Wasit ASEAN Tak Hadir di Piala Dunia 2026, Impian Timnas Indonesia Jadi Wakil AFC Terkubur

Daftar Wasit untuk Piala Dunia 2026

FIFA telah mengumumkan daftar wasit dan petugas pertandingan yang akan bertugas dalam Piala Dunia 2026. Turnamen ini akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dalam pengumuman tersebut, terdapat 52 wasit, 88 asisten wasit, dan 30 petugas VAR yang dipilih dari berbagai konfederasi sepak bola di dunia.

Pemilihan ini menunjukkan betapa besar skala kompetisi yang akan diselenggarakan bersama oleh tiga negara. Setiap konfederasi memiliki perwakilan wasit yang akan bertugas dalam ajang paling bergengsi di dunia ini. Salah satu konfederasi yang turut serta adalah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang akan diwakili oleh wasit dari beberapa negara seperti Qatar, Jepang, Cina, Arab Saudi, Yordania, Uzbekistan, dan Uni Emirat Arab.

Dari jumlah tersebut, delapan wasit akan menjadi wasit utama, salah satunya adalah Ma Ning, seorang wasit asal Tiongkok. Ia dikenal karena beberapa keputusan kontroversial yang merugikan Timnas Indonesia dalam beberapa pertandingan.

Keputusan Kontroversial Ma Ning

Salah satu insiden yang mencuri perhatian publik terjadi dalam pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Irak di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dalam laga tersebut, Ma Ning membuat beberapa keputusan yang menuai kritik.

Pada menit ke-14, Jay Idzes dijatuhkan oleh Zaid Tahseen di dalam kotak penalti. Meski para pemain Indonesia meminta peninjauan VAR, Ma Ning tidak menghiraukannya. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan dari pelatih dan pemain Indonesia.

Di menit ke-66, Zaid menghalangi peluang gol Indonesia dengan menjatuhkan Ole Romeny. Meskipun Zaid merupakan pemain terakhir yang menyentuh bola, Ma Ning hanya memberikan kartu kuning kepada sang bek. Ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dalam penilaian wasit.

Pada menit ke-90+7, umpan Maarten Paes disundul Idzes dan mengarah ke Kevin Diks di kotak penalti. Meski Zaid tampaknya menyikut wajah Diks dalam perebutan bola, Ma Ning tidak melakukan peninjauan VAR. Ia justru menganggap Diks melakukan pelanggaran sebelum memberikan kartu kuning yang berujung pada kartu merah bagi Zaid.

Ma Ning juga tidak memberikan hadiah tendangan penalti untuk Indonesia, yang memicu protes dari para pemain. Akhirnya, Indonesia harus menerima kekalahan 0-1 dari Irak, sehingga mimpi mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026 pupus.

Representasi Asia Tenggara di Piala Dunia

Sementara itu, wasit dari Asia Tenggara absen dalam Piala Dunia 2026. Hal ini melanjutkan tren representasi terbatas kawasan ini di ajang sepak bola terbesar dunia. Sebelumnya, pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Muhammad Taqi Aljaafari dari Singapura menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara sebagai asisten wasit VAR.

Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Subkhiddin Mohd Salleh dari Malaysia bertugas sebagai wasit keempat dalam delapan pertandingan. Sementara Jeffrey Goh dari Singapura ditunjuk sebagai asisten wasit cadangan pada edisi yang sama.

Terakhir kali wasit dari Asia Tenggara memimpin pertandingan di Piala Dunia adalah dua dekade lalu ketika Shamsul Maidin dari Singapura memimpin tiga laga babak penyisihan grup di Jerman. Ia terkenal karena mengeluarkan kartu merah pertama dalam turnamen tersebut di pertandingan antara Trinidad & Tobago dan Swedia.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *