Tabiat Asli Cucu Mpok Nori Terbongkar, Berubah Setelah Bekerja dan Cemburu

Kehidupan Anggi yang Tersembunyi di Balik Kebahagiaan

Anggi, seorang perempuan berusia 37 tahun, dikenal oleh keluarganya sebagai sosok yang baik, penurut, dan selalu murah senyum. Ia juga sangat penyayang terhadap anak-anak, terutama keponakan-keponakannya. Di mata keluarga, ia selalu memilih untuk mengalah meski sering mendapat teguran atau sindiran. “Korban itu baik banget, penurut, dan suka mengalah. Soalnya kadang kalau kita omelin atau sindir-sindir, dia cuma nyengir saja, murah senyum orangnya,” kenang kakaknya, Dian Puspitasari (40).

Namun, di balik sifat lembut dan ramahnya, Anggi ternyata menghadapi tekanan dalam hubungan pribadinya. Ia telah berpisah dari mantan suami sirinya, FD (49), pada awal Februari 2026. Meskipun sudah bercerai, FD diduga masih memantau dan membatasi kehidupan Anggi. Perubahan aktivitas Anggi setelah mulai bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disinyalir memicu rasa cemburu pelaku.

Kejadian Tragis yang Mengguncang Keluarga

Komunikasi terakhir antara keluarga dengan Anggi terjadi pada Kamis malam, sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah itu, komunikasi terputus karena kesibukan menjelang Lebaran. Dian sempat berpapasan dengan Anggi di hari yang sama saat hendak ke pasar. Belakangan, ia menyadari bahwa pelaku ternyata berada di belakang dan diduga membuntuti korban.

Peristiwa tragis ini menimpa Dewhinta Anggary (37) yang akhirnya ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Jalan Daman I, RT 08/RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Rumah tersebut kini tampak sunyi, dipasangi garis polisi yang melintang di bagian pintu dan jendela. Suasana di sekitar lokasi terlihat sepi, tanpa aktivitas penghuni.

Di luar rumah, terdapat sebuah handuk berwarna merah tergantung di tali jemuran yang membentang tepat di depan jendela. Di lantai teras, terdapat sepasang sandal, sebuah sapu, serta sejumlah barang pribadi yang tergeletak. Dua jendela rumah terlihat dalam kondisi terbuka dengan posisi miring ke arah luar, sedangkan pintu rumah tertutup rapat.

Penemuan Korban yang Menyedihkan

Dian Puspitasari, kakak kandung korban, melihat langsung kondisi adiknya saat ditemukan. “Posisinya sudah terlentang. Ada luka sayatan di leher, terus sama darah nempel di kasur dan jatuh ke ubin (lantai),” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Sebelum penemuan tersebut, keluarga sempat tidak menaruh curiga meski korban tidak merespons pesan. “Kami WA tumben enggak nyahut. Kondisi pintunya juga kan dikunci, jadi pikiran kita ya orangnya lagi pergi,” ujarnya.

Korban ditemukan tewas setelah ibu dan adiknya mencoba mengecek kondisi korban. Karena tidak ada respons, sang adik masuk melalui jendela yang terbuka dan mendapati korban telah meninggal dunia. “Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” ujar Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, dalam keterangannya, Sabtu.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *