Daerah  

Lampu Rusak Tumbang, Warga Kritik Kondisi Taman di Martapura

Insiden Lampu Taman yang Menimpa Anak di Taman Cahaya Bumi

Sebuah kejadian tidak terduga terjadi di Taman Cahaya Bumi, Martapura, Kalimantan Selatan. Saat sedang bermain di kawasan playground, seorang anak tiba-tiba tertimpa lampu taman yang ambruk. Kejadian ini menimbulkan kepanikan di lokasi dan menjadi sorotan masyarakat.

Dalam video yang dibagikan melalui platform TikTok, tampak suasana taman yang ramai dengan pengunjung. Banyak anak-anak sedang asik bermain di wahana perosotan, ayunan, dan area lainnya. Namun, tiba-tiba sebuah lampu setinggi sekitar 5 meter jatuh dan menimpa salah satu bocah yang sedang bermain. Anak tersebut langsung mengalami luka pada tangannya dan segera dilarikan menjauh dari lokasi.

Pengunjung di sekitar langsung panik dan berusaha membantu. Beberapa orang mencoba mengevakuasi bocah tersebut sambil memastikan kondisinya. Sementara itu, lampu yang jatuh kembali didirikan oleh pengunjung lainnya. Dalam unggahan video tersebut, disebutkan bahwa lampu yang jatuh memiliki ukuran besar dan terlihat seperti lampu pinggir jalan. Kondisi ini membuat para pengunjung merasa takut akan keselamatan mereka di area taman.

Taman yang Sering Digunakan Anak-Anak

Taman Cahaya Bumi merupakan tempat favorit bagi warga untuk bermain dan bersantai. Namun, insiden ini memicu kekhawatiran terkait kualitas infrastruktur yang ada. Banyak orang mulai mempertanyakan apakah taman tersebut layak digunakan sebagai tempat bermain anak-anak.

Selain insiden lampu yang jatuh, proyek Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS) juga sempat menjadi perhatian DPRD Kabupaten Banjar. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu, DPRD menyampaikan kekhawatiran terkait pelaksanaan proyek yang dikerjakan pihak ketiga. Meskipun secara administratif progres perencanaan dilaporkan hampir rampung, namun kondisi di lapangan dinilai belum optimal.

Evaluasi Proyek CBS yang Belum Maksimal

Anggota Komisi III DPRD Banjar, Irwan Bora, menegaskan bahwa RDP digelar sebagai bentuk kontrol legislatif atas penggunaan anggaran publik. Proyek CBS yang menyedot anggaran lebih dari Rp 8 miliar dinilai belum memberikan hasil maksimal. Dalam rapat tersebut, disebutkan bahwa perencanaan fisik di Dinas PUPR telah mencapai 99 persen, sementara DPRKPLH baru mencapai 90,77 persen.

Perbedaan ini dinilai sebagai indikator adanya masalah dalam pelaksanaan pekerjaan, terutama pada proyek taman CBS. DPRD juga menyoroti keterlambatan penyelesaian proyek yang seharusnya rampung pada akhir Desember 2025, namun hingga Februari 2026 masih belum sepenuhnya selesai. Hal ini memicu keluhan masyarakat, karena hasil pekerjaan dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan.

Pertanyaan tentang Peran Konsultan dan Kontraktor

Selain soal keterlambatan, DPRD juga mempertanyakan peran konsultan perencana yang ditunjuk oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPRKPLH. Dalam RDP terungkap adanya dugaan ketidaksesuaian kompetensi konsultan dengan jenis pekerjaan yang dilaksanakan. DPRD meminta evaluasi menyeluruh, bukan hanya ke kontraktor, tapi juga konsultan. Lisensi dan keahlian harus relevan dengan pekerjaan di lapangan.

RDP juga membahas langkah lanjutan yang akan ditempuh DPRD, termasuk rencana pemanggilan Kepala DPRKPLH untuk memberikan penjelasan langsung terkait pelaksanaan proyek CBS. DPRD turut meminta Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (ULP) melakukan evaluasi terhadap proses lelang dan pelaksanaan pekerjaan pihak ketiga.

Tindak Lanjut DPRD

Perwakilan DPRKPLH yang hadir dalam rapat belum memberikan keterangan kepada awak media usai RDP dan menyatakan masih menunggu arahan pimpinan. DPRD memastikan RDP lanjutan akan digelar dalam waktu dekat dengan melibatkan seluruh pihak terkait agar persoalan proyek RTH CBS dapat diselesaikan secara transparan dan akuntabel.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *