Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM di Jakarta
Seorang aktivis HAM, Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), menjadi korban penyiraman air keras yang diduga mengandung zat asam dengan tingkat korosif sangat tinggi. Peristiwa ini terjadi pada malam hari di Jalan Salemba I–Talang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Dampak Fisik yang Parah
Cairan yang disiramkan tidak hanya melukai tubuh korban, tetapi juga merusak bagian sepeda motornya. Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Muhammad Isnur, menyebut bahwa cairan tersebut bahkan membuat bagian speedometer motor korban melepuh. “Diduga itu adalah zat asam yang sangat kuat. Bajunya langsung terbakar, bahkan speedometer motor juga ikut melepuh,” ujarnya.
Kondisi tersebut menunjukkan betapa kuatnya daya korosi cairan tersebut terhadap tubuh korban. Setelah kejadian, Andrie langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan penanganan medis.
Perawatan Medis Intensif
Pada malam pertama perawatan, sekitar 20 dokter langsung menangani korban. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 22 dokter pada hari berikutnya. Tim medis terdiri dari berbagai spesialis, termasuk dokter mata, saraf, THT, kulit, penyakit dalam khusus pernapasan, serta dokter forensik.
Menurut hasil diagnosis awal, sekitar 24 persen bagian tubuh sebelah kanan Andrie mengalami luka bakar akibat zat asam tersebut. Luka bakar terjadi mulai dari kepala hingga badan bagian kanan. Kondisi paling mengkhawatirkan ada pada bagian mata. Andrie diketahui telah menjalani operasi pada bagian mata. Biaya operasi tersebut berasal dari sumbangan masyarakat sipil.
Pihak KontraS juga telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban untuk pendampingan korban.
Kronologi Penyiraman
Peristiwa penyiraman terjadi sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie tengah mengendarai sepeda motor. Dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor, diduga Honda Beat keluaran 2016–2021, mendekati korban dari arah berlawanan.
Pelaku yang mengemudi mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam. Sementara penumpangnya memakai penutup wajah hitam, kaus biru tua, serta celana jeans biru yang dilipat.
Saat berpapasan, penumpang motor tersebut menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban. Akibatnya, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya. Korban kemudian segera dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka bakar pada wajah, dada, kedua tangan, serta bagian mata.
Menteri HAM Desak Polisi Usut Tuntas
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengecam keras tindakan penyiraman air keras tersebut dan meminta aparat kepolisian segera mengungkap pelakunya. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan seperti ini tidak boleh terjadi di negara demokrasi.
“Saya meminta kepolisian mengusut tuntas kasus ini agar korban dan keluarganya mendapatkan keadilan,” kata Pigai. Menurutnya, keberadaan masyarakat sipil dan organisasi seperti KontraS sangat penting sebagai bagian dari mekanisme kontrol dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, kekerasan terhadap aktivis tidak boleh dibiarkan.
Pigai juga memastikan Kementerian HAM akan memberikan pendampingan kepada korban serta memantau perkembangan kasus tersebut.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












