Menteri Kebudayaan Indonesia Berbicara tentang Potensi Budaya Nusantara
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menjadi pembicara dalam kegiatan Baitul Arqom Mahasiswa 2026 di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), pada hari Sabtu (21/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan berbagai pandangan mengenai peran dan potensi budaya Indonesia sebagai kekuatan global.
Fadli Zon menekankan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Mulai dari bahasa, tradisi lisan, manuskrip, adat-istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, pangan lokal, permainan tradisional, hingga seni. Dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah, Indonesia dikenal sebagai negara dengan megadiversity budaya. Hal ini menjadikannya berpotensi menjadi pusat kebudayaan dunia dan kekuatan besar di bidang kebudayaan.
Dalam forum tersebut, Fadli juga memperkenalkan gagasan “Out of Nusantara” untuk menegaskan posisi strategis Indonesia dalam sejarah migrasi manusia. Ia menyebut bahwa selama ini dunia mengenal teori “Out of Africa”, namun tidak menutup kemungkinan nenek moyang Nusantara bermigrasi ke kawasan Pasifik, Australia, bahkan Afrika. Temuan-temuan menunjukkan jejak kehidupan manusia purba di Nusantara telah ada sejak 60.000 hingga 70.000 tahun lalu. Temuan ini membuka ruang kajian baru mengenai kemungkinan arus migrasi manusia yang tidak selalu berpusat dari satu wilayah tertentu. Sehingga akademisi harus terus meneliti dan mendiskusikan peran kawasan Nusantara dalam peta peradaban dunia.
Ia menilai kajian tersebut penting sebagai fondasi pembangunan nasional sekaligus penguatan identitas bangsa. “Kita berharap museum-museum di Indonesia menjadi pusat edukasi dan etalase peradaban bangsa,” katanya.
Di bidang industri kreatif, Fadli menyinggung perkembangan film nasional yang dinilai semakin menunjukkan kemajuan. Ia mencatat bahwa film Indonesia kini menguasai sekitar 67 persen pangsa pasar domestik, yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap karya dalam negeri. Film Indonesia juga dinilai semakin mendapat pengakuan global melalui partisipasi di berbagai festival internasional seperti Festival Film Rotterdam, Berlin International Film Festival, Sundance Film Festival, hingga Festival Film Cannes. Partisipasi tersebut dinilai memperluas ruang apresiasi sekaligus memperkenalkan perspektif budaya Indonesia ke dunia.
“Kebudayaan adalah fondasi. Di mana pun latar belakang kita, tidak pernah bisa dilepaskan dari budaya,” tegasnya.
Pembentukan Karakter Mahasiswa
Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir S.Kep.Ns., M.Kep, menyampaikan bahwa program Baitul Arqom menjadi instrumen utama dalam pembentukan karakter mahasiswa. Jika sebelumnya program tersebut diperuntukkan bagi dosen dan karyawan, mulai tahun ini seluruh mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan tersebut untuk memperkuat identitas sebagai intelektual muda yang tangguh dan berkemajuan.
Menurutnya, nilai keagamaan dan kebangsaan merupakan fondasi penting dalam pendidikan karakter mahasiswa. “Pintar itu kalau tidak berbasis pada nilai moralitas, karakter, dan akhlakul karimah, maka akan kosong. Mahasiswa harus jujur, toleran, dan peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Umsura juga menyambut kunjungan Menteri Kebudayaan sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan karakter bangsa melalui jalur pendidikan. “Kami sangat terbuka untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, baik dalam membangun karakter mahasiswa maupun mewujudkan visi kebudayaan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Kehadiran Lebih dari 1.000 Mahasiswa
Kepala LPAIK UM Surabaya, Dr. Mukayyat Al-Amin, S.Sos., M.Sosio, melaporkan bahwa kegiatan Baitul Arqom tahun ini diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa yang terbagi dalam tiga gelombang. Untuk memastikan pembinaan berjalan optimal selama 24 jam penuh, panitia menerjunkan 20 instruktur pendamping dengan fokus materi pengenalan ideologi Muhammadiyah, gerakan organisasi, serta penanaman nilai-nilai dasar kepada mahasiswa sebagai kader bangsa.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












