Persiapan Matang Madura United Menghadapi Derby Jawa Timur
Madura United terus mempersiapkan diri dengan matang menghadapi laga penting melawan Arema FC dalam ajang Super League 2025-2026. Laga yang akan digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Kabupaten Pemekasan, Madura, Jawa Timur, pada Sabtu (21/2/2026) malam ini menjadi momen krusial bagi tim asuhan Carlos Parreira.
Meski berlangsung di tengah bulan puasa, intensitas latihan tetap dipertahankan oleh para pemain. Mereka menegaskan bahwa fokus dan kesiapan fisik serta mental tetap menjadi prioritas utama agar performa tidak menurun saat pertandingan berlangsung.
Adaptasi Fisik dan Mental Selama Ramadhan
Salah satu pemain Madura United, Ferian Rizki, menjelaskan bahwa adaptasi fisik dan mental menjadi kunci utama selama bulan suci ini. Menurutnya, persiapan harus lebih matang agar ritme permainan tetap terjaga.
“Untuk pemain, pastinya kami mempersiapkan dengan baik di tengah Ramadhan ini. Artinya persiapan harus lebih matang supaya tidak mengubah penampilan bagus,” ujar Ferian, Sabtu (21/2/2026).
Ferian juga menyebutkan bahwa seluruh pemain telah memahami gambaran permainan lawan dan langkah antisipasi yang harus dilakukan di lapangan. Target utama adalah mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Evaluasi Melalui Tayangan Pertandingan
Selain latihan fisik, skuad Madura United rutin melakukan evaluasi melalui tayangan pertandingan untuk mempelajari detail pergerakan pemain lawan. Hal ini menjadi bagian dari strategi untuk meredam ancaman dari striker tajam Arema FC, Gabi.
Ferian mengungkapkan bahwa ia sering mengevaluasi permainan Gabi sebagai bekal menghadapi duel tersebut. Ia menyebutkan bahwa Gabi sangat cepat, lincah, dan kontribusi golnya bagus. “Saya tahu Gabi sangat cepat, lincah, dan kontribusi golnya bagus. Jadi saya sering mengevaluasi permainannya, Insya’Allah bisa fight terus,” ujarnya.
Strategi Pertahanan yang Matang
Pelatih Madura United, Carlos Parreira, menegaskan bahwa timnya menjalani pekan persiapan yang produktif. Selain meningkatkan intensitas latihan, jajaran pelatih dan pemain juga melakukan diskusi mendalam untuk membaca kekuatan lawan.
“Kami melakukan persiapan yang bagus minggu ini. Kami banyak berdiskusi dengan pemain tentang kekuatan Arema dan menjalani latihan spesifik untuk mengantisipasi serangan mereka,” ujar Parreira.
Menurut Parreira, Arema FC memiliki lini serang yang cepat dan berbahaya, ditopang pemain-pemain depan berkualitas seperti Dalberto Luan Belo dan Gabriel Silva Costa alias Gabi, serta gelandang yang mampu menyuplai bola-bola matang.
Kehadiran Derby sebagai Motivasi Ekstra
Parreira menambahkan bahwa derby ini selalu menghadirkan motivasi ekstra. Perubahan komposisi pemain dan gaya bermain Arema FC menjadi tantangan tersendiri, namun juga memantik semangat seluruh skuat.
“Ini derby. Semua orang ingin bermain di pertandingan seperti ini. Para pemain sangat termotivasi,” pungkasnya.
Agenda tim masih akan ditutup dengan pertemuan internal pada malam hari sebelum laga. “Kami siap berkompetisi dengan baik,” tegas Parreira.












