Kematian Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, meninggal dunia setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, pada hari Minggu (19/4/2026). Insiden tersebut terjadi sesaat setelah korban tiba dari Jakarta. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menyatakan bahwa kejadian berlangsung di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun.
Siapa Nus Kei?
Nus Kei dikenal sebagai salah satu tokoh Maluku yang tinggal di Jakarta. Ia memiliki keterkaitan dengan John Kei, seorang pemimpin kelompok preman yang pernah aktif di Jakarta dan Tangerang pada tahun 2020. Pada periode tersebut, John Kei diketahui menyerang rumah Nus Kei di dua lokasi. Keduanya berasal dari etnik Kei, kelompok masyarakat yang tinggal di Kepulauan Kei. Komunitas ini tersebar di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, dengan jumlah penduduk sekitar 219.000 jiwa pada tahun 2022.
Nama Nus Kei juga pernah muncul dalam beberapa peristiwa terkait dengan kelompok John Kei, termasuk kejadian di tempat hiburan malam Blowfish pada tahun 2010. Menurut laporan, Nus Kei sempat berada di lokasi setelah terjadi keributan sehari sebelumnya. Ia menjadi korban pemukulan setelah bertemu dengan pihak keamanan setempat. Peristiwa itu kemudian berkembang menjadi konflik yang menewaskan dua anggota kelompok John Kei, yaitu M. Soleh dan Yoppie. Kasus tersebut kemudian berlanjut ke proses hukum dengan beberapa pihak ditetapkan sebagai tersangka, antara lain Kanor Lolo, Bernadus Malelak, David Too, dan Rando Lili.
Nus Kei dalam Dunia Politik
Di bidang politik, Nus Kei diketahui telah mendapatkan surat tugas dari Partai Golkar untuk mengikuti kontestasi Pilkada di Maluku Tenggara pada tahun 2024. Agrapinus Rumatora sendiri telah mendaftar di Partai Golkar dan sejak empat bulan lalu telah mengantongi surat tugas dari DPP. Ia sementara ini berkoordinasi dan melakukan pendekatan dengan beberapa partai lainnya.
Penanganan oleh Polisi
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menyatakan bahwa pelaku penikaman telah ditangkap tidak lama setelah kejadian. Total pelaku berjumlah dua orang dengan inisial HR (28) dan FU (36). Meskipun motif penikaman masih dalam penyelidikan, polisi memastikan kasus ini akan ditangani secara profesional dan transparan. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Saat ini situasi di Maluku Tenggara dinilai aman dan kondusif.
Pernyataan Partai Golkar
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku angkat bicara mengenai insiden penikaman Nus Kei. Ketua DPD Golkar Maluku, Umar Ali Lessy, mengimbau seluruh kader Partai Golkar di Maluku khususnya di Maluku Tenggara untuk tetap menahan diri dan tidak terprovokasi. Ia meminta agar rasa solidaritas dan soliditas kader dapat ditunjukkan secara dewasa, bukan dengan tindakan yang memperkeruh situasi. Umar juga mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan sesama orang bersaudara di Maluku.
Partai Golkar Maluku secara tegas mengutuk aksi penyerangan yang menewaskan Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei. Menurut Umar, insiden penikaman tersebut merupakan pelanggaran hukum yang tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.












