Arus Balik Lebaran 2026 Masih Tinggi di Jalur Pantura Cirebon
Jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Cirebon masih mengalami peningkatan arus kendaraan yang cukup signifikan akibat perjalanan kembali masyarakat setelah merayakan Lebaran 2026. Hingga Kamis (26/3/2026) malam, tercatat sebanyak 69.956 kendaraan melaju ke arah Jakarta, sementara sekitar 60 persen dari pemilir belum kembali ke daerah asalnya.
Pemilir adalah istilah yang digunakan untuk menyebut para pemudik yang kembali ke kota perantauan setelah merayakan lebaran di kampung halaman. Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon, Yeye Mulyana menjelaskan bahwa tingginya volume kendaraan menunjukkan bahwa arus balik masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Menurut Yeye, hingga pukul 19.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintasi jalur Pantura menuju Jakarta mencapai 69.956 unit, dengan dominasi sepeda motor sebanyak 54.457 unit. Secara keseluruhan, Dishub mencatat total kendaraan yang telah melintas di jalur tersebut selama periode arus mudik dan balik tahun ini mencapai sekitar 320 ribu unit.
Sementara itu, pada arus mudik sebelumnya, jumlah kendaraan yang melintas menuju arah Jawa Tengah mencapai 687.573 unit. Yeye juga menyampaikan bahwa jumlah pemilir yang telah kembali saat ini baru sekitar 40 persen. Artinya, mayoritas masyarakat masih akan melakukan perjalanan arus balik dalam waktu dekat.
Ia memprediksi lonjakan arus kendaraan akan kembali terjadi mulai Jumat hingga akhir pekan. “Prediksi ke depan mungkin dari hari Jumat ada peningkatan, kemudian Sabtu dan Minggu juga kemungkinan masih ramai,” jelas Yeye.
Meski volume kendaraan tinggi, kondisi lalu lintas di Jalur Pantura Kota Cirebon hingga saat ini masih terpantau terkendali. Pengaturan arus lalu lintas masih mengandalkan alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL) tanpa rekayasa tambahan.
“Sementara ini di Kota Cirebon tidak ada rekayasa lain karena semuanya masih terkendali dan cukup menggunakan APIL saja,” katanya. Menariknya, pada arus mudik dan balik tahun ini tidak diberlakukan penutupan jalan seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini justru memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk tetap beraktivitas normal.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya ada penutupan jalan, tapi tahun ini tidak ada sehingga aktivitas masyarakat setempat tetap berjalan,” ujarnya. Menurut Yeye, pola perjalanan masyarakat yang lebih tersebar turut membantu mengurai kepadatan, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan dalam satu waktu tertentu.
Pengamanan Arus Balik Dilanjutkan Melalui KRYD
Polres Cirebon Kota memastikan pengamanan arus balik tetap berjalan meski Operasi Ketupat 2026 telah resmi berakhir pada Rabu (25/3/2026) pukul 24.00 WIB. Pengamanan kini dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi kepadatan kendaraan yang masih tinggi, khususnya di jalur arteri Pantura.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar menegaskan bahwa berakhirnya Operasi Ketupat bukan berarti pengamanan dihentikan. Ia menyebut, seluruh jajaran tetap siaga untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta patroli di titik-titik rawan kepadatan.
Konsentrasi pengamanan difokuskan pada jalur utama arus balik serta kawasan strategis seperti pusat perbelanjaan dan objek wisata yang masih ramai dikunjungi masyarakat. “Selain itu, potensi gangguan keamanan seperti kejahatan jalanan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan KRYD,” ucap Eko.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan arus balik. “Kami mengimbau masyarakat yang melaksanakan perjalanan arus balik agar tetap berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” kata dia.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












