Daerah  

Ini alasan warga Banyuwangi dinyatakan tidak layak terima bansos

Proses Sanggah Hasil Seleksi Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Mulai Bergulir

Proses sanggah hasil seleksi program Digitalisasi Bansos di Banyuwangi mulai berjalan setelah warga yang dinyatakan “Tidak Layak” mengajukan keberatan terhadap data yang digunakan oleh pemerintah. Salah satu contohnya adalah Endang Kartika, warga dari Desa Olehsari, yang menolak data pemerintah yang menyebutnya memiliki mobil dan perahu, padahal kondisi keluarganya sangat sederhana.

Endang menjelaskan bahwa suaminya hanya bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan dirinya sendiri tinggal di rumah dan merawat dua anak. Rumah yang mereka tempati juga masih dalam status milik keluarga, dan kendaraan bermotor yang dimiliki hanya sepeda motor. Ia merasa tidak mungkin memiliki kendaraan seperti yang tercatat dalam data pemerintah.

Warga Diberi Kesempatan untuk Melakukan Sanggah

Digitalisasi Bansos telah memasuki tahapan Masa Sanggah setelah pengumuman hasil seleksi. Warga yang dinyatakan Tidak Layak mendapatkan kesempatan untuk mengajukan sanggah jika merasa data yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi riil mereka.

Endang mendapatkan pengumuman bansos dari petugas desa yang juga bertindak sebagai agen perlinsos. Ia dinyatakan Tidak Layak karena data pemerintah mencatat bahwa ia memiliki kendaraan roda empat, perahu, dan kapal motor. Hal ini membuatnya merasa kaget dan langsung mengajukan sanggah.

Pada proses sanggah, agen perlinsos membantu Endang mengisi formulir data-data yang benar, termasuk kondisi rumah, pekerjaan suami, dan kendaraan yang sebenarnya dimiliki. Endang mengaku bahwa beberapa waktu lalu sempat meminjamkan KTP kepada kerabatnya untuk keperluan kredit kendaraan bermotor.

Memberikan Feedback ke Pemerintah

Rahmat Danu Andika, Ketua Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTPD), menjelaskan bahwa digitalisasi bansos memberi ruang bagi seluruh warga untuk melakukan proses sanggah jika alasan yang tertera dalam pengumuman tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Menurut Andika, kasus Bu Endang seharusnya layak menerima bansos karena daya listrik PLN hanya 450 watt. Ia menegaskan bahwa negara memberikan kesempatan kepada warga untuk menyanggah dan memberikan feedback tentang kondisi sebenarnya.

Warga Diimbau Berhati-hati Terkait Data Adminduk

Data dari proses sanggah akan diverifikasi lintas kementerian dan instansi, termasuk BPS, untuk kemudian dicek validasinya. Warga yang benar-benar kondisinya sesuai dengan laporan sanggah akan diproses menjadi Layak Penerima bansos.

Andika menambahkan bahwa mekanisme sanggah ini secara tidak langsung mengajarkan warga untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan data adminduk seperti KTP, karena penggunaan data tersebut oleh pihak lain bisa berdampak pada pengajuan bansos.

“Hal ini membuat mereka yang seharusnya berhak mendapat bansos, akhirnya dinilai tidak layak. Yang rugi kan ya warga sendiri,” jelas Andika.

Ada yang Layak Terima Bansos

Selain Endang, ada juga warga lain yang berhasil dinyatakan Layak menerima bansos melalui program baru ini. Contohnya adalah Ibu Adiyah, yang sebelumnya tidak pernah menerima bansos. Ia tinggal sendirian di rumahnya dan bekerja sebagai tukang mengikat sayur. Ia mengaku senang karena sekarang dinyatakan Layak menerima bansos.

Pengumuman Bansos Diumumkan di Portal Perlinsos

Warga Banyuwangi yang telah melakukan pendaftaran bansos telah menerima hasil seleksinya sejak 2 Maret 2026 lalu. Pengumuman tersebut berisi informasi tentang apakah seseorang Layak atau Tidak Layak sebagai penerima bansos beserta alasannya.

Pengumuman bansos dapat dilihat di portal perlinsos https://perlinsos.kemensos.go.id/ melalui IKD. Warga juga bisa datang langsung ke kantor desa/kelurahan atau agen perlinsos yang telah melakukan pendaftaran ke warga.

Bagi warga yang tidak puas dengan hasil pengumuman karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan, bisa memanfaatkan fasilitas Sanggah.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *