Penangkapan Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori di Tol Merak
Polisi berhasil menangkap FD, terduga pelaku pembunuhan Dewhinta Anggary, cucu dari seniman legendaris Betawi sekaligus pelawak Mpok Nori, di Tol Merak pada Sabtu pukul 13.30 WIB. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan olah TKP di kontrakan korban di Gang Daman I, Cipayung, tempat korban ditemukan tewas dengan luka di leher sekitar pukul 03.00 WIB.
Meskipun tidak ada barang berharga yang hilang, kecurigaan keluarga langsung mengarah pada FD yang baru berpisah satu bulan dengan korban. Pelaku kini telah diamankan di Mapolda Metro Jaya.
Tim Gabungan Bergerak Cepat Meringkus Pelaku
Tim Gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bergerak cepat meringkus pelaku pembunuhan keji terhadap Dewhinta Anggary, cucu dari seniman legendaris Betawi sekaligus pelawak Mpok Nori. Pelaku berinisial FD, yang merupakan mantan suami korban, berhasil dibekuk di ruas Tol arah Merak atau Jalan Tol Jakarta–Merak, Sabtu (21/3/2026) siang, saat berusaha melarikan diri ke luar kota.
Penangkapan kilat ini mengakhiri pelarian FD hanya berselang sekitar 10 jam setelah jasad korban ditemukan mengenaskan di rumah kontrakannya kawasan Gang Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Penemuan jenazah yang bersimbah darah pada Sabtu dini hari tersebut sempat menggegerkan warga sekitar dan keluarga besar sang pelawak legendaris.
Kronologi Penemuan Jasad Korban
Cucu Mpok Nori yang tewas dibunuh bernama Dewhinta Anggary. Korban ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB dalam kondisi terkapar bersimbah darah dengan luka pada bagian leher dan tubuh atas. Penemuan bermula saat ibu dan adik korban hendak membangunkannya untuk bekerja.
Kerabat korban, Sania Destiani (16), mengungkapkan saat itu pintu kontrakan dalam keadaan terkunci dari dalam. Adik korban kemudian masuk melalui jendela yang terbuka untuk membuka pintu. “Pas datang pintu kontrakan terkunci. Jadi adiknya masuk lewat jendela, lalu membukakan pintu. Di situ kakak sudah terkapar,” ujar Sania.
Keluaarga yang panik, langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Cipayung dan Polda Metro Jaya tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya barang berharga yang hilang di dalam kontrakan korban. Ponsel milik korban bahkan masih berada di lokasi.
Jenazah Dewhinta sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
Pembunuh Cucu Pelawak Mpok Nori Ditangkap
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari pihak kepolisian, pelaku pembunuhan diduga adalah mantan suami korban berinisial FD. Keduanya diketahui baru berpisah sekitar satu bulan terakhir. “Pelakunya mantan suaminya sendiri. Sudah tidak tinggal bareng, karena dia yang minta pisah,” kata Sania.
Pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat hendak melarikan diri. FD ditangkap di ruas tol arah Merak pada Sabtu siang sekitar pukul 13.30 WIB. Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, membenarkan penangkapan tersebut dan menyatakan pelaku kini telah diamankan di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga terus mendalami motif di balik aksi pembunuhan yang menewaskan cucu dari ikon seni Betawi tersebut.
Riwayat Mpok Nori
Hj. Nuri Sarinuri binti Kenan dikenal sebagai Mpok Nori adalah artis pemeran, pelawak dan pelenong Indonesia. Nori merupakan salah satu ikon Komedi Betawi, yang juga pendiri Grup Lenong Sinar Noray. Ketika kecil, Nori bercita-cita menjadi jururawat, tetapi kandas karena dilarang oleh orang tuanya.
Mpok Nori merupakan anak dari Kenan (Baba Kenan) dan Mak Kemah, pemain rebab dan gendang yang kemudian membentuk grup Topeng Betawi yang bernama Gang Makyong. Selain orang tua yang bergelut di dunia seni, sang kakak bernama H. Nasir juga seorang seniman topeng. Sebagai seniman, Mpok Nori juga diamanatkan orang tuanya untuk tetap menghidupkan kebudayaan Betawi.
Mpok Nori meninggal dunia pada 3 April 2015 setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur karena penyakit asma bawaan dari keturunan. Sesuai wasiatnya, mendiang Hj. Nori dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












