Kasus Pembunuhan Dwintha Anggary: Seorang Pria Asal Irak Diduga Tega Bunuh Mantan Istrinya
Dewhinta Anggary (37), cucu dari seniman Betawi legendaris Mpok Nori, ditemukan tewas di rumah kontrakannya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Kejadian tragis ini terjadi pada Jumat (20/3/2026) malam dan korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di lantai kamar sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Pelaku adalah Mantan Suami Sirinya
Korban dibunuh oleh mantan suami sirinya yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Irak bernama Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad. Motif pembunuhan diduga kuat karena rasa cemburu dan penolakan korban untuk diajak rujuk.
Fuad sebelumnya telah berpisah dengan Dewhinta, namun ia masih tinggal di lingkungan yang sama. Hal ini disampaikan oleh ketua RT setempat, Nurgiyanto, yang menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari pelaku sebelum kejadian.
Kehidupan yang Penuh Konflik
Hubungan antara Dewhinta dan Fuad sebenarnya sudah bermasalah sejak beberapa bulan sebelum kejadian. Beberapa hari sebelum pembunuhan, mereka kerap terlibat pertengkaran yang dipicu rasa cemburu Fuad terhadap korban. Bahkan, sebulan sebelum kejadian, Fuad disebut sempat melakukan kekerasan terhadap korban, membuat keluarga merasa takut.
Menurut Panit 2 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Fechy J Ataupah, hubungan keduanya memburuk setelah Fuad melihat korban berjalan bersama pria lain saat menghadiri acara bazar Ramadan. Peristiwa ini memicu pertengkaran hebat di lokasi bazar sebelum akhirnya keduanya berpisah.
Kronologi Pembunuhan
Pada malam harinya, Fuad mendatangi kos Dewhinta. Saat itu, ia menemukan korban sedang berada di dalam kamar bersama pria yang sebelumnya ditemui di bazar. Keduanya kembali terlibat cekcok mulut, dan korban mengusir pelaku dari rumah kontrakannya.
Namun, Fuad kembali ke kontrakan korban setelah merenung dan emosinya tidak terkendali. Ia membawa pisau dari indekosnya dan masuk ke kamar korban. Setelah terjadi pertengkaran, Fuad mencekik leher korban. Ketika korban berusaha memberontak, Fuad langsung mengambil pisau dan menganiaya korban hingga tewas.
Penemuan Jenazah dan Penangkapan Pelaku
Jasad Dewhinta ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di kamar kontrakannya. Ibu korban sempat datang ke kontrakan anaknya, tetapi pintu dalam kondisi terkunci dari dalam. Tak lama kemudian, kakak korban mencoba mengecek dan menemukan jenazah korban dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazah korban lalu dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sementara itu, tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Timur dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat memburu pelaku. Setelah keberadaannya teridentifikasi, Fuad berhasil ditangkap di sebuah bus di ruas Jalan Tol Tangerang-Merak KM 68, Sabtu siang.
Pelaku kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Keluarga Minta Hukuman yang Setimpal
Saudara korban, Dana Seftia, mengungkapkan bahwa Fuad sering bertindak kasar terhadap korban. Meski keluarga tidak begitu mengenal Fuad karena keterbatasan bahasa, mereka mengetahui bahwa pelaku sering menggunakan nada tinggi saat berbicara kepada Dewhinta.
Dana meminta agar Fuad dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. “Yang penting tolong dibantu terus saja biar perkembangan ini berlanjut terus, biar pelaku juga dihukum seadil-adilnya,” katanya.
Kakak korban, Aji, mengaku ditanyai penyidik tentang korban selama 12 jam. “Capek banget ini. Pertanyaannya sudah banyak, tentang korban,” ujarnya.












