1 Meriam Air dan 30 Anggota Brimob Dikerahkan Padamkan Api di Pesantren Mamuju

Upaya Pemadaman Kebakaran di Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju

Kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju pada hari Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11:00 WITA menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Berikut adalah beberapa langkah yang dilakukan dalam upaya pemadaman kebakaran tersebut:

  • Pengerahan Personel:

    Sebanyak 30 personel Brimob Polda Sulbar dikerahkan untuk membantu memadamkan api. Mereka turut serta dalam proses penanganan kebakaran yang terjadi di lokasi tersebut.

  • Alutsista:

    Satu unit kendaraan taktis Water Cannon digunakan untuk menyemprotkan air bertekanan tinggi ke pusat api. Kendaraan ini memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi darurat dengan efektivitas tinggi.

  • Tindakan:

    Petugas melakukan pemadaman total dan penyisiran puing-puing guna memastikan api tidak merembet ke pemukiman sekitar. Proses ini dilakukan secara hati-hati dan teliti agar tidak ada risiko tambahan.

  • Hambatan:

    Kecepatan kendaraan taktis menuju tempat kejadian sempat terkendala oleh kondisi jalanan di kawasan yang padat. Hal ini menambah tantangan bagi petugas dalam menangani situasi darurat.

Meski berhasil melokalisasi api, Danton Brimob Kompi 3 Polda Sulbar, Ipda Supratman, mengakui adanya tantangan saat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Salah satu kendala utama adalah hambatan kecepatan kendaraan taktis dari kantor menuju lokasi kebakaran di kawasan padat tersebut. “Kendala yang dihadapi adalah kecepatan kendaraan dari kantor menuju TKP. Walaupun demikian, kita tetap bekerja maksimal membantu sehingga api tidak menghanguskan semuanya,” tambahnya.

Masih Cari Penyebab Kebakaran

Tim Inafis Polresta Mamuju bersama jajaran Polsekta Mamuju melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Abd Syakur, Pasar Baru Mamuju, Sulawesi barat pada Minggu (19/4/2026). Kebakaran ini menghanguskan Gedung pesantren, dengan enam ruang gosong dilalap Si jago Merah.

Pantauan di lokasi, petugas kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di area yang terdampak paling parah. Tim Inafis tampak mengenakan sarung tangan medis dan membawa sejumlah peralatan untuk mengidentifikasi sisa-sisa material yang terbakar. Petugas terlihat teliti memeriksa puing-puing bangunan, memotret setiap sudut ruangan yang hangus, serta menandai beberapa titik yang dianggap krusial dengan papan penanda berwarna kuning.

Kapolsekta Mamuju, AKP Mustafa, mengatakan saat ini pihaknya masih dalam tahap awal pengumpulan data di lapangan. “Kami masih fokus melakukan olah TKP untuk mencari fakta-fakta di lapangan,” ujar AKP Mustafa saat ditemui di lokasi kejadian. Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya hubungan arus pendek atau korsleting listrik, AKP Mustafa enggan berspekulasi lebih jauh. “Kami belum bisa pastikan (penyebabnya),” tegasnya singkat.

Meskipun pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi mengenai pemicu kebakaran, berdasarkan pantauan dan keterangan saksi di lokasi, api diduga kuat pertama kali muncul dari gedung security. Seorang petugas keamanan (security) yang berada di lokasi saat kejadian menunjukkan sebuah titik di sudut ruangan yang sudah menghitam. Ia menunjuk ke posisi di mana sebuah dispenser sebelumnya terpasang, yang diduga menjadi titik awal munculnya percikan api sebelum merembet ke bangunan TK dan SD di sekitarnya.

Santri Selamat Setelah Kebakaran

Ketua Yayasan Hidayatullah Mamuju, Gunawan, memastikan seluruh santri dalam keadaan selamat menyusul kebakaran hebat yang menghanguskan sejumlah bangunan di kompleks pesantren Hidayatullah, Mamuju pada Minggu (19/4/2026) siang. Kebakaran terjadi sekitar pukul 11:00 WITA.

Gunawan menjelaskan saat api berkobar di area depan kompleks, para santri sedang berada di asrama yang letaknya cukup jauh dari titik pusat api. “Alhamdulillah dalam keadaan aman. Karena asrama mereka letaknya ada di bagian belakang,” ujar Gunawan saat ditemui di lokasi kejadian di Jalan Abd Syakur, Kompleks Pasar Baru.

Sesaat sebelum kejadian, Gunawan baru saja selesai mengikuti kegiatan kerja bakti bersama warga dan pihak di Kampus Dua Salu Talawar. Ia baru menyadari adanya musibah tersebut saat sedang beristirahat di rumahnya. “Posisi saya sedang istirahat di rumah di bagian belakang. Tiba-tiba istri datang memberi tahu kalau ada kebakaran di depan. Pas saya lari ke depan, apinya sudah sangat besar,” tuturnya.

Meski api sempat memicu kepanikan luar biasa di lingkungan pesantren, evakuasi santri berjalan lancar karena api terkonsentrasi di area depan yang merupakan bangunan sekolah dan kantor layanan zakat. Saat ini, pihak yayasan fokus pada penenangan santri dan pengamanan area asrama.

Sebanyak enam ruangan Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju yang berada di Kawasan pasar Baru, Mamuju, Sulawesi barat gosong terbakar pada Minggu (19/4/2026). Ketua Yayasan Hidayatullah Mamuju, Gunawan, merinci bangunan yang terbakar didominasi ruang belajar mengajar untuk tingkat pendidikan anak usia dini dan dasar. “Yang terbakar itu bangunan TK, SD, kemudian gedung Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Total ada lima ruang kelas dan satu ruang BMH. Jadi total enam ruangan semuanya,” kata Ketua Yayasan Hidayatullah Mamuju, Gunawan kepada awak media.

Hingga saat ini, pihak yayasan belum bisa memastikan penyebab pasti munculnya api maupun total kerugian material yang diderita.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *