Kecelakaan di Majalengka, 6 Pemudik Tewas

Kecelakaan Maut di Majalengka dan Jakarta Utara

Enam pemudik meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam. Selain korban tewas, 15 orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban merupakan warga asal Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, yang menjadi penumpang mobil travel Isuzu Elf.

Mereka sehabis mudik ke Tasikmalaya, kemudian melintasi Pangandaran hingga Majalengka. Saat dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Pandu Renata Surya membenarkan peristiwa itu. “Itu total penumpangnya 21 orang. Tiga tewas saat kejadian. Nah, tadi kami dapat informasi lagi bertambah tiga yang meninggal menjadi enam orang,” ujar Pandu, Selasa (24/3/2026).

Menurut Pandu, kecelakaan itu dialami Isuzu Elf nomor polisi Z 7012 CN. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, mobil travel itu melaju dari arah Panjalu menuju Cikijing. Dugaan sementara, sopir mengantuk sehingga menyebabkan kendaraan oleng hingga masuk ke dalam parit. Kondisi jalan di lokasi kejadian berkontur menurun dan menikung.

“Kendaraan Isuzu Elf Microbus nomor polisi Z 7012 CN dalam keadaan terguling di dalam parit,” katanya. Salah satu korban selamat mengatakan, sebelum kecelakaan pengemudi terlihat kelelahan. Tidak lama kemudian saksi mendengar teriakan penumpang dan melihat pengemudi berusaha menghindari sepeda motor dan mobil yang berada di depannya. Sopir kemudian membanting setir ke arah kanan, yang akhirnya menyebabkan kendaraan mengalami kecelakaan.

Kecelakaan Maut di Jakarta Utara

Kecelakaan maut juga terjadi di Jalan Marina Raya, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibatnya, dua orang tewas dan tujuh orang terluka. Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Utara AKP Edy Wibowo menjelaskan, kecelakaan itu melibatkan mobil Toyota Fortuner yang menabrak dua mobil dan empat motor.

Awalnya Fortuner yang dikemudikan Chairul Halim (55) itu menyeruduk dua mobil. Chairul kemudian terus melaju dan kembali menabrak empat sepeda motor di beberapa titik di Jalan Marina Raya. “Akibat dari kecelakaan lalu lintas tersebut, dua orang meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka-luka serta kendaraan dan fasilitas umum mengalami kerusakan,” ujar Edy, Selasa (24/3/2026).

Dua korban tewas yaitu pengendara motor Honda PCX berinisial AS dan pengendara motor Yamaha Aerox berinisial CR. Sementara, korban luka yakni dua pengendara berboncengan motor PCX berinisial RAA dan TS, dua pengendara motor Beat berinisial SP dan MS, dua penumpang motor PCX yang dikendarai AS berinisial HK dan AAF, serta penumpang motor Aerox yang dikendarai CR berinisial MY. Seluruh korban luka dilarikan ke RS PIK untuk mendapatkan perawatan medis.

Pengaruh Alkohol pada Pengemudi

Chairul Halim (55), pengemudi mobil Fortuner yang menabrak dua mobil dan empat motor di kawasan PIK, ternyata berkendara dalam pengaruh alkohol. Hal tersebut dikonfirmasi Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani. “Alkohol iya, narkoba tidak,” ucapnya, Selasa (24/3/2026). Saat ditanya apakah Chairul baru saja pulang dari sebuah kelab malam, Ojo menjelaskan hal tersebut masih dalam proses pendalaman.

Saat ini Chairul ditahan di kantor Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, bekas kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil Fortuner dan enam kendaraan di kawasan PIK masih terlihat jelas sehari setelah kejadian, Selasa (24/3/2026). Berdasarkan pantauan di Jalan Marina Raya, tepatnya di depan Rumah Sakit PIK, sejumlah kerusakan tampak di area bundaran tempat kendaraan tersebut akhirnya berhenti.

Tiang lampu di bundaran terlihat bengkok diduga akibat tertabrak. Di sekelilingnya, semak-semak tampak rusak parah hingga nyaris tak menyisakan daun. Selain itu, terlihat jejak hangus berwarna hitam di atas rumput, disertai tumpukan batu bata merah yang hancur dan berserakan. Sejumlah pecahan komponen mobil berwarna hitam juga masih ditemukan di lokasi kejadian. Tak jauh dari situ, tampak sebuah beton berbentuk balok berwarna kuning-hitam yang turut terdampak.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *