Kehidupan Pratama Arhan yang Diuji dengan Duka dan Tantangan
Pratama Arhan, seorang pemain sepak bola ternama, sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya. Setelah mengalami perceraian dengan istrinya, Aziazah Salsha, kini ia harus menerima kabar duka terberat yaitu kepergian ayahnya, Sutrisno, untuk selamanya. Peristiwa ini membuatnya harus mengambil cuti panjang dari aktivitas profesionalnya sebagai pesepak bola.
Pada tahun 2025, Pratama Arhan menghadapi tantangan yang sangat berat. Pada tanggal 1 Oktober 2025, ia tidak hadir dalam pertandingan melawan Persib Bandung di AFC Champions League. Hal ini dikarenakan ia memilih fokus pada urusan keluarga setelah perceraiannya dengan Aziazah Salsha. Meskipun demikian, ia tetap tampil penuh dalam pertandingan tersebut, meski harus menerima kartu kuning.
Kemudian, pada tanggal 7 Desember 2025, ayahnya, Sutrisno, meninggal dunia. Kejadian ini menambah beban emosional bagi Pratama Arhan. Ia tidak bisa ikut serta dalam pemakaman ayahnya karena masih berada di Bangkok, Thailand. Jenazah ayahnya langsung dimakamkan di TPU Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Barat.
Setelah kepergian ayahnya, Pratama Arhan memutuskan untuk pulang ke Blora untuk mengambil masa berduka. Ia juga tidak masuk skuad Bangkok United saat melawan Chiangrai United pada hari yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa ia sedang dalam kondisi tidak bugar atau mungkin masih mengalami cedera.
Selain itu, Pratama Arhan juga tidak ikut dalam laga terakhir Bangkok United melawan Lion City Sailors pada 4 Desember 2025. Ini menjadi indikasi bahwa ia belum pulih sepenuhnya dari tekanan emosional dan fisik.
Bupati Blora Arief Rohman juga turut berduka atas kepergian ayah Pratama Arhan. Dalam postingannya di Instagram, Bupati Arief menampilkan beberapa foto di rumah duka yang menampilkan Pratama Arhan dan kakaknya, Dimas Roni Saputra. Ekspresi kesedihan terlihat jelas di wajah Pratama Arhan, yang tampak mengenakan baju kemeja hitam dan matanya sembab.
Dalam postingannya, Bupati Arief menyampaikan rasa dukacita kepada keluarga Pratama Arhan. Ia berdoa agar almarhum Bapak Sutrisno mendapat tempat di surga dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.
Pratama Arhan kemungkinan akan mengambil waktu untuk berduka sambil memulihkan kondisinya selama pulang ke Blora. Selama masa ini, ia akan lebih fokus pada keluarga dan menjalani proses pemulihan diri secara emosional dan fisik. Dengan situasi seperti ini, ia mungkin tidak akan hadir dalam beberapa pertandingan mendatang, termasuk laga leg kedua melawan Persib Bandung di AFC Champions League.
Kepergian ayahnya dan perceraiannya telah menjadi ujian berat bagi Pratama Arhan. Namun, dengan dukungan keluarga dan rekan-rekannya, ia berharap dapat melewati masa sulit ini dengan tenang dan kuat.












