Penyerangan terhadap Rombongan Suporter Persebaya di Tol Japek
Pada Minggu dini hari WIB (12/4/2026), rombongan bus suporter Persebaya, Bonek, diserang oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) saat melintas di Tol Jakarta-Cikampek (Japek), KM 13. Peristiwa ini terjadi setelah para Bonek menyaksikan langsung pertandingan antara Persija dan Persebaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu (11/4/2026) malam.
Aksi penyerangan ini viral di media sosial. Dari tayangan video yang beredar, terlihat sekelompok orang menyerang rombongan bus Bonek yang akan kembali ke wilayah Jawa Timur. Rombongan tersebut juga terlihat membawa senjata tajam, batu, hingga petasan untuk melakukan penyerangan.
Kanit I PJR Tol Cikampek, AKP Aris, menduga bahwa penyerangan dilakukan oleh oknum suporter lainnya. Namun, dia tidak menyebutkan klub sepak bola mana yang terlibat dalam aksi tersebut.
“Ya, mungkin enggak perlu saya sebutkan lah dari suporter mana. Enggak mungkinlah kita orang awam seperti ini. Mereka melakukan pelemparan tanpa dasar. Kan enggak mungkin. Dasarnya mereka kan kebencian dan tidak suka,” katanya saat dikonfirmasi jurnalis, Minggu (12/4/2026).
Penyerangan Ada di Dua Titik
Aris menyampaikan, terdapat dua titik penyerangan terhadap rombongan Bonek yang berjumlah empat bus. Penyerangan itu terjadi di KM 13 dan KM 51, Tol Japek, dari bahu jalan.
“Iya, kalau yang di kilometer 13, mereka sempat dilempar dari bahu jalan dan semak-semak,” katanya.
Di setiap titik penyerangan, lanjut Aris, setidaknya terdapat belasan orang yang masih remaja. Saat anggota PJR melintas, penyerang tersebut juga langsung melarikan diri.
“Kurang lebih sekitar 10 atau 20-an lah. Kurang lebih, paling banyak 20 orang tidak dikenal lah, anak-anak muda itu. Jadi tidak ada orang-orang tua,” kata Aris.
Tidak Ada Korban Jiwa

Aris memastikan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut. Namun, satu dari empat bus rombongan tersebut mengalami pecah kaca akibat lemparan batu.
“Yang mengalami kerusakan kaca bus hanya satu, lain-lainnya tidak ada ya,” katanya.
Dia juga menyampaikan, pihaknya juga sempat melakukan komunikasi dengan rombongan Bonek di rest area, untuk tidak terpancing emosi akibat penyerangan tersebut.
“Kami melaksanakan konsolidasi di sana (rest area KM 57). Kami lakukan imbauan, arahan, segala macam supaya tidak terpancing dan tidak menimbulkan korban jiwa segala macam, jangan sampai dampaknya juga lebih luas lagi,” kata Aris.
Polisi Lakukan Pengawalan Ketat

Aris menambahkan, pihaknya juga melakukan pengawalan rombongan bus Bonek hingga Gerbang Tol Cikampek Utama. Selanjutnya, pengawalan akan dilanjutkan oleh anggota kepolisian yang bertugas di ruas Tol Cikampek-Palimanan (Cipali).
“Nah, akhirnya kami kawal sampai dengan di Gerbang Tol Cikampek Utama. Kami lakukan estafet pengawalan dengan jajaran rekan dari Cipali, dan Alhamdulillah aman,” ungkap dia.












