Tips Gym Konsisten untuk Pemula ala Abdul Hakim: Gerakan Dasar hingga Pemilihan Tempat

Mengapa Gym Menjadi Gaya Hidup yang Penting

Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk mewujudkan keinginan untuk memiliki tubuh yang bugar dan sehat. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan berolahraga di pusat kebugaran, yang dikenal sebagai gymnasium atau gym. Namun, di tengah banyaknya pilihan tempat gym perkotaan dengan berbagai keunggulannya masing-masing, pengalaman dari Abdul Hakim (26) bisa menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin memulai olahraga ini.

Abdul Hakim mengatakan bahwa gym seharusnya menjadi bagian dari gaya hidup anak muda saat ini, bukan sekadar untuk tampil keren, tetapi lebih pada menjaga kesehatan dan penampilan yang bugar. Ia telah menekuni gym selama beberapa tahun terakhir dan memiliki cerita yang bisa dihubungkan dengan banyak orang.

“Saya dulunya juga canggung, karena ketika pertama kali masuk ke gym, saya melihat orang-orang yang badannya sudah besar dan ototnya terbentuk, tapi saya masih pemula. Itu wajar,” katanya.

Namun, hadir di gym itu sendiri sudah menjadi langkah maju karena menunjukkan niat untuk berubah dan memasuki gaya hidup yang lebih baik. Awalnya, ia harus menanamkan niat sebagai pemula, memahami proses dan tujuan. Jika tujuannya adalah tubuh yang sehat dan bagus, maka harus ada harga yang dibayar, yaitu proses latihan.

Ia tidak menyangkal bahwa biaya gym di perkotaan cukup mahal bagi sebagian kalangan, namun Abdul Hakim memiliki tips yang bisa diikuti. “Berdasarkan pengalamannya, bagi mahasiswa di kos-kosan atau yang belum punya penghasilan, sebaiknya mencoba gym rumahan dengan alat seadanya. Jika punya budget awal, carilah tempat gym murah.”

Lalu, ia menyarankan agar pastikan lokasi gym berdekatan dengan tempat tinggal atau kos, sehingga transportasi lebih hemat dan efisien dalam waktu. “Jika sudah menentukan pilihan antara gym rumahan atau gym murah, tinggal bagaimana menciptakan suasana aman. Jika di gym murah, lihatlah suasananya, tergantung selera mau yang full AC atau tidak.”

Abdul Hakim menjelaskan bahwa tempat gym harus nyaman, dengan musik atau instruktur yang memberikan pengarahan di awal latihan. Panduan untuk pemula fokus pada full body workout 2 sampai 3 kali seminggu, mengutamakan teknik yang benar daripada beban berat.

“Yang perlu diperhatikan bagi pemula adalah konsistensi, bukan berat beban,” tegasnya. Ia menyarankan mulai dengan pemanasan 5 sampai 10 menit, lalu fokus pada gerakan dasar seperti squat, push-up, row, pull-down selama 30 hingga 45 menit, lalu lakukan pendinginan.

Latihan untuk Tubuh yang Seimbang

Ditanya tentang alat atau bagian tubuh mana yang perlu dilatih terlebih dahulu, Abdul Hakim menjawab sesuai pengalamannya, semua bagian bisa dilatih. Untuk latihan kaki, bisa mencoba teknik Goblet Squat, Leg Press, atau Lunges. Sementara untuk melatih dada, bahu hingga trisep, bisa mencoba Dumbbell Bench Press, Machine Chest Press, atau Push-up.

“Lalu bisa juga melatih punggung dan bisep dengan Lat Pulldown, Seated Cable Row, atau Dumbbell Row,” ujarnya. Ia mengingatkan pemula untuk memilih beban ringan terlebih dahulu, fokus pada teknik yang benar. “Jika bisa melakukan lebih dari 15 repetisi dengan mudah, baru tingkatkan beban sedikit demi sedikit.”

Abdul Hakim juga menyebutkan pentingnya jangan latihan otot yang sama setiap hari agar otot punya waktu untuk pemulihan dan pertumbuhan. Faktor konsistensi, menurutnya, adalah hal yang mahal dalam olahraga gym.

“Bagi saya, setiap progres selalu foto untuk mengabadikan, sehingga jika dilihat kembali, sekecil apapun progres otot tubuh dapat terpantau. Ini bisa jadi motivasi untuk gym setiap harinya,” pungkasnya.

Memilih Teman Gym yang Tepat

Abdul Hakim tak menampik bahwa lingkungan gym juga memengaruhi motivasi untuk konsisten. Maka dari itu, ia menyarankan mencari teman yang bisa saling memotivasi dan memberikan semangat, karena memiliki kesamaan hobi.

“Paling terpenting ialah punya jiwa saling merangkul dan saling support satu sama lain untuk tujuan goals yang sama,” tekannya. Ia juga menyarankan untuk tidak ragu bergaul dengan para senior yang bisa berbagi ilmu gym. “Dan adik-adik pemula yang baru mulai gym juga, jika mereka bertanya, jawab sesuai pengalaman, karena relasi pertemanan itu penting untuk membangun ekosistem di tempat gym yang sehat.”

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *