Perubahan Kalender BWF 2027-2030, Super 1000 Bertambah, Indonesia Open Diubah

Perubahan Besar dalam Kalender BWF World Tour 2027-2030

Badminton World Federation (BWF) telah mengumumkan perubahan signifikan dalam kalender BWF World Tour untuk periode 2027 hingga 2030. Perubahan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan hadiah uang, struktur kompetisi, hingga format turnamen. Era baru dalam dunia bulu tangkis dimulai dengan peningkatan kualitas dan jumlah pertandingan yang lebih banyak.

Peningkatan Hadiah Uang dan Struktur Turnamen

Salah satu perubahan terbesar adalah peningkatan hadiah uang di setiap level turnamen. Level Super 1000, yang merupakan level tertinggi dalam BWF World Tour, kini memiliki hadiah sebesar 2 juta dolar AS. Sebelumnya, hadiah tersebut hanya sebesar 1.450.000 dolar AS. China Open menjadi salah satu turnamen pertama yang menawarkan hadiah sebesar 2 juta dolar AS, dan hal ini akan menjadi standar baru untuk semua turnamen di level tersebut.

Selain itu, jumlah turnamen di level Super 1000 juga meningkat. Dari sebelumnya 3 hingga 4 turnamen, kini terdapat 5 turnamen setiap tahun. Denmark Open menjadi turnamen baru di level ini, sementara All England Open tetap bertahan sebagai salah satu turnamen paling bergengsi. Indonesia Open juga tetap berada di level tertinggi untuk empat tahun ke depan.

Format Turnamen yang Lebih Menarik

Turnamen Super 1000 akan mengalami perubahan dalam format kompetisi. Di sektor tunggal putra dan putri, jumlah peserta akan meningkat menjadi 48 pemain dari setiap sektor. Persaingan akan dimulai dengan babak penyisihan grup, kemudian dilanjutkan dengan fase gugur hingga final. Sementara itu, sektor ganda tetap menggunakan sistem gugur dengan 32 pasangan seperti sebelumnya.

Perubahan ini membuat durasi turnamen menjadi lebih panjang, yaitu 11 hari dalam 2 pekan, dibandingkan sebelumnya yang hanya 5 hari dalam seminggu. Semua pertandingan akan disiarkan secara lengkap, dengan total 1.095 pertandingan di setiap event World Tour Super 1000.

Perubahan di Turnamen Beregu

Di ajang beregu, seperti Sudirman Cup, Thomas Cup, dan Uber Cup, jumlah peserta akan meningkat dari 16 tim menjadi 24 tim. Durasi turnamen juga diperpanjang menjadi 12 hari. Selain itu, Kejuaraan Dunia akan diselenggarakan dalam dua fase, yaitu babak penyisihan grup dan fase gugur.

Meski jumlah pertandingan meningkat, BWF juga merencanakan penggunaan sistem poin yang lebih pendek, yaitu 3×15 poin daripada 3×21 poin. Rencana ini akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Umum Tahunan pada Mei mendatang.

Penyesuaian di Level Super 750 dan Super 100

Di level Super 750, jumlah turnamen berkurang karena beberapa turnamen naik kelas. Contohnya, Denmark Open naik ke level Super 1000, sedangkan Singapore Open turun kasta. Hong Kong Open, yang sebelumnya berada di level Super 500, kini bergeser ke level Super 750.

Level terbawah, Super 100, juga akhirnya terintegrasi dengan BWF World Tour. Belanda kembali menjadi tuan rumah dan menjadi satu-satunya negara di luar Asia di level ini.

Visi Masa Depan Bulu Tangkis

Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menyatakan bahwa visi masa depan bulu tangkis adalah menjadi olahraga global yang inklusif dan relevan. “Kami tidak hanya membentuk serangkaian turnamen, tetapi juga membentuk budaya, identitas, dan peluang,” katanya dalam rilis resmi.

BWF juga berkomitmen untuk menciptakan ekosistem yang lebih mendukung bagi atlet, mengingat kritik tentang jadwal yang terlalu padat dan risiko cedera. Para pemain top seperti Viktor Axelsen, Lee Zii Jia, dan Anthony Sinisuka Ginting menghadapi beban kerja yang berat dengan komitmen mengikuti semua ajang Super 1000 dan Super 750, serta World Tour Finals apabila lolos.

Daftar Turnamen BWF World Tour 2027-2030

Berikut adalah daftar turnamen yang akan diselenggarakan dalam BWF World Tour 2027-2030:

  • World Tour Finals (1 Turnamen)
  • Prize Money: $3.000.000
  • Menunggu Konfirmasi

  • World Tour Super 1000 (5 Turnamen)

  • Prize Money: $2.000.000
  • Chengdu, China
  • Jakarta, Indonesia
  • Odense, Denmark
  • Kuala Lumpur, Malaysia
  • Birmingham, Inggris

  • World Tour Super 750 (5 Turnamen)

  • Prize Money: $1.100.000
  • Shenzhen, China
  • New Delhi, India
  • Paris, Prancis
  • Tokyo, Jepang
  • Hong Kong, Hong Kong

  • World Tour Super 500 (9 Turnamen)

  • Prize Money: $560.000
  • Sydney, Australia
  • Seoul, Korea Selatan
  • Muelheim an de Ruhr, Jerman
  • Kuala Lumpur, Malaysia
  • Vantaa, Finlandia
  • Singapura, Singapura
  • Jakarta, Indonesia
  • Bangkok, Thailand
  • Kumamoto, Jepang

  • World Tour Super 300 (8 Turnamen)

  • Prize Money: $290.000
  • Kanada
  • Makau, Makau
  • Taipei, Taiwan
  • Basel, Swiss
  • Orleans, Prancis
  • Bangkok, Thailand
  • Saarbruecken, Jerman
  • Amerika Serikat

  • World Tour Super 100 (8 Turnamen)

  • Prize Money: $140.000
  • China
  • Malaysia
  • Kaohsiung, Taiwan
  • S-Hertongenbosch, Belanda
  • Lucknow, India
  • Manila, Filipina
  • Indonesia
  • Ho Chi Minh, Vietnam




Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *