Tim FK Unair Gunakan AI untuk Skrining TBC di Bulak Surabaya

Teknologi AI dan X-Ray Portabel Diterapkan dalam Detekksi Dini TBC di Surabaya

Di Kecamatan Bulak, Surabaya, tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menggelar deteksi dini tuberkulosis (TBC) dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Kegiatan ini dilakukan untuk mempercepat penemuan kasus TBC dan mencegah penularan yang lebih luas. Pemeriksaan dilakukan melalui foto thorax atau rontgen area dada serta teknologi X-Ray Portable yang didukung oleh AI.

“Kami melakukan deteksi dini menggunakan foto thorax dan AI. Teknologi yang kami gabungkan ini harapannya dapat mendeteksi lebih dini, bahkan tanpa gejala bisa tertangani, sehingga pengobatan TBC dapat lebih cepat,” ujar Ketua Departemen Radiologi FK Unair Dr. dr. Widiana Ferriastuti, Sp.Rad, Subsp.NKL (K), kepada Tribun Jatim.

Gabungan Rontgen dan AI Tingkatkan Akurasi

Program skrining TB dengan tema Cerdas-TB: Chest Early Radiographic Detection and Active Screening tidak hanya fokus pada pemeriksaan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami risiko penyakit yang menyerang paru-paru tersebut. Keterlibatan dokter-dokter ahli dalam program ini bertujuan meningkatkan kualitas deteksi, sehingga kasus TBC dapat ditemukan lebih dini.

Pengobatan TBC membutuhkan waktu yang cukup panjang dan harus dijalani secara tuntas agar pasien benar-benar sembuh dan tidak menularkan ke orang lain. Penanganan yang paripurna diharapkan dapat mendukung target Indonesia bebas TBC serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum.

Gejala TBC Bisa Tidak Terlihat

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala TBC. Penyakit ini bisa muncul dengan gejala maupun tanpa gejala. Namun, tanda yang paling umum adalah batuk yang berlangsung lama, yakni dua minggu atau lebih.

“TB ada yang bergejala dan tidak bergejala. Yang bergejala itu utamanya batuk yang lama. Bisa dua minggu lebih, itu memang perlu diwaspadai,” ujar dr. Widiana.

Selain itu, gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta demam yang sering muncul terutama pada malam hari. Karena penularan TBC terjadi melalui udara, kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini menjadi sangat penting guna mencegah penyebaran lebih luas.

Kolaborasi Penting dalam Penanganan TBC

Penyebaran TB juga dapat terjadi ke berbagai organ tubuh melalui aliran darah hingga menyebabkan infeksi pada radang otak dan kematian, sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi. Dalam praktiknya, tidak semua pasien merespons pengobatan dengan cara yang sama. Ada pasien yang membutuhkan penanganan lebih cepat, bahkan dengan penyesuaian jenis obat jika ditemukan resistensi terhadap terapi awal.

Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama. Sinergi antara tim skrining atau deteksi dini dengan tenaga kesehatan di puskesmas serta dukungan dari pemerintah sangat diperlukan agar pasien mendapatkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Pendekatan terpadu ini diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus menekan penyebaran penyakit di masyarakat.

Data dan Sanksi bagi Pasien TBC

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, KB, dan Keluarga Sejahtera DP3APPKB Surabaya, dr. Atiek Tri Arini, M.Kes., menyebut data Dinkes Kota Surabaya hingga Maret 2026 sudah melakukan skrining TB pada 11 ribu dari 61.624 warga Surabaya. Sekitar dua ribuan di antaranya terdeteksi positif TB pada usia produktif.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya sudah menerapkan Perwali Penanggulangan TB. Apabila ada warga positif TB dan tidak mau berobat, ada semacam sanksi tidak mendapatkan fasilitas dari Pemkot Surabaya. Terutama dalam pelayanan kependudukan hingga bantuan sosial hingga warga tersebut memiliki kesadaran untuk berobat.

“Kami sangat mengapresiasi Departemen Radiologi FK Unair untuk skrining TB, khususnya di Kecamatan Bulak, Surabaya. Ini terobosan menskrining sebanyaknya, fokus kami pada kontak erat, pada bergejala maupun tidak bergejala. Nah untuk memastikan itu, dengan skrining ini sangat membantu sekali. Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan semua pihak,” tutupnya.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *