Lima Fakta Mencengangkan Timnas U22 Indonesia Kontra Myanmar
Laga antara Timnas U22 Indonesia melawan Myanmar dalam pertandingan pamungkas grup C di Stadion 700 Anniversary of Chiang Mai menjadi salah satu momen yang menarik perhatian. Timnas U22 Indonesia berhasil meraih kemenangan dengan skor 3-1, meski ada beberapa fakta mencengangkan yang terjadi selama laga tersebut.
Jens Raven Menangis Setelah Laga
Setelah peluit akhir babak kedua dibunyikan, Jens Raven menangis. Pemain yang menjadi pemberi asa bagi Timnas U22 Indonesia dengan brace-nya itu tidak bisa menahan kekecewaannya. Bahkan, saat berbicara dengan para suporter, Jens Raven terus meneteskan air mata sambil sesekali menutupinya dengan jersey. Emosi yang kuat ini menunjukkan betapa pentingnya laga ini bagi dirinya dan tim.
Ivar Jenner Muak dan Protes Keras
Emosi yang tidak terbendung kembali ditunjukkan oleh kapten Timnas U22 Indonesia, Ivar Jenner. Setelah sebelumnya banting botol setelah kalah dari Filipina, kali ini Ivar Jenner terlihat adu debat dengan wasit. Protes keras ini membuat Ivar Jenner mendapatkan kartu kuning, meskipun laga sudah berakhir. Tindakan ini menunjukkan bahwa emosinya sangat tinggi terhadap hasil pertandingan.
Adu Jotos di Akhir Laga
Di akhir laga, terjadi keributan hingga hampir adu jotos di pinggir lapangan. Kiper cadangan Myanmar masuk ke dalam lapangan dan melakukan aksi tak terpuji dengan mendorong pemain Timnas U22 Indonesia. Belum diketahui siapa pemain Timnas U22 Indonesia yang terlibat serta apa akar permasalahan keduanya. Hal ini menambah ketegangan di akhir pertandingan.
Rekor Kontras Indra Sjafri
Gagalnya Timnas U22 Indonesia melaju ke babak semi final tentu saja menjadi rekor baru bagi pelatih Indra Sjafri. Di mana, Indra Sjafri adalah sosok yang sukses membawa emas SEA Games setelah 32 tahun penantian lamanya pada edisi sebelumnya. Kini, Indra Sjafri juga mencatat rekor kontras yang membuat tinta buruk bagi catatan yang sebelumnya ia torehkan bersama Timnas Indonesia di SEA Games Kamboja.
Salah Komposisi Lini Depan?
Keputusan Indra Sjafri menurunkan Jens Raven di pertengahan jelang menit akhir menjadi jawaban mandulnya lini depan Timnas U22 Indonesia. Jens Raven sukses mencetak brace di menit akhir tambahan waktu. Meskipun demikian, brace-nya tidak cukup untuk menyelamatkan satu tiket Timnas U22 Indonesia ke semi final.
Jens Raven yang sejatinya mampu menjawab keraguan dan pernah menjadi top skor Piala AFF U20 pada tahun 2024, terpinggirkan di Timnas U22 Indonesia pada SEA Games 2025. Munculnya Mauro Zijlstra menjadi alasan Jens Raven harus puas duduk di bangku cadangan pada laga pertama kontra Filipina.
Jalannya Pertandingan
Babak Pertama
Timnas U-22 Indonesia menggunakan peran throw in yang menjadi gol dari pemain Filipina laga sebelumnya. Robi Darwis yang melakukan lemparan ke dalam sempat melakukan ancaman di menit ke-3. Rayhan Hannan mendapatkan umpan tarik dari Mauro dan langsung melakukan tendangan meski tak ada gangguan. Namun, tendangannya meleset ke kanan gawang kiper Myanmar.
Di menit ke-9, Oakkar Naing mendapatkan kartu kuning pertama di laga ini karena melakukan tekel dengan kaki terbuka pada Toni Firmansyah. Dalam 13 menit pertama, Myanmar mampu memberikan perlawanan bagi Garuda Muda. Meski bermain dengan 5 bek, Myanmar masih memberikan ancaman ke gawang Daffa Fasya.
Daffa Fasya melakukan penyelamatan penting di menit ke-17 saat Myanmar memberikan tekanan di sisi kiri. Bola yang gagal diadang oleh Robi Darwis bisa ditangkap oleh Daffa Fasya. Di menit ke-28, Myanmar membuka kran gol melalui serangan dari Min Maw.
Babak Kedua
Di awal babak kedua, Timnas U22 Indonesia memasukkan Hokky Caraka gantikan Rafael Struick. Timnas U22 Indonesia yang butuh gol banyak terus lakukan tekanan. Bahkan, tiga striker ujung tombak dipasang bersamaan oleh Indra Sjafri. Ketiga striker yang dimaksud yakni Mauro Zijlstra, Jens Raven dan Hokky Caraka.
Di menit ke-72, pemain Myanmar hampir saja jadi tokoh antagonis negaranya sendiri. Niat hati menghalau bola lambung umpan dari pemain Timnas U22 Indonesia, bek Myanmar justru melakukan sundulan halauan yang membentur tiang gawang. Peluang didapatkan Timnas U22 Indonesia di menit ke-78. Lemparan jauh Robi Darwis mampu diteruskan oleh Kadek Arel dengan sundulan tajam yang masih mampu dihentikan kiper Myanmar.
Bola sempat ditepis Soe yang kemudian membentur tiang gawang. Di menit ke-88, Timnas U22 Indonesia akhirnya berhasil comeback. Umpan panjang dari lini tengah tertuju apik ke Ferarri yang berada di dalam kotak penalti. Umpan manja Ferarri memudahkan Jens Raven yang muncul dari lini kedua. Dengan mudah, striker Bali United itu sukses kembalikan keadaan, skor berubah 2-1.
Susunan Pemain Timnas U22 Indonesia Vs Myanmar
Timnas U-22 Indonesia:
Kiper: Daffa Fasya
Pemain: Kakang Rudianto, Kadek Arel, Robi Darwis, Frengky Missa, Dony Tri, Toni Firmansyah, Ivar Jenner, Rayhan Hannan, Rafael Struick, Mauro Zijlstra
Myanmar:
Kiper: Hein Htet Soe
Pemain: Myat Phone Khant, Moe Swe, Than Toe Aung, Zaw Win, Phyo Pyae, Kaung Htet, Ye Yint, Thurain, Oakkar Naing, Min Maw
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












