10 fakta pembangunan Stadion Internasional Kalsel, dari Gambut ke Banjarbaru

Pembangunan Stadion Internasional di Kalimantan Selatan Mulai Dijalankan

Pembangunan Stadion Internasional di Kalimantan Selatan (Kalsel) kini mulai memasuki tahap pengerjaan. Keinginan Gubernur Kalsel, H Muhidin, untuk mewujudkan stadion bertaraf internasional akhirnya mendekati realisasi. Awalnya, rencana ini dibangun di Gambut, namun kini dipastikan akan berdiri di kota Banjarbaru.

Awal Wacana dan Janji Kampanye

Awalnya, pembangunan stadion ini hanya sebatas wacana yang disampaikan oleh Muhidin saat masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalsel. Ia melontarkan ide tersebut setelah bertemu dengan CEO PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, pada 6 Agustus 2024. Pada pertemuan itu, Hasnur memberikan jersey Barito Putera kepada Muhidin. Di bagian belakang jersey tertulis nama H. Muhidin dengan nomor punggung 6.

Muhidin menyampaikan rasa terima kasih atas hadiah tersebut dan menyebutkan keinginannya untuk membangun stadion sepakbola bertaraf internasional sebagai markas Barito Putera. Hal ini menjadi salah satu janji kampanyenya dalam Pilkada 2024.

Lokasi yang Dipilih

Lokasi awal pembangunan stadion direncanakan di kawasan Ahmad Yani KM 17, Kabupaten Banjar. Alasan pemilihan lokasi ini adalah karena letaknya yang strategis dan mudah dijangkau dari berbagai wilayah seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Barito Kuala, Pelaihari, hingga Banua Anam.

Namun, seiring dengan kepindahan ibu kota provinsi dari Banjarmasin ke Banjarbaru, pembangunan stadion ini pun bergeser ke kota tersebut. Kota yang kini menjadi pusat pemerintahan dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan infrastruktur olahraga.

Proyek Prioritas

Dalam era kepemimpinan Gubernur H Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, Pemprov Kalsel menetapkan tiga proyek infrastruktur besar sebagai prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Tiga proyek tersebut adalah:

  • Pembangunan Jembatan Pulau Laut
  • Stadion Berstandar Internasional
  • Jalan Poros Lintas Tengah yang menghubungkan Kabupaten Banjar hingga Kabupaten Tabalong

Proyek-proyek ini memiliki dampak strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas di daerah.

Hibah Lahan di Cempaka

Pemprov Kalsel sedang mengkaji hibah lahan dari Pemkot Banjarbaru untuk pembangunan stadion bertaraf internasional. Lahan seluas 22,9 hektare yang berlokasi strategis di Banjarbaru telah melalui berbagai tahapan perencanaan, termasuk Feasibility Study (FS), Finalisasi Fisik (FF), dan Detail Engineering Design (DED).

Lahan ini rencananya akan dialokasikan untuk stadion utama seluas 10 hektare, sementara sisanya digunakan untuk fasilitas olahraga pendukung, seperti lapangan latihan, gedung bela diri, dan arena lainnya.

Dana yang Disiapkan

Total pagu anggaran untuk proyek pembangunan stadion ini mencapai Rp1 triliun dalam skema tahun jamak (multi years) 2026–2028. Untuk proses pengadaan tanah, Pemprov Kalsel mengalokasikan sekitar Rp65 miliar, dengan total 88 pemilik lahan terdampak.

Penetapan lokasi menjadi tahapan awal yang krusial sebelum pekerjaan fisik dimulai. Pengadaan tanah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pagu Rp1 triliun tersebut dialokasikan untuk tiga tahun anggaran, dengan tahapan pengolahan dan perkuatan tanah serta pembangunan struktur awal pada 2026.

Perkembangan Terkini

Pemprov Kalsel telah menetapkan lokasi pembebasan lahan di Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru. Proyek ini disiapkan dengan total pagu anggaran Rp1 triliun dalam skema tahun jamak (multi years) 2026–2028.

Stadion Internasional akan dibangun di atas lahan seluas 28,769 hektare. Proyek ini menggunakan skema design and build, sehingga penyempurnaan desain dan pembangunan fisik berjalan bersamaan.

Target Penyelesaian

Pemprov Kalsel menargetkan progres signifikan sudah terlihat pada 2026–2027 dan stadion rampung sepenuhnya pada akhir 2028. Selain sebagai fasilitas olahraga berstandar internasional, stadion ini dirancang menjadi ruang publik representatif untuk kegiatan sosial, budaya, hingga agenda berskala besar, yang diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan menjadi ikon baru Banjarbaru.

Stadion internasional masuk dalam proyek strategis bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel bersamaan dengan rumah jabatan gubernur.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *