00 WIB.

Ia turun dari mobil alphard berwarna hitam menggenakan baju lengan panjang berwarna cream serta topi berwarna biru dengan bis hitam. Celana panjang warna hitam dan memakai sepatu kulit berwana cokelat serta tak lupa kaca mata hitam.

Saat Prabowo tiba warga bersorak memanggil manggil namanya. Kemudian Prabowo juga menyapa dengan mengangkat tangan serta bersalaman dengan warga.

Saat Prabowo memasuki posko SD 05 ada salah satu warga yang bersalaman dan memeluk Prabowo. Warga itu bernama Neng Hartati yang juga korban dari ganas banjir bandang.

Neng Hartati menangis saat memeluk Presiden Prabowo serta meminta bantuan terhadap apa yang telah menimpanya. “Saya senang sekali bisa melihat dan memeluk Pak Prabowo secara langsung dan bisa menyampaikan bantuan yang diperlukan,”ucapnya dengan air mata berlinang.

Rumah hanyut dan tak bersisa masih meninggalkan kenangan pahit. Hingga harus tidur lebih dari 10 hari di Posko Pengungsian SD 05 Kayu Pasak.

“Saat saya meminta bantuan, Pak Prabowo bilang tenang dalam bencana ini kita tak sendiri terus bersama-sama kemudian Huntara juga akan segera selesai,”jelasnya.

Warga lain yang sempat bersalaman dengan Prabowo bernama Lefmawati juga merasa senang. “Saya gemetar pertama kali bertemu Presiden Prabowo dan langsung bersalaman, serta air mata berlinang tak tau kenapa bisa begitu,”jelasnya.

Ia berharap kedatangan Presiden Prabowo bisa segera memulihkan dan banyak bantuan supaya Nagari Salareh Aia cepat pulih. “Kami berharap Nagari Salareh Aia cepat pulih dan Pak Presiden supaya melihat kondisi kami secara langsung dan tentu ia juga merasakan apa yang kami rasakan,”tutupnya.

Warga Berebut Foto

Menggunakan kaca mata hitam dan topi biru, Presiden Prabowo Subianto keluar dari mobil Alphard hitam di gerbang masuk SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (18/12/2025).

Kedatangan Presiden Prabowo disambut langsung oleh Bupati Agam, Benni Warlis di lokasi tersebut. Pantauan di lokasi sekira pukul 09:02 WIB Prabowo didampingi Bupati Agam, sembari diiringi Sekretaris Kabinet, Teddy berjalan ke dalam kawasan SDN 05 Kayu Pasak.

Perlahan, Presiden Prabowo melangkah menuju sebuah tenda yang di dinding-dindingnya sudah dipasangi spanduk data bencana di Agam hingga struktur hunian sementara (huntara).

Kedatangan presiden juga disambut dengan antusias masyarakat, terdengar dari teriakan dan lambaian tangan mereka.

Prabowo lalu melihat data bencana hingga struktur bangunan huntara yang bakal dibangun di Kabupaten Agam. Usai melihat, ia terlihat menyapa para masyarakat dengan melambaikan tangan, menyalami, berbincang dan sesekali melepas topi birunya itu.

Usai disalami beberapa warga yang sempat kontak langsung dengan Prabowo terlihat begitu kegirangan. Kurang lebih berlangsung 30 menit Prabowo menyapa masyarakat, menyalami, hingga mengabulkan permintaan masyarakat untuk mengabadikan momen.

Pengawalan pun cukup ketat, tampak dari Paspamres yang tak membiarkan masyarakat hingga wartawan daerah memasuki kawasan yang sudah disterilkan.

Sebelum memasuki ruang kelas, tempat para pengungsi korban banjir bandang menetap, Prabowo tampak melihat bangunan huntara yang setengah jadi. Bangunan itu sudah berdiri pondasi hingga struktur rangkanya menggunakan baja ringan.

Terlihat juga di sana, BNPB, BPBD dan Tentara membangunnya. Berkisar 10 menit melihat, Prabowo tampak menyapa dan menyalami lagi warga yang belum mendapat kesempatan.

Hingga berlalu pergi menuju ruangan kelas, tempat pengungsi menetap sementara waktu pasca banjir bandang di Salareh Aia Timur.

Salah satu warga yang sempat mengabadikan momen bersama Prabowo, bernama Vera merasa senang ketika bertemu langsung dengan Presiden. Ia juga mengucapkan terima kasih lantaran Presiden Prabowo mau melihat langsung korban terdampak bencana di Salareh Aia Timur.

“Rasanya senang, karena bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Alhamdulillah juga Presiden bisa datang langsung ke daerah terdampak bencana,” ungkapnya saat memberikan keterangan usai berkomunikasi langsung dengan Prabowo.

Ia lalu berharap kedatangan Prabowo bisa membangun kembali Nagari Salareh Aia Timur pasca diterjang galodo. “Harapan saya, Presiden bisa membangun kembali kampung yang terdampak bencana galodo ini,” pungkas Eva yang juga seorang dokter.

Sama halnya dengan Vera, masyarakat lainnya bernama Evi merasa gembira ketika bisa melihat langsung Presiden Prabowo. Tak hanya melihat, bahkan Evi sempat mengabadikan momen dengan orang nomor satu di Indonesia itu.

“Sangat senang sekali, saya tadi juga sempat berfoto dengan Presiden Prabowo,” tuturnya sembari kegirangan saat dimintai keterangan.

2. Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Musnahkan Barang Bukti 35 Perkara Periode September-Desember

Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap di Halaman kantor Kejaksaan Negeri setempat, Kamis (18/12/2025).

Barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan perkara yang telah inkrah untuk periode September sampai dengan Desember 2025.

Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman Barat Tjut Zelvira Nofani didampingi Kepala Seksi Intelijen Mas Benny Mika Dorma Saragih menyampaikan kegiatan pemusnahan barang bukti ini merupakan akhir dalam proses penanganan perkara Tindak Pidana Umum.

“Di mana yang dimusnahkan hari ini adalah barang bukti yang putusannya dirampas untuk dimusnahkan dan telah berkekuatan hukum tetap,” jelasnya.

Hal itu menurutnya sesuai dengan ketentuan pasal 270 KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana). “Untuk jumlah perkara yang barang buktinya kita musnahkan hari ini ada sebanyak 35 perkara,” lanjutnya.

Dari jumlah total perkara itu, didominasi oleh perkara narkotika sebanyak 21 perkara. “10 perkara dengan barang bukti ganja sebanyak 106.723,82 gram dan 11 perkara dengan barang bukti sabu sebanyak 99,77 gram,” ungkapnya.

Kemudian, perkara pencurian sebanyak empat perkara, kekerasan/penganiayaan sebanyak tiga perkara dan pengrusakan sebanyak satu perkara. “Ada juga perkara minyak dan gas bumi sebanyak dua perkara dan perlindungan anak sebanyak satu perkara dan undang-undang kesehatan sebanyak dua perkara serta perkara judi sebanyak satu perkara,” tandasnya.

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Gina Alecia, Kepala BNNK Pasaman Barat Rangga Noverio, Kasat Narkoba Iptu Andika, dan Panitera Pengadilan Negeri Irma Harahap serta pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri setempat.

3. Didukung Presiden Prabowo, Rido Anak Petani di Agam Kejar Mimpi Jadi Tentara

Rido Ramdani, pelajar asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bercita-cita menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan diberi petunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Pertahanan.

Pelajar ini merupakan salah satu korban yang terdampak bencana banjir bandang di Jorong Padang Koto Gadang, Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Rido Ramdani sudah memiliki tekad kuat sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal itu disampaikan saat ditemui wartawan Muhammad Iqbal, di kediamannya di Jorong Padang Koto Gadang, pada pukul 18.12 WIB.

Sebelumnya, Rido Ramdani berkesempatan bertemu Presiden Prabowo di posko pengungsian SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, pada Kamis (18/12/2025) pukul 09.31 WIB.

Alasan ia bertemu Presiden lantaran sebelumnya Prabowo mengadakan tanya jawab nama Kabinet Merah Putih yang hadir di lokasi kepada para pengungsi. Pada pertanyaan nama Menteri Pertahanan, Rido Ramdani berhasil menjawabnya dan dipanggil ke depan oleh Prabowo.

Prabowo menanyakan pendidikan yang Rido tempuh saat ini dan kelas berapa. Selain itu Prabowo juga memuji kecerdasan Rido lantaran tahu nama Menteri Pertahanan disaat pengungsi lain tidak mengetahui.

Berdasarkan cerita Rido, ia mengetahui nama Menteri Pertahanan, Sjafrie lantaran berkeinginan menjadi prajurit TNI. Ia mencari tahu dan mengingatnya, sampailah kesempatan itu bisa mengantarkan ia bertemu Prabowo dan Menteri Pertahanan secara langsung di Agam.

“Presiden mengajukan pertanyaan nama Menteri Pertahanan, karena tidak ada yang menjawab, saya jawab Sjafrie Sjamsoeddin,” ucap Rido di rumahnya yang masih mengenakan kaos merah saat bertemu Prabowo di posko pengungsian SDN 05 Kayu Pasak.

“Lalu dipanggil ke depan dan ditanya sekolah di mana dan kelas berapa,” lanjutnya.

Rido lantas menjawab bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bukittinggi dan sedang duduk di bangku kelas dua.

Saat ditanya terkait cita-cita oleh Presiden, Rido menjawab secara tegas ingin menjadi tentara. Kata Rido, Prabowo memuji dirinya usai menyebut cita-cita sebagai tentara dan mengetahui nama-nama pejabat, khususnya Menteri Pertahanan.

Selepas itu, Rido diarahkan kepada Menteri Pertahanan agar mendapatkan petunjuk secara langsung. Mendekati Menteri Pertahanan, Rido langsung bersalaman dengan salah satu Kabinet Merah Putih itu.

Pertanyaan yang sama pun diajukan, mulai dari sekolah dan kelas berapa. “Menteri memberi saya arahan untuk menjaga kesehatan, tidak merokok dan menjaga fisik serta akan dimudahkan, jika ingin menjadi tentara,” sebutnya sembari mengusap rambut.

Tak hanya itu, Rido juga mengaku namanya sempat dicatat oleh ajudan Menteri Pertahanan usai diberi arahan.

Usai mendapat perlakuan tersebut, Rido merasa kegirangan lantaran mendapat hadiah yang tak terduga usai menjawab pertanyaan Prabowo.

Anak Petani Bercita-cita Jadi TNI Sejak SMP

Cita-cita itu sudah lama ingin dicapai Rido, sejak duduk di bangku SMP. Keinginan mulia Rido menjadi tentara ialah untuk membanggakan kedua orang tuanya.

Sementara itu, ayah Rido bernama Buyung (52) mensupport penuh keputusan anaknya menjadi tentara. Meski hanya bekerja sebagai petani, ia bakal mengusahakan semaksimal mungkin keinginan Rido.

Beruntungnya setelah sang anak sempat bertemu Presiden Prabowo dan diberi petunjuk atau arahan, hati Buyung merasa senang. Seakan ada harapan baik menimpa anaknya untuk mewujudkan cita-cita kelak.

Di rumahnya yang berdinding kayu, Buyung tampak ramah menyapa wartawan . Saat itu ia sedang duduk di luar rumahnya yang juga berjualan beberapa jajanan ringan.

Meski tak sempat ke posko pengungsian dan bertemu Prabowo, Buyung mengetahui informasi anaknya dari informasi yang beredar. Rasa senang terpancar dari raut wajahnya, penuh senyuman saat ditanyai mengenai respon Buyung mengetahui kabar itu.

“Saya sangat senang mengetahui informasinya dan mengucapkan rasa terimakasih kepada Presiden Prabowo. Mudah-mudahan bapak presiden jangan lupa nantinya ya,” kata Buyung dengan rasa bahagia.

Ia pasti mensupport sang anak, namun ekonomi membuatnya sedikit kesulitan. Apalagi empat anaknya masih dalam pendidikan. Sementara dua anaknya lagi sudah menamatkan pendidikan dan merantau ke pulau Jawa.

Rido, merupakan anak ketiga bapak kelahiran 1973 itu. Cita-citanya juga sama dengan anak nomor dua Buyung, namun karena keterbatasan ekonomi, hanya sampai pada tes kesehatan.

“Ekonomi saya seperti ini, agak sulit sekarang, anak juga banyak sekolah. Abangnya ini juga bercita-cita jadi tentara, namun tidak kesampaian karena tidak ada uang, akhirnya ia merantau ke Bandung,” ucap bapak enam anak itu sembari menggaruk leher bagian belakang.

Ia hanya berharap dengan petunjuk yang dijanjikan Prabowo bisa mengantarkan sang anak nantinya menjadi tentara. Selebihnya, Buyung mengaku bakal berusaha semaksimal mungkin sebagai orang tua untuk mewujudkan cita-citanya.

Didukung Kedua Orang Tua, Rido Mantap Ingin Jadi TNI

Sama halnya dengan Buyung, sang ibunda Rido bernama Misrawati (45) juga mendukung penuh keinginan anaknya menjadi tentara. Meski kesehariannya berjualan lontong dan ekonomi terbatas, cita-cita sang anak bakal ia perjuangkan.

Terlebih, cita-cita sang anak juga didukung oleh Presiden Prabowo dan kelak bisa menjadikannya seorang tentara. “Mendapat kabar jika anak saya diberi petunjuk oleh presiden, rasanya sangat senang sekali. Meski hanya berjualan lontong sehari-hari saya sebagai orang tua tetap mengusapkan sang anak menggapai cita-cita,” pungkasnya dengan sembari tersenyum penuh keyakinan.

Misrawati mengaku hidup berkecukupan, dan harus menyekolahkan empat anaknya dengan berjualan lontong. Meski tinggal di rumah kayu milik orang tuanya selama 15 tahun, Misrawati tidak menghiraukannya.

Ia hanya fokus mendukung sang anak untuk mewujudkan cita-cita sebagai tentara. Agar kelak, ekonomi bisa membaik ke depannya.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *