Budaya  

Batagor Jadi Gorengan Terenak Se-Asia Tenggara Versi Taste Atlas 2026, Kuliner Indonesia Mendominasi

Peringkat Pertama di Asia Tenggara

Batagor, sebuah gorengan khas Indonesia, dinobatkan sebagai yang terenak se-Asia Tenggara oleh Taste Atlas pada awal tahun 2026. Penobatan ini menjadi kebanggaan bagi warga Bandung, khususnya karena Batagor lahir dari kreativitas masyarakat setempat.

Taste Atlas, yang merupakan ensiklopedia kuliner dunia berbasis di Kroasia, memberikan penghargaan ini berdasarkan penilaian dan survei yang dilakukan terhadap makanan global. Dalam daftar tersebut, Batagor berhasil mengalahkan kompetitor seperti karipap Malaysia dan lumpiang Shanghai Filipina.

Selain Batagor, beberapa gorengan Nusantara lainnya juga mendominasi daftar 20 besar dunia. Misalnya, Pempek, Pisang Goreng, Cireng, dan Singkong Goreng berhasil masuk posisi tujuh besar.

Sejarah Kreativitas H Isan

Asal-usul Batagor bermula dari ketidaksengajaan seorang pedagang bakso tahu keliling bernama H Isan di Bandung sekitar tahun 1968. Saat itu, H Isan menghadapi kesulitan dalam menjual dagangannya. Untuk menghindari pemborosan, ia mencoba menggoreng sisa bakso tahu kukusnya dan membagikannya kepada tetangga. Hasilnya justru sangat disukai karena tekstur renyah di luar dan kenyal di dalam.

Dari reaksi positif tersebut, H Isan mulai menjual versi baso tahu goreng secara khusus. Nama Batagor sendiri berasal dari singkatan “Bakso Tahu Goreng”. Ia kemudian membuka restoran di rumah kontraknya di Gang Situ Saeur, Bandung, pada perkiraan tahun 1970-1980-an.

Karakteristik Batagor

Dalam penilaian Taste Atlas, Batagor dinilai autentik dengan komponen utama yang membuatnya unggul. Pembuatan Batagor melibatkan adonan campuran daging ikan tenggiri, tepung tapioka, dan bumbu yang dimasukkan ke dalam tahu atau kulit pangsit. Teknik penggorengan deep fried membuatnya berwarna cokelat keemasan (golden brown).

Saus kacang menjadi “nyawa” dari Batagor, dengan rasa kental, gurih, sedikit manis, dan pedas. Seringkali ditambahkan perasan jeruk purut agar lebih segar.

Inovasi Batagor

Seiring waktu, Batagor tidak lagi sekadar jajanan pinggir jalan, tetapi telah berevolusi menjadi berbagai variasi modern. Contohnya adalah batagor kuah, batagor frozen, batagor isian premium, hingga batagor Vegan.

Menurut ulasan Taste Atlas 2026, Batagor meraih peringkat pertama karena keseimbangan tekstur yang sempurna. Perpaduan antara renyahnya pangsit goreng dengan kelembutan tahu berisi ikan tenggiri menciptakan pengalaman sensorik yang unik. Kompleksitas rasa dari saus kacang Indonesia dianggap lebih kaya dibandingkan saus gorengan dari negara lainnya.

Batagor di Bandung

Di Bandung, selain Batagor H Isan yang eksis sebagai pelopor, terdapat sejumlah restoran khusus Batagor yang terkenal. Di antaranya adalah Batagor Kingsley dan Batagor Riri, yang menjadi destinasi legendaris yang selalu diburu pecinta kuliner wisatawan domestik hingga mancanegara.

Batagor juga bisa ditemui di pinggir-pinggir jalan Kota Bandung seperti bakso dan cuangki. Selain itu, banyak warga Bandung yang menyukai Batagor sebagai hidangan kaki lima yang lezat dan mudah ditemukan.

Gorengan Indonesia Mendominasi

Tidak hanya Batagor, gorengan khas Indonesia lainnya juga mendominasi dalam daftar ulasan Taste Atlas 2026. Daftar tersebut mencakup ayam goreng, pempek Palembang, pisang goreng, cireng, dan singkong goreng yang berada di posisi tujuh besar.

Selain itu, tempe khas Indonesia turut mendapat perhatian khusus. Tempe mendoan berada di peringkat delapan dan tempe goreng di posisi ke-14. Kuliner lain seperti bebek goreng, ayam penyet, risoles, dan bakso goreng juga masuk dalam 20 besar versi Taste Atlas.

Pemeringkatan ini didasarkan pada 2.829 penilaian pengguna hingga 16 Januari 2026, dengan 1.909 penilaian terverifikasi. Sistem yang digunakan menyaring bot dan hanya menghitung suara dari pengguna asli, sehingga hasilnya merepresentasikan preferensi autentik penikmat kuliner Asia Tenggara.




Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *