Pertandingan Perkasa 2026 di Bandung Pertemukan Tim Senior dan Junior

Pertandingan PERCASI Invitation Match 2026 Di Bandung

Pertandingan catur kembali digelar di Kota Bandung dengan ajang yang diberi nama PERCASI Invitation Match 2026. Ajang ini menjadi momen penting dalam memperkuat kompetisi antara generasi senior dan junior pecatur Tanah Air. Dalam pertandingan ini, dua tim utama yaitu Tim Senior dan Tim Young Stars saling bertarung untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

Total peserta yang terlibat dalam ajang ini adalah sebanyak 24 pecatur, masing-masing terdiri dari 12 pemain undangan. Ajang ini mengacu pada regulasi FIDE, di mana setiap pemain diberikan waktu 90 menit dengan tambahan 30 detik sejak langkah pertama. Selain itu, batas keterlambatan ditetapkan maksimal 30 menit.

Ketua Percasi, GM Utut Adianto, menyebutkan bahwa ajang ini tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan jangka panjang bagi pecatur Indonesia. Program pelatihan junior telah berjalan hampir dua tahun di bawah arahan GM Susanto Megaranto. Hasil positif telah terlihat dari lahirnya talenta-talenta muda seperti Latisa, Sofira, Satria Duta Cahaya, dan Nayaka Budhidharma.

Kompetisi Antara Senior dan Junior

Utut menjelaskan bahwa pertemuan antara junior dan senior bukan sekadar kompetisi, melainkan ajang pembelajaran langsung. Meskipun secara teknis para senior lebih unggul karena pengalaman, dari segi fisik, pertandingan akan tetap terbuka bagi para junior. “Di lihat secara teknis, senior lebih kuat, tapi hasil belum tentu. Ini juga adu daya tahan karena sehari bisa dua kali bertanding,” ujar Utut.

Hasil dari ajang ini memiliki dampak signifikan. Juara tiga besar dari kategori senior akan mendapatkan kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia Senior yang akan digelar di Vrnjačka Banja, Serbia, November 2026. Sedangkan para pemain muda terus ditempa melalui berbagai turnamen internasional. Salah satunya adalah Satria Duta Cahaya yang kini berlaga di Novi Sad, Serbia.

Peran Pelatih dan Pengalaman Bertanding

Utut mengapresiasi kontribusi pelatih Susanto Megaranto dan Tirta Chandra yang dinilai sukses meneruskan ilmu kepada generasi berikutnya. Kepala Pelatnas Junior, Susanto Megaranto, berharap ajang ini menjadi ruang pertukaran pengalaman antara generasi. “Mudah-mudahan para pecatur muda bisa mengambil ilmu dari para senior, sementara yang senior berbagi pengalaman dan junior menyerap hal-hal baik,” kata Susanto.

Salah satu peserta, Laysa Latifah, mengungkapkan keinginannya untuk memanfaatkan turnamen ini sebagai sarana belajar. Menurut Laysa, ia mencari pengalaman dan “mencuri” ilmu dari para senior yang sudah kaya pengalaman. “Mungkin dari sisi fisik kami lebih unggul, tapi dari segi teknis mereka jauh lebih kuat,” ujar Laysa.

Sistem Pertandingan dan Konsistensi

PERCASI Invitation Match 2026 menggunakan sistem Scheveningen dengan total 12 babak. Setiap pemain dari Tim Senior akan menghadapi seluruh pemain dari Tim Young Stars, sehingga konsistensi menjadi faktor krusial dalam menentukan hasil akhir.

Bayu Purnomo

Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *