Patrick Kluivert Akan Tampil di Clash of Legends 2026
Eks pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, akan kembali ke Tanah Air untuk mengikuti ajang Clash of Legends antara Barcelona Legends dan DRX World Legends. Pemanggilan ini dilakukan oleh promotor acara untuk memastikan bahwa mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut bisa tampil dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 18 April 2026.
Kali ini, Patrick Kluivert tidak lagi berperan sebagai pelatih, tetapi akan tampil sebagai pemain. Nama pria berusia 49 tahun itu masuk dalam line-up Barcelona Legends. Ia memiliki sejarah panjang bersama klub asal Catalan tersebut, dengan mencetak 90 gol dari 182 penampilannya. Meski demikian, ia sempat menolak untuk tampil di Indonesia dalam duel Barcelona Legends vs DRX World Legends ini.
Alasan utamanya adalah karena Patrick Kluivert pernah gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini membuatnya menjadi sorotan publik. Namun, promotor Clash of Legends, Reza Subekti, mengaku berhasil meyakinkan Kluivert untuk kembali ke Indonesia.
“Cukup sulit untuk menyakinkan (Patrick Kluivert) agar mau tampil kembali,” ujar Reza Subekti kepada awak media. “Pada akhirnya kami sempat bertemu dan saya berhasil mengajaknya, dan dia setuju datang ke sini.”
Reza juga mempertahankan Kluivert terkait kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026. Menurutnya, kegagalan tersebut bukan sepenuhnya kesalahan Kluivert, melainkan tanggung jawab kolektif. “Itu adalah tanggung jawab kolektif. Tidak elok jika menyalahkan satu orang saja,” katanya.
Selain itu, Reza juga menyinggung soal posisi ranking FIFA yang berada di bawah negara lawan Timnas Indonesia, yaitu Irak dan Arab Saudi. Menurutnya, hasil tersebut dinilai realistis secara kompetitif. Untuk itu, ia berharap semua pihak tidak lagi menyalahkan satu individu.
Keamanan yang Dijamin untuk Patrick Kluivert
Untuk memastikan keamanan Patrick Kluivert, promotor mengambil langkah ekstra. Ini dilakukan menyusul adanya kekhawatiran terkait sentimen negatif pasca kegagalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia di bawah arahan Kluivert.
Pihak penyelenggara menjamin keamanan Kluivert bakal sama dengan Ronaldo Nazario da Lima yang akan menjadi manajer DRX Legends. “Saya bilang kepada dia untuk datang, dan saya jamin keamanannya di Indonesia. Saya juga mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap bersikap dewasa, jangan sampai melakukan sesuatu yang mencoreng nama baik bangsa,” tegas Reza.
“Kluivert dan Ronaldo pasti akan ada pengawalan spesial,” jelasnya.
Perubahan dalam Clash of Legends 2026
Clash of Legends 2026 ini dipastikan ada perubahan. Barcelona tidak akan melawan DRX World Legends yang dihuni 11 pemain legenda sepak bola dunia. Selain itu, laga ini juga akan dihiasi oleh beberapa pemain legenda sepak bola Indonesia seperti Firman Utima, Greg Nwokolo, Arthur Irawan, Irfan Bachdim, Ismed Sofyan hingga Maman Abdulrahman.
Dalam laga ini juga akan dipimpin oleh wasit legendaris asal Italia, Pierluigi Collina. Meski ada perubahan lawan, penyelenggara tetap ingin menghadirkan para legenda dunia.
Perwakilan Dewa United, Hardiyanto Kenneth, mengatakan bahwa dengan kehadiran mantan pemain seperti Del Piero, Ronaldo, hingga Cannavaro ini diharapkan tak hanya mencuri perhatian pecinta sepak bola Tanah Air saja. Namun, ini diharapkan bisa membuat negara tetangga di Asia Tenggara pun bisa menonton Clash of Legends ini.
“Intinya kita ingin memberikan sebuah tontonan yang bisa menjadi kenang-kenangan karena ini kan sejarah ya. Tentu kita memberikan penggantinya yang terbaik. Harga membengkak tidak masalah show must go on. Kita ingin memuaskan kerinduan para penggemar,” kata Hardiyanto Kenneth.
Dampak Ekonomi dan Branding Jakarta
Dengan semakin banyak mencuri perhatian pecinta sepak bola Asia Tenggara, anggota DPRD DKI Jakarta tersebut pun yakin bahwa ini bisa meningkatkan ekonomi Jakarta. “Jakarta ini secara ekonomi akan sangat terbantu, stigma kota global akan terwujud. Kita mengundang pemain bola legenda. Banyak sektor akan terbantu dari sektor UMKM, F&B, transportasi sampai okupansi hotel,” jelasnya.
Lebih dari itu, event ini juga diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang melalui exposure Jakarta di mata dunia. Mendorong pertumbuhan sport tourism, serta memperkuat positioning Jakarta sebagai Kota penyelenggara event internasional dan sekaligus bisa meningkatkan brand value Kota Jakarta di mata internasional.
“Harapan kita penonton tidak cuma dari Indonesia tapi mudah-mudahan fans dari negara tetangga juga akan datang,” tutur Hardiyanto Kenneth.












