Pembangunan Stasiun KRL Commuter Line Jakarta International Stadium (JIS) Diharapkan Selesaikan Masalah Transportasi
Pembangunan Stasiun KRL Commuter Line Jakarta International Stadium (JIS) ditargetkan rampung pada Mei 2026. Stasiun ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Target tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat integrasi transportasi massal menuju kawasan Jakarta Utara, khususnya akses ke JIS yang selama ini kerap menjadi sorotan saat acara besar berlangsung.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kehadiran stasiun baru ini akan mempermudah mobilitas masyarakat menuju stadion bertaraf internasional tersebut. “Dengan demikian, ketika perayaan ulang tahun Jakarta berlangsung pada Juni dan kegiatan dipusatkan di JIS maupun Ancol, masyarakat dari berbagai wilayah akan semakin mudah untuk hadir,” ucapnya.
Operasional Juni 2026, Jadi Solusi Penonton JIS
Kehadiran Stasiun KRL JIS digadang-gadang menjadi solusi utama untuk mengurai kepadatan lalu lintas setiap kali stadion menggelar pertandingan sepak bola maupun konser musik berskala besar. Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin dalam keterangannya mengatakan, stasiun akan berada tepat di sisi utara stadion sehingga memudahkan akses penonton dari berbagai wilayah.
“Stasiun KRL ini akan terletak tepat di sisi utara stadion, sehingga memudahkan penonton dari berbagai wilayah, terutama dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok untuk langsung mencapai lokasi tanpa perlu berganti moda transportasi,” ujarnya. Menurutnya, moda KRL dinilai paling efektif karena mampu mengangkut ribuan orang dalam waktu singkat.
“KRL mampu mengangkut ribuan penonton secara efisien. Ini sangat krusial, terutama untuk pertandingan dengan kapasitas hingga 82.000 penonton, agar arus keluar-masuk dapat lebih terdistribusi dengan baik,” kata Iwan. Dengan beroperasinya stasiun ini, kepadatan di sekitar Jalan RE Martadinata dan kawasan sekitar stadion diharapkan berkurang signifikan.
Terintegrasi dengan TOD dan Ancol
Pembangunan stasiun ini juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta Utara. Tak hanya melayani akses ke stadion, kawasan JIS juga akan terhubung dengan berbagai moda transportasi umum lain, termasuk Transjakarta, jaringan KRL eksisting, hingga JPO sepanjang 466 meter yang menghubungkan JIS dengan kawasan Ancol.
Kawasan JIS pun disiapkan menjadi salah satu titik penting masa depan Kota Jakarta. Stasiun KRL ini tidak hanya menjadi akses utama bagi penonton, tetapi juga mendukung pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan.
JIS Disiapkan Jadi Pusat Aktivitas Baru Jakarta
Pemprov DKI juga mendorong JIS bukan hanya sebagai stadion olahraga, tetapi juga pusat kegiatan publik yang hidup sepanjang waktu. Dengan dukungan stasiun KRL baru, kawasan ini diharapkan berkembang menjadi simpul baru aktivitas masyarakat, mulai dari olahraga, hiburan, hingga kegiatan komunitas.
“JIS adalah kebanggaan Jakarta, stadion bertaraf internasional yang tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga ruang bersama bagi berbagai aktivitas masyarakat,” tuturnya. Dengan adanya stasiun KRL, akses ke JIS akan semakin mudah dan efisien, menjadikannya pusat kehidupan masyarakat yang dinamis dan terintegrasi.












