Mirip di Indonesia? SPBU Shell Malaysia Kehabisan BBM

Penyebab Kekurangan BBM di SPBU Shell Malaysia

Shell Malaysia mengakui adanya kekurangan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), yang menyebabkan sejumlah pelanggan kesulitan mendapatkan BBM. Perusahaan ini sedang berupaya memperbaiki situasi tersebut, terutama setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga diesel. Meskipun demikian, Shell Malaysia menyatakan bahwa mereka tetap fokus menjaga ketersediaan BBM di seluruh jaringan ritelnya.

Perusahaan ini mengungkapkan bahwa kemungkinan besar terjadi lonjakan permintaan dalam waktu singkat, yang bisa memengaruhi ketersediaan BBM di beberapa SPBU. Mereka terus memantau situasi yang dinamis dan berupaya memastikan keberlanjutan pasokan sesuai dengan perubahan yang terjadi.

Tindakan yang Diambil oleh Shell Malaysia

Dalam laporan terbaru, operator SPBU menyebut tengah mengelola modal kerja antara penjualan BBM dan pengisian ulang pasokan. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya porsi subsidi pemerintah akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi, sementara harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan, seperti RON95 yang dijual 1,99 ringgit Malaysia (Rp8.576) per liter.

Kementerian Keuangan Malaysia sebelumnya mengumumkan kenaikan harga bahan bakar pada 8 April. Harga diesel di Semenanjung Malaysia mencapai rekor tertinggi sebesar 6,72 ringgit Malaysia (Rp28.963), sementara RON97 naik 40 sen menjadi 5,35 ringgit Malaysia (Rp23.058). Pemerintah menyatakan perubahan harga tersebut didasarkan pada rata-rata harga mingguan dan belum mencerminkan perkembangan ekonomi global terkini, termasuk konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran.

Dampak dari Kenaikan Harga BBM

Di pasar global, ketidakpastian terhadap keberlanjutan kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran turut memengaruhi harga minyak. Harga minyak mentah Brent terakhir diperdagangkan sekitar 98 dolar AS atau setara Rp390 per barel pada Kamis.



Daftar harga BBM di negara ASEAN per 1 April 2026. – (Infografis )

Respons Pemerintah terhadap Kelangkaan BBM

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) berjenis RON 92, RON 95, RON 98, hingga solar tersedia di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik pemerintah dan swasta. Hal ini disampaikan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 11 Februari 2026 sebagai respons atas terjadinya kekosongan stok BBM di SPBU Shell.

“Saya pikir semuanya ada ya, RON 92, RON 95, RON 98, semuanya ada kok Solar juga ada. Jadi tinggal dilakukan B2B (business to business) saja,” ujar Bahlil.

Terkait dengan izin impor SPBU Shell, Bahlil mengatakan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Nanti coba saya cek ya,” katanya.

Evaluasi Izin Impor BBM untuk Shell

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan izin impor bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Shell masih dievaluasi. “Ya, kami evaluasi. Sedang dievaluasi (izin impor BBM-nya),” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Laode menyampaikan salah satu pertimbangan mengapa izin impor BBM untuk Shell masih dievaluasi adalah terlambatnya Shell menyetujui untuk melakukan pembelian BBM melalui PT Pertamina ketika kelangkaan BBM di SPBU swasta terjadi pada kuartal akhir 2025. “Shell itu terakhir kan menyetujui proses pembelian (BBM). Jadi, ya, kami evaluasi,” kata Laode.

Kelangkaan BBM di SPBU Shell telah berlangsung sejak awal 2026.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *