Peristiwa Harimau Sumatera Menyerang Warga di Pelalawan
Pada malam hari tanggal 25 Februari 2026, seorang warga yang tinggal di Desa Teluk, Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau mengalami serangan dari harimau sumatera. Korban bernama Kohai, seorang pria berusia 32 tahun, diterkam oleh satwa liar tersebut di dermaga PT Satria Perkasa Agung (SPA) Desa Serapung.
Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan leher, khususnya di bagian belakang. Meskipun kondisinya cukup serius, nyawanya berhasil diselamatkan. Ia segera dibawa ke Puskesmas Kuala Kampar untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kondisi Medis Korban
Menurut Kepala Puskesmas Kuala Kampar, Hasniati Agusman, korban Kohai mengalami banyak luka di bagian kepala belakang, leher, dan telinga. Bahkan daun telinga sebelah kiri nyaris habis atau putus akibat gigitan dan cakaran harimau sumatera. Tim medis langsung memberikan perawatan dengan membersihkan luka dan menjahit setiap luka yang terbuka untuk mencegah pendarahan.
Kohai dinilai masih kooperatif dan dalam kondisi stabil. Ia bisa berkomunikasi dan berjalan, sehingga setelah penanganan awal, ia dirujuk ke rumah sakit untuk pengobatan lebih intensif. Awalnya, Puskesmas mencoba merujuk korban ke RS di Tanjung Balai Karimun, tetapi kamar perawatan penuh. Selanjutnya, korban dirujuk ke RS Embun Patimah di Kota Batam.
Proses Evakuasi dan Penanganan Darurat
Perjalanan dari Kuala Kampar ke Batam menggunakan speedboat memakan waktu sekitar dua jam. Setelah tiba di Batam, korban langsung mendapat perawatan medis. Hasniati Agusman menyebutkan bahwa proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala.
Sebelumnya, korban Kohai bersama lima orang temannya, yaitu Wiwik, Rudi, Sugianto, Nazar, dan Tirta, sedang menaiki kapal kayu bermotor atau pompong di wilayah perairan Desa Serapung. Mereka ingin mencairkan kayu crocok ke hutan Desa Serapung. Namun, karena air laut sedang surut, mereka memutuskan untuk menyandarkan kapal pompong di Dermaga PT SPA Distrik Serapung sambil menunggu air kembali pasang.
Peristiwa Serangan Harimau
Pada pukul 23.30 wib, secara tiba-tiba seekor harimau sumatera muncul dari arah daratan dan langsung menyerang korban. Satwa liar yang ganas itu keluar dari semak-semak di sekitar dermaga PT SPA. Rekan kerja korban, Wiwik, melihat jelas serangan tersebut dan langsung berteriak minta tolong.
Harimau tersebut kemudian pergi ke arah semak-semak dan meninggalkan korban di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas keamanan di Pos Dermaga PT SPA segera datang ke TKP untuk mengevakuasi korban serta mengamankan situasi di lapangan.
Setelah mendapatkan pertolongan pertama dari tenaga medis perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI), korban Kohai dibawa ke Puskesmas Kuala Kampar pada pagi hari tanggal 26 Februari 2026. Ia kemudian dirujuk kembali ke rumah sakit di Kota Batam menggunakan kapal pagi.
Koordinasi dengan BKSDA Provinsi Riau
Polsek Kuala Kampar dan PT SPA telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau terkait kejadian ini. Langkah-langkah pencegahan dan pemantauan akan dilakukan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.












