Budaya  

Wajib Coba! 10 Pecel Rawon Lezat di Surabaya

Keunikan Nasi Pecel Rawon di Surabaya

Surabaya, kota yang terkenal dengan keragaman kuliner, selalu menawarkan hidangan-hidangan yang menarik bagi para pecinta makanan. Salah satu hidangan yang kini sedang naik daun adalah nasi pecel rawon. Hidangan ini menggabungkan rasa bumbu pecel yang gurih dan pedas dengan kuah rawon yang hitam pekat dan kaya rempah. Perpaduan unik ini memberikan sensasi rasa yang berbeda dari kuliner lainnya dan membuat banyak orang ketagihan sejak gigitan pertama.

Nasi pecel rawon terdiri dari berbagai komponen seperti sayuran rebus, sambal pecel, potongan daging, serta siraman kuah rawon yang hangat. Kombinasi tersebut menjadikan hidangan ini semakin digemari oleh masyarakat Surabaya. Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat nasi pecel rawon terenak di Surabaya yang wajib dicoba:

  1. Warung Pojok Moroseneng

    Lokasi: Jalan Pucang Anom No. 17, Surabaya

    Buka: 09.00 hingga 04.00 pagi

    Harga: Sekitar Rp15.000

    Seporsi nasi pecel rawon di sini lengkap dengan kuah rawon gurih, sayuran, dan sambal pecel khasnya. Anda juga bisa memilih aneka lauk tambahan seperti daging sapi, ayam, telur, atau jeroan. Warung ini juga menyediakan menu nasi campur yang tak kalah lezat.

  2. Dapur Oven – Pujasera Pa Edgar

    Lokasi: Pujasera Pa Edgar, Jalan Simpang Darmo Permai Utara No. 14, Surabaya

    Harga: Sekitar Rp22.000

    Potongan daging cukup tebal dan bercampur sedikit lemak, sehingga kuah rawon terasa lebih gurih. Selain pecel rawon, tersedia pula menu seperti iga penyet dan sop buntut.

  3. Nasi Pecel Jamblang

    Lokasi: Jalan Mayjen Sungkono No. 31, Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya

    Buka: 07.00 hingga 17.00

    Hidangan nasi pecel rawon disajikan lengkap dengan sayuran rebus, bumbu kacang, dan kuah rawon segar. Yang membuat unik adalah lauk empal ayam yang teksturnya mirip perkedel dengan cita rasa gurih khas.

  4. Rawon Pecel Suramadu Pucang

    Lokasi: Jalan Pucang Anom No. 5, Surabaya

    Buka: 09.00 hingga 03.00 pagi

    Harga: Sekitar Rp15.000

    Menu andalannya adalah nasi pecel rawon empal dengan potongan empal besar namun tetap empuk, disajikan bersama kuah rawon yang gurih dan sedikit asin.

  5. Depot Vegetarian Kanjeng Mami

    Lokasi: Jalan Raya Tenggilis 126A, Tenggilis Mejoyo, Surabaya

    Buka: 09.00 hingga 23.00

    Tempat ini cocok untuk vegetarian karena nasi pecel rawonnya diolah tanpa daging. Semua bahan diganti jamur, namun tetap menghasilkan rasa mirip rawon asli yang gurih dan kaya bumbu.

  6. Pecel Keputren Pak Imron

    Lokasi: Jalan Pajajaran No. 15, Surabaya

    Buka: 18.00 hingga 05.00 pagi

    Menu pecel rawonnya memiliki kuah rawon yang nikmat meski tanpa isi daging. Isian nasi pecelnya cukup lengkap dengan tumisan tahu, empal suwir, kangkung rebus, sambal pecel, hingga telur asin.

  7. Warung Kuning

    Lokasi: Jalan Jemursari No. 207, Surabaya

    Buka: 08.00 hingga 20.00

    Keunggulan nasi pecel rawon di sini adalah potongan daging sapi yang melimpah dan ukuran porsinya besar. Kuah rawonnya pekat dan kaya rempah.

  8. Kipas Resto

    Lokasi: Jalan Raya Manyar 28–30, Surabaya

    Buka: 07.00 hingga 21.00

    Nasi pecel rawon terkenal karena isi dagingnya yang banyak dan bumbu pecelnya yang pedas. Banyak pelanggan rela antre karena rasa dan porsinya sangat memuaskan.

  9. Pecel Rawon Ambulans

    Lokasi: Jalan Kranggan, Sawahan, Surabaya

    Buka: 11.00 hingga dini hari

    Tempat ini termasuk salah satu yang paling populer karena porsinya besar dan pilihan lauknya lengkap. Sayurannya menggunakan daun singkong rebus yang masih bertekstur.

  10. Pecel Rawon Menganti Babatan

    Lokasi: Jalan Raya Menganti, Babatan, Wiyung, Surabaya

    Buka: 00.00 hingga 04.00 pagi

    Keunikan pecel rawon di sini adalah kuah rawonnya yang berisi potongan tahu. Hidangan disajikan terpisah bersama rempeyek yang renyah. Lauknya bisa ditambah dengan ayam goreng, telur, maupun empal. Harga berkisar antara Rp15.000–Rp20.000.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *