Siswa SD Tewas Tertimpa Reruntuhan Sekolah di NTT

Kecelakaan di Sekolah SD Inpres Oepula, Satu Siswa Tewas



Sebuah bangunan sekolah SD Inpres Oepula di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami keruntuhan pada Rabu (18/3) petang. Kejadian ini menimpa sejumlah siswa yang sedang berteduh sambil bermain bola.

Bangunan yang roboh merupakan bangunan lama yang dibangun sejak tahun 1991 dan sudah tidak digunakan sejak tahun 2023. Saat itu tidak ada kegiatan belajar mengajar karena sedang libur hari raya. Namun, para siswa tetap berkumpul di lokasi tersebut untuk bermain bola.

Pada saat kejadian, cuaca sedang gerimis sehingga para siswa memilih berteduh di bawah bangunan lama. Sekitar pukul 18.43 WITA, tiba-tiba bangunan tersebut roboh menimpa para siswa. Salah satu korban, Noldi Kause (9), pelajar kelas I SD tertimpa bangunan langsung tewas seketika.

Sementara dua rekannya mengalami luka serius. Juliana Nenohai (13), pelajar SMP mengalami luka parah. Siswa lain yang menjadi korban yakni Mikael Jekson Nenoliu (9), mengalami luka pada bagian betis kiri kaki dan punggung.

Peristiwa Berawal dari Suara Dentuman Keras

Agustinus Talan, salah satu warga di RT 013/RW 003, Dusun B, Desa Nifukani, mengaku mendengar suara dentuman keras dari arah SD Oepula. Ia langsung berlari menuju ke arah suara tersebut dan mendapati bangunan SD Oepula roboh dan di dalam bangunan tersebut ada anak-anak yang sedang bermain bola.

Agustinus melihat korban Noldy Kause terkena runtuhan tiang sanggah bangunan bagian depan tepat di kepala korban yang mengakibatkan korban meninggal di tempat. Ia juga melihat belasan anak keluar dari reruntuhan bangunan. Ia bersama Mateos Nenoliu dan Yakobus Nenoliu mengecek ke dalam lokasi reruntuhan bangunan dan mendapati korban, Juliana Nenohai yang masih tertimpa reruntuhan bangunan.

Warga yang berdatangan kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah Soe. Agustinus mengaku, sebelum kejadian, sejumlah anak sementara bermain bola kaki di halaman depan SD Oepula. Namun karena cuaca gerimis, anak-anak berteduh di bawah bangunan tersebut sambil bermain bola.

Penanganan Awal oleh Tim Reaksi Cepat

Kepala BPBD Kabupaten TTS, Dianar Ari Aty, menjelaskan laporan awal Tim Reaksi Cepat (TRC) menyebutkan bahwa bangunan yang roboh merupakan gedung lama yang sudah tidak digunakan selama kurang lebih dua tahun. Bangunan yang runtuh diperkirakan memiliki ukuran sekitar 24 meter x 7 meter dari total luas sekolah 199,42 meter persegi.

“Korban meninggal dunia diketahui bernama Noldi Kause (9), siswa kelas 1 SD yang merupakan warga Desa Nifukani. Korban diduga tertimpa material bangunan saat berada di sekitar lokasi kejadian,” ungkapnya.

Tim TRC BPBD TTS yang berjumlah empat orang tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 20.20 WITA untuk melakukan penanganan awal serta pendataan. Penanganan di lokasi juga telah dilakukan oleh aparat Polres TTS bersama pemerintah setempat. Wakil Bupati TTS Army Konay juga langsung ke lokasi kejadian untuk meninjau langsung peristiwa tersebut.

Penjelasan Kapolres TTS

Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen menjelaskan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 18.43 WITA. Saat kejadian, sejumlah anak tengah bermain di sekitar lokasi sekolah. “Bangunan tersebut memang sudah tidak difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar sejak tahun 2023. Namun, sering digunakan anak-anak untuk bermain,” jelasnya.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Noldi Kause (9), seorang pelajar kelas 1 SD yang tertimpa reruntuhan tiang bangunan pada bagian kepala. Selain itu, dua anak lainnya mengalami luka-luka, masing-masing satu korban luka berat dan satu luka ringan.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat anak-anak bermain sepak bola di halaman sekolah. Karena cuaca gerimis, mereka berteduh di bawah bangunan tua tersebut. Tak lama kemudian, terdengar suara dentuman keras sebelum bangunan ambruk.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban dari reruntuhan. Salah satu korban luka berat segera dilarikan ke RSUD Soe untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolres TTS bersama jajaran langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta membantu proses evakuasi. Dari hasil sementara, diduga bangunan roboh akibat kondisi yang sudah lapuk dimakan usia. Bangunan tersebut diketahui telah berdiri sejak tahun 1991 dan tidak lagi layak digunakan.

“Ini menjadi perhatian bersama, baik pihak sekolah maupun masyarakat, agar lebih waspada terhadap bangunan tua yang berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak,” tegas Kapolres.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *