Tren Film Berlatar Budaya Batak di Sinema Nasional
JAKARTA – Tren film berlatar budaya Batak di sinema nasional terus berkembang setelah kesuksesan komersial film Ngeri-Ngeri Sedap (2022) dan Agak Laen (2024). Fenomena ini memicu munculnya berbagai judul baru yang mengeksplorasi cerita dari Tanah Batak, mencakup genre komedi, drama keluarga hingga pengangkatan ritual adat yang sakral. Berikut adalah lima film berlatar Batak yang telah, sedang, dan akan menghiasi layar bioskop Indonesia.
1. Ngeri-Ngeri Sedap (2022)
Film produksi Imajinari dan Visionari Film Fund ini boleh dibilang menjadi salah satu pemicu meningkatnya produksi film berlatar Batak. Disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk, film ini berhasil meraih 2,8 juta penonton. Ngeri-Ngeri Sedap bergenre komedi-drama keluarga, mengisahkan Pak Domu (Arswendy Beningswara) dan Mak Domu (Tika Panggabean) yang pura-pura ingin bercerai demi memaksa ketiga anak mereka yang merantau, Domu (Boris Bokir), Gabe (Lolox), dan Sahat (Indra Jegel), untuk pulang kampung. Film ini juga terpilih mewakili Indonesia untuk seleksi Piala Oscar 2023.
2. Agak Laen (2024)
Menjadi film Indonesia terlaris ketiga sepanjang masa dengan perolehan lebih dari 9,1 juta penonton, Agak Laen kembali mengukuhkan posisi komedi Batak di pasar nasional. Film produksi Imajinari ini disutradarai oleh Muhadkly Acho. Dibintangi oleh kuartet komika Bene Dion, Indra Jegel, Boris Bokir, dan Oki Rengga, film ini mengisahkan empat sahabat yang mengelola sebuah rumah hantu di pasar malam yang bisnisnya nyaris bangkrut. Sebuah insiden tak terduga justru membuat rumah hantu mereka menjadi viral.
3. Agak Laen: Menyala Pantiku!
Kini, kisah kuartet Agak Laen dalam suguhan cerita baru kembali menyapa pecinta film di bioskop mulai 27 November 2025. Masih dibintangi Boris, Bene, Jegel, dan Oki, film Agak Laen: Menyala Pantiku mengisahkan perjuangan mereka menemukan pelaku pembunuhan anak Wali Kota di sebuah panti jompo. Muhakdly Acho, sang penulis sekaligus sutradara menyuguhkan konsep komedi investigasi dalam film keempatnya itu.
4. Catatan Menantu Sinting (2024)
Diadaptasi dari novel populer berjudul sama karya Rosi L. Simamora, film produksi Soraya Intercine Films ini tayang perdana pada 18 Juli 2024 lalu. Film ini dibintangi oleh Raditya Dika dan Ariel Tatum sebagai pemeran utama. Catatan Menantu Sinting bergenre komedi romantis, mengisahkan perjuangan pasangan suami-istri Batak, Sahat (Raditya Dika) dan Minar (Ariel Tatum), dalam menghadapi tekanan dari ibu mertua serta dinamika kehidupan rumah tangga di tengah ekspektasi keluarga besar.
5. Mertua Ngeri Kali
Diproduksi oleh Im-a-gin-e, film Mertua Ngeri Kali akan mengangkat tema komedi keluarga. Film ini dibintangi oleh Bunda Corla, Naysila Mirdad, dan Dimas Anggara sebagai pemeran utamanya. Ceritanya berpusat mengikuti kisah Andara (Naysila Mirdad), seorang penulis sinetron kejar tayang yang harus berjuang menghadapi tekanan dari sang mertua, Donda (Bunda Corla), seorang janda sosialita yang tidak rela melepaskan putra semata wayangnya, Raja (Dimas Anggara). Ketegangan meningkat ketika dua perempuan dari generasi dan tradisi berbeda terpaksa hidup di bawah satu atap. Namun, saat sebuah peristiwa tak terduga mengguncang hidup mereka, Andara dan Donda harus memilih melanjutkan hidup masing-masing atau belajar membuka hati. Film Mertua Ngeri Kali akan tayang di bioskop mulai 11 Desember mendatang.
6. Tulang Belulang Tulang
Berbeda dari judul-judul sebelumnya, Tulang Belulang mengangkat genre drama keluarga yang berpusat pada salah satu ritual adat Batak Mangokal Holi. Film ini disutradarai oleh Sammaria Simanjuntak dan diproduksi oleh Adhya Pictures. Film ini mengikuti perjalanan sebuah keluarga Batak yang harus bersatu untuk melaksanakan upacara pemindahan tulang belulang leluhur mereka ke tempat baru. Tulang Belulang Tulang dibintangi oleh Tasha Siahaan, Atiqah Hasiholan, dan David Saragih.
7. Wasiat Warisan
Film bergenre drama ini disutradarai oleh Agustinus Sitorus dan dijadwalkan tayang pada 4 Desember 2025. Wasiat Warisan bercerita tentang tiga saudara, Tarida (Sarah Sechan), Ramona (Astrid Tiar), dan Togar (Derby Romero), yang mewarisi sebuah hotel keluarga terbengkalai di Toba setelah orangtua mereka meninggal. Konflik muncul ketika seorang wanita datang menagih utang mendiang orangtua mereka, yang mengancam keberadaan hotel warisan tersebut. Di tengah pertengkaran antar saudara, terungkap sebuah rahasia dalam wasiat terakhir sang ibu.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”












