Fakta Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Ibu: Jika Terlambat Sedikit, Anakku Hilang

Fakta-Fakta Menyedihkan Tentang Bayi yang Nyaris Tertukar di RSHS Bandung

Insiden bayi yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjadi sorotan publik. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terkait prosedur keamanan dan pengawasan di lingkungan rumah sakit. Berikut adalah beberapa fakta penting yang terungkap dalam kasus ini.

Detik-Detik Menegangkan: Insting Seorang Ibu

Peristiwa bermula saat Nina Saleha, seorang ibu, hendak menjemput bayinya yang telah dirawat selama empat hari akibat penyakit kuning. Meski proses administrasi belum sepenuhnya selesai, Nina mendapati bayinya sudah berada dalam gendongan orang asing dengan selimut yang ia kenali. “Kalau saya telat sedikit saja, mungkin anak saya sudah hilang,” ujar Nina.

Kejadian ini membuatnya panik dan langsung menyadari ada sesuatu yang tidak wajar. Insting sebagai seorang ibu membuatnya sigap menghadapi situasi tersebut.

Pelanggaran Prosedur: Gelang Identitas Sudah Dilepas

Fakta mengejutkan terungkap bahwa gelang identitas bayi Nina sudah dilepas oleh perawat sebelum surat kepulangan resmi terbit. Perawat berdalih memberikan bayi tersebut kepada orang lain karena nama Nina dipanggil berkali-kali namun tidak ada respons saat Nina sedang keluar untuk makan selama 30 menit.

Respons Janggal Petugas Keamanan (Security)

Bukannya mengamankan situasi saat Nina panik, seorang oknum petugas keamanan justru meminjam ponsel Nina. Bukannya membantu, satpam tersebut diduga mengubah penilaian Google Review layanan rumah sakit dari bintang empat menjadi bintang lima dengan kata-kata pujian menggunakan ponsel milik korban.

Perawat Senior ASN 20 Tahun Dinonaktifkan

Pihak RSHS melalui Asisten Manajer Keperawatan, Arif, mengonfirmasi bahwa perawat yang terlibat telah dinonaktifkan sementara. Diketahui, perawat tersebut berstatus ASN dengan masa kerja lebih dari 20 tahun. Penonaktifan dilakukan untuk pengkajian mendalam bersama Komite Keperawatan.

Manajemen RSHS Akui Pelanggaran SOP Manajemen

RSHS secara terbuka menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP). Mereka mengklaim masalah telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah tim rumah sakit mengunjungi kediaman Nina di Margaasih, Kabupaten Bandung.

Dinkes Jabar Turun Tangan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. R. Vini Adiani Dewi, memastikan akan melakukan evaluasi mutu layanan di RSHS. Dinkes akan meninjau ulang SOP pemberian bayi kepada pasien demi menjamin keselamatan pasien di masa mendatang.

Sorotan Gubernur Jabar

Insiden ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM). Melalui kanal YouTube-nya, KDM mencecar pihak manajemen terkait kepastian sanksi disiplin bagi tenaga medis yang lalai agar kejadian serupa tidak terulang.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *