Penanganan Jalan di Jawa Tengah Menghadapi Pemangkasan Anggaran
Anggaran penanganan ruas jalan Provinsi Jateng mengalami pemangkasan signifikan pada 2026. Sebelumnya, pos anggaran tersebut mencapai Rp 1 triliun pada 2025, namun pada tahun ini hanya dialokasikan sebesar Rp 320 miliar atau turun sekitar 70 persen. Meski anggaran berkurang, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jateng tetap memastikan bahwa penanganan jalan provinsi dapat berjalan dengan baik, terutama menjelang Lebaran 2026.
Kepala DPUBMCK Jateng, Henggar Budi Anggoro, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penanganan seoptimal mungkin meskipun anggaran terbatas. “Soal anggaran penanganan ruas jalan turun jauh, 2025 kisaran Rp 1 triliun, tahun ini Rp 320 miliar. Namun, kami lakukan seoptimal mungkin,” ujarnya kepada Tribun Jateng.
Progres Penambalan Jalan
Pihaknya telah menambal 14.455 lubang jalan sejak 2 Januari 2026 hingga 25 Februari 2026. Saat ini, tinggal 3.400 lubang yang belum ditambal. Mayoritas jalan berlubang ditemukan di kawasan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Semarang sebanyak 1.116 lubang, Balai Tegal sekitar 1.000 lubang, Pati sekitar 900 lubang, dan Purwodadi 400 lubang.
Henggar menjelaskan bahwa sisa lubang tersebut akan diselesaikan dua pekan sebelum Lebaran, atau sekitar tanggal 7 Maret 2026. Selain itu, pihaknya juga akan menerjunkan tim sweeping atau tim pencari lubang baru untuk memastikan tidak ada lubang baru yang terlewat.
“Tim ini akan standby hingga H-7 Lebaran sampai Lebaran. Jadi mereka akan mencari semisal ada lubang baru agar segera ditambal,” jelasnya.
Langkah Realistis di Tengah Pemangkasan Anggaran
Menurut Henggar, langkah tambal sulam menjadi langkah realistis di tengah pemangkasan anggaran dan mepetnya waktu Lebaran. Untuk saat ini, pihaknya tidak mungkin melakukan tender karena tenggat Lebaran sudah cukup dekat. “Jadi alternatif tambal dulu, nanti selepas Lebaran baru kami lakukan perbaikan,” ujarnya.
Di tengah turunnya anggaran perbaikan ruas jalan, Henggar menyatakan bahwa kondisi jalan di Jateng yang mulus mencapai 94 persen dari total jalan sepanjang 2.441 kilometer. “Artinya, jalan yang belum mantap tidak terlalu panjang, sehingga kami lebih ringan bebabnya,” tuturnya.
Namun, ia menyebut bahwa tantangan terberat adalah penanganan ruas jalan yang menjadi langganan jalan rusak. Hal ini karena proses pengaspalan jalan sudah tidak efektif karena mudah tergerus ban truk Over Dimension Over Loading (ODOL).
Untuk mengatasi hal itu, langkah yang bisa dilakukan adalah dengan memasang jalan beton. Namun, anggaran untuk jalan beton perlu merogoh kocek dalam. “Pakai aspal dua lapis sudah tidak kuat menahan ODOL sama banjir, untuk mengakalinya pakai beton, tapi mahal. Untuk perbandingan saja, anggaran Rp 7 miliar bisa untuk aspal dua lapis sepanjang 4 kilometer, kalau dibeton hanya bisa jarak 850 meter,” terangnya.
Perbaikan Jalan Nasional
Adapun, sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Jateng dan DIY tengah diperbaiki menjelang arus mudik Lebaran 2026. Seluruh pekerjaan konstruksi ditargetkan dihentikan sementara mulai H-10 Lebaran.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jateng-DIY, Iqbal Tamher, mengatakan bahwa penghentian sementara itu mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Korlantas Polri.
“Kami targetkan H-10 Lebaran semua kegiatan di ruas jalan nasional wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta sudah dihentikan sementara. Setelah itu, baru dilanjutkan kembali usai arus mudik dan balik,” terangnya.
Ruas Jalan yang Diperbaiki
Panjang jalan nasional di wilayah Jateng-DIY mencapai 1.888,69 kilometer (km), terdiri atas 1.581,45 km di Jateng, dan 307,24 km di DIY. Berdasarkan survei Semester II/2025, tingkat kemantapan jalan nasional di Jateng-DIY mencapai 94,20 persen. Rinciannya, Jateng sebesar 93,47 persen dan DIY sebesar 97,96 persen.
Sejumlah ruas masih menjadi perhatian, terutama di jalur Pantai Utara (Pantura) dan sebagian Jalur Pantai Selatan (Pansela). Terdapat lima paket pekerjaan besar di Pantura yang dibiayai melalui SBSN dengan kontrak multiyears maupun singleyears. Paket tersebut meliputi Jalan Pemalang-Pekalongan sepanjang 9,71 km, Jalan Pekalongan-Batang-Plelen sepanjang 17 km.
Pekalongan-Batang-Plelen, kami kontrak pertengahan Januari karena hujan awal Januari. Itu teman-teman di lapangan juga pertengahan Januari sudah mulai penanganan, dan bersyukur alhamdulillah sudah mulai tertangani walaupun belum tuntas. Ini targetnya 17 kilo memang,” paparnya.
Penanganan Jalan Kaligawe
Di kawasan Kaligawe Semarang dilakukan peninggian jalan untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi. Penanganan dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Ditargetkan, sepanjang 700 meter ruas Kaligawe arah Demak sudah dapat difungsikan dengan konstruksi rigid menjelang H-10. Sisa pekerjaan akan dilanjutkan setelah Lebaran. “Nanti, setelah Lebaran, setelah H+10 baru kami lanjutkan lagi yang sisanya sampai di Terminal Terboyo,” jelasnya.
Proyek Lain yang Sedang Dikerjakan
Selain itu, Iqbal menyampaikan, pekerjaan perbaikan jalan juga dilakukan di Penjagan-Prupuk Tahap 2 sepanjang 9,22 km, dan ruas Jalan Tegal-Slawi-Wangon sepanjang 19,39 km untuk mendukung arus mudik lebaran menuju Banyumas, Purwokerto, dan Cilacap.
“Berikutnya ada paket-paket di wilayah sekitar Solo dan di daerah Kebumen sampai dengan Cilacap juga ada kegiatan. Tapi kami fokus untuk kesiapan di jalur Pantai Utara dan Jalur penghubung dari pejagan Slawi menuju ke Cilacap,” ucapnya.












