Pendekatan Humanis dan Dialog Panjang dalam Relokasi Pedagang Jalan Vihara
Pemindahan ratusan pedagang dari Jalan Vihara ke Pasar Wage Purwokerto berjalan dengan lancar pada Minggu (22/3/2026) sore. Proses ini menjadi hasil dari pendekatan humanis dan dialog yang telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Proses Penataan yang Berlangsung Bertahun-Tahun
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (DKUKMP) Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menjelaskan bahwa penataan ini bukanlah proses instan, melainkan perjalanan panjang yang dimulai sejak beberapa tahun lalu. Ia menegaskan bahwa langkah ini menjadi titik balik dari perjuangan panjang untuk mengembalikan fungsi Jalan Vihara sebagai jalan umum.
“Memang prosesnya panjang. Trigger-nya justru dari masyarakat yang melakukan aduan lewat kanal lapak aduan bahwa fungsi jalan harus dikembalikan,” ujarnya.
Selain itu, dorongan juga datang dari pedagang yang berada di dalam Pasar Wage. Pemerintah kemudian membuka ruang diskusi yang panjang untuk mencari solusi terbaik. “Di samping itu, ada dorongan dari pedagang yang di dalam. Kita ngobrol, kita diskusi.”
Perubahan Pendekatan dan Kesadaran Bersama
Gatot mengakui bahwa setiap upaya penataan yang dilakukan sebelumnya kerap memicu penolakan, terutama dari pedagang yang berada di luar area pasar. “Setiap kali saya mau menata yang di dalam, pasti protes. Ketemu di ujung sini, Pak Toha dan teman-teman, menyampaikan keluhan kenapa yang di dalam ditata.”
Dari situ, pihaknya mulai mengubah pendekatan dengan merangkul pedagang di luar area pasar. “Akhirnya, saya berpikir, yang di luar itu memang bukan persil pasar tapi harus kita rangkul. Kita mulai ngobrol, diskusi, bahkan di forum-forum tidak resmi.”
Pendekatan ini dilakukan secara bertahap dengan membangun kesadaran bersama di kalangan pedagang. “Kita mencoba mengerucutkan, harus ada penyadaran. Kita datangi satu per satu. Dinamikanya banyak karena mereka sudah nyaman di situ.”
Proses Relokasi dan Persiapan Tempat Baru
Terkait proses relokasi, Gatot menargetkan pemindahan pedagang dari Jalan Vihara selesai dalam waktu singkat. “Malam ini, mereka kita pindahkan, dan besok pagi kita harapkan sudah clear semuanya. Kita juga bawa tim membersihkan dan membongkar. Ada yang bongkar sendiri secara sukarela, ada juga yang dibantu tim.”
Ia memastikan, apabila masih ada pedagang yang berjualan keesokan harinya, pendekatan persuasif tetap dikedepankan. “Kalau besok masih ada yang jual, kita lakukan pendekatan humanis lagi. Kita ingatkan.”
Semua pedagang, lanjutnya, telah mendapatkan tempat baru di dalam pasar, meski masih ada beberapa lokasi yang perlu penataan lanjutan. “Semua sudah dapat tempat, tinggal kita tata. Ada yang lokasinya belum dibersihkan, besok kita bersihkan.”
Langkah Awal Revitalisasi Pasar
Untuk ukuran lapak, menurutnya, bersifat variatif, menyesuaikan kondisi dan ketersediaan ruang. “Ukuran variatif, karena kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan. Ada yang sudah menempati, ada juga yang masih menunggu penataan di blok sebelah.”
Gatot juga menegaskan, penataan ini baru langkah awal dari rencana besar revitalisasi pasar. “Ini baru awal dari penataan. Kita belum selesai. Ke depan, kita upayakan revitalisasi di tahun depan. Kalau itu bisa terealisasi maka penataan akan lebih maksimal.”
Tanggal 22 Maret 2026, disebut sebagai hasil kesepakatan bersama antara para pihak terkait. “Itu kesepakatan antara P3W dengan P4WP. Kita jadikan titik ini sebagai awal untuk melakukan penataan.”
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memindahkan pedagang dari Jalan Vihara ke dalam area pasar. “Langkah awalnya adalah pemindahan pedagang dari Vihara ke dalam pasar.” Ke depan, pihaknya juga berencana melebur paguyuban pedagang agar tidak ada lagi sekat antar kelompok. “Ke depan, saya ingin tidak ada lagi P3W atau P4WP. Kita lebur jadi satu supaya tidak ada ego kelompok. Nanti, keanggotaannya mewakili semua.”
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












