Daerah  

Puan Soroti Banjir Demak yang Terus Terjadi, Kali Ini Tewaskan Bocah

Peristiwa Banjir di Kabupaten Demak

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan terhadap banjir besar yang terjadi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Banjir ini menewaskan seorang anak berusia 8 tahun dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Ia meminta agar masalah banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut segera ditangani dengan lebih baik.

Banjir besar di Demak disebabkan oleh jebolnya tanggul serta meluapnya air Sungai Tuntang pada Jumat (3/4) pagi. Air menggenangi permukiman, fasilitas umum, hingga lahan pertanian. Tanggul yang jebol tercatat berada di beberapa titik dengan panjang sekitar 30 meter, 10 meteran, dan 15 meter.

Satu anak berusia 8 tahun warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, meninggal dunia akibat banjir. Korban hanyut terbawa arus banjir saat tanggul Sungai Tuntang jebol pada Jumat (3/4) siang.

Menurut data sementara dari BPBD Demak, banjir merendam delapan desa di empat kecamatan. Hingga Sabtu (4/4), sebanyak 2.839 warga harus mengungsi akibat bencana tersebut.

Puan menekankan pentingnya keselamatan masyarakat dan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Demak. Ia menyarankan agar bantuan diberikan kepada warga yang mengungsi maupun yang memilih tinggal di rumahnya sendiri. Selain itu, bantuan juga diperlukan untuk membersihkan reruntuhan rumah yang rusak berat akibat banjir.

Banyak rumah di Demak mengalami kerusakan berat setelah banjir. Beberapa hanya menyisakan atap, bahkan ada yang hanya tersisa fondasi dan tidak lagi bisa ditempati. Warga terdampak mengungsi di sejumlah titik dan sebagian membutuhkan penanganan kesehatan.

Puan menegaskan pentingnya penanganan kesehatan bagi warga korban banjir. Ia menyarankan instansi terkait melakukan jemput bola dengan memeriksa kondisi di setiap wilayah maupun pengungsian.

Selain berdampak pada warga, banjir juga merendam ribuan rumah. Sebanyak 10 fasilitas pendidikan dan 15 fasilitas ibadah turut terdampak. Seluas 671 hektare lahan persawahan di Kabupaten Demak juga terendam.

Puan menilai banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang menunjukkan kurangnya mitigasi bencana di wilayah rawan. Ia menyoroti bahwa dampak banjir tidak hanya dalam bentuk genangan air, tetapi juga bagaimana sistem perlindungan negara bekerja terhadap wilayah berisiko.

Ia menyarankan agar masyarakat diberi penjelasan yang lebih terbuka mengenai apakah titik tanggul yang jebol memang sudah masuk dalam peta kerentanan prioritas. Selain itu, evaluasi teknis dilakukan sebelum kejadian dan alasan mengapa wilayah yang berkali-kali menghadapi tekanan serupa masih mengalami kerusakan dengan konsekuensi yang hampir sama.

Puan menambahkan bahwa ketika kejadian berulang terus muncul di kawasan rawan, masyarakat berhak mengetahui apakah masalah utama terletak pada kapasitas teknis, kecepatan respons, atau ketepatan prioritas kebijakan.

Yang paling mendesak saat ini adalah memastikan dampak terhadap rakyat tidak berkembang lebih jauh. Petani harus memperoleh kepastian agar musim tanam tidak hilang seluruhnya, warga terdampak harus mendapat perlindungan sampai aktivitas hidup mereka pulih. Langkah korektif terhadap infrastruktur harus dilakukan dengan logika pencegahan, bukan semata perbaikan setelah kerusakan.

Ancaman Fenomena El Nino

Selain banjir di Demak, Puan juga menyoroti ancaman fenomena El Nino yang dapat memicu kekeringan dan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Juni hingga Agustus 2026.

Terutama ketika dampaknya paling cepat dirasakan oleh kelompok yang ruang bertahannya paling sempit, seperti petani kecil, pekerja harian, dan rumah tangga berpenghasilan rendah.

Puan menilai potensi kemarau panjang, khususnya di Pulau Jawa, tidak bisa diperlakukan sebagai peringatan rutin tahunan karena wilayah tersebut merupakan pusat produksi pangan nasional.

Ketika produksi terganggu di wilayah utama, yang terdampak bukan hanya sektor pertanian, tetapi juga dapur rumah tangga masyarakat yang lebih dulu merasakan kenaikan harga sebelum negara sempat menjelaskan situasinya.

Maka, Pemerintah dari berbagai instansi harus mampu menyiapkan sistem yang efektif sebagai bentuk antisipasi demi memastikan dampak El Nino Ekstrem tak banyak mempengaruhi kesejahteraan rakyat.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *