Kehilangan Suami Saat Salat Jumat
Upik tidak pernah menyangka bahwa suaminya, Ujang Junaidi (50), akan pergi selama-lamanya setelah pamit pergi salat Jumat (3/4/2026) ke Masjid Raya Taqwa Palembang. Pada saat itu, Ujang sedang istirahat untuk salat Jumat seusai menjalankan rutinitas sebagai driver ojek online (ojol). Setelah salat Jumat, rencananya dia akan melanjutkan pekerjaannya menarik penumpang.
Namun, saat pergi salat Jumat, ternyata Ujang mengalami musibah di jalan hingga kehilangan nyawa. Dia tertimpa pohon saat melintas di Jalan Kapten A Rivai, simpang kantor Samsat, Palembang. Upik belum tahu dengan musibah yang telah menimpa suaminya itu. Dia hanya curiga saat orang ramai pulang dari masjid seusai menunaikan salat Jumat, suaminya tak kunjung pulang.
Ponsel Ujang ditinggal di rumah yang membuat Upik tidak bisa langsung menghubungi suaminya. Sementara itu, banyak panggilan masuk ke ponsel Ujang. Ponsel milik Ujang berada pada anaknya karena sebelum berangkat salat Jumat, Ujang sempat singgah ke rumah kakak iparnya di Jalan Natuna, Kapten A. Rivai, 20 Ilir. Usai salat Jumat, rencananya korban hendak lanjut menarik orderan penumpang.
“Memang rumah tinggal di Talang Kelapa, ke sini sekalian lihat anak. Tadi katanya habis salat mau ngojek lagi,” tutur Upik dikutip dari TribunSumsel.com. Akhirnya, Upik dan anak perempuannya, Sania mencari informasi keberadaan Ujang. “Tetangga bilang kalau ada ojol yang tertimpa pohon, jadi kami coba datang ke sana. Ternyata benar suami saya,” kata Upik.
Upik dan Sania tak kuasa menahan tangis sambil memegang wajah korban yang sudah terbujur kaku di kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Moh. Hasan Palembang. Ujang tewas dengan luka di kepala usai tertimpa pohon sekitar pukul 11.30 WIB. “Ayah, kenapa di sini?” ujar Sania, anak perempuan korban, sambil menangis.
Korban diketahui memiliki sepasang anak, satu perempuan dan satu laki-laki yang masih berkuliah dan duduk di bangku SMA. “Pak Ujang ini sehari-hari bekerja sebagai buruh, kadang mengecat juga. Sambilannya ngojek. Anaknya yang perempuan kuliah, yang laki-laki masih SMA,” kata salah seorang tetangga korban.
Tampak tetangga dan ketua RT tempat tinggal korban datang ke kamar jenazah untuk membantu proses selanjutnya serta menenangkan pihak keluarga.
Peristiwa Kecelakaan yang Membuat Kepiluan
Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Fauzi Saleh, mengatakan bahwa pada saat kejadian korban sedang melintas, tiba-tiba pohon yang ada di lahan kosong roboh dan menimpa korban hingga meninggal dunia. “Korban seorang pengemudi ojol meninggal dunia di TKP. Saat melintas, tiba-tiba pohon roboh. Akibatnya, korban mengalami luka di kepala,” ujar Fauzi saat berada di lokasi.
Saat ini, kendaraan korban telah dibawa ke Polsek Ilir Barat I agar keluarga bisa mengambilnya di sana. Sementara itu, pohon yang roboh telah dievakuasi oleh dinas terkait. “Kendaraan korban ada di polsek,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, warga di seputaran Jalan Kapten A. Rivai, Palembang dikagetkan dengan pohon roboh yang menewaskan seorang pria berjaket ojol di pinggir jalan, Jumat (3/4/2026), pukul 11.30 WIB. Pohon roboh itu berasal dari area dalam lahan kosong pinggir Jalan Kapten A. Rivai, seberang Kantor Samsat, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.
Adapun pria yang mengenakan jaket ojol ini mengendarai sepeda motor Honda Revo warna hitam nopol BG 4568 ACN. Pria berjaket ojol tersebut tewas tertimpa pohon saat sedang melintas di tempat kejadian.
Hal ini diungkap Feri (47), salah satu pengemudi ojol yang melihat kejadian, mengatakan bahwa korban pada saat itu sedang melintas kemudian tiba-tiba pohon itu terjatuh. “Saya sedang memutar arah lalu tiba-tiba pohonnya roboh. Keras suaranya. Ternyata kena orang, korban ini kebetulan sedang melintas,” ujar Feri.
Adapun kondisi korban dikabarkan mengalami pendarahan di kepala belakang serta tidak menggunakan helm. “Kalau dilihat sekilas saya tidak kenal. Dan juga korban ini cuma bawa KTP, alamatnya di Talang Kelapa,” katanya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












