Perjalanan Dr. Imelda Tjoe dari Jerawat ke Kebangkitan Kecantikan
Di balik senyum ramah dan penampilan anggun yang selalu ia tampilkan, dr. Imelda Tjoe menyimpan kisah perjuangan panjang menghadapi jerawat membandel sejak masa kuliah. Masalah kulit tersebut dulu membuatnya minder, namun justru menjadi awal perjalanan hidup yang membawanya menjadi salah satu dokter estetika dan anti-aging paling berprestasi di Medan.
“Saya pernah jadi acne fighter. Tapi dari pengalaman itu saya belajar, semua masalah kulit bisa diatasi dengan ilmu dan ketekunan,” kenangnya.
Lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia, dr. Imelda melanjutkan studi Magister Biomedik di Universitas Prima Indonesia dengan fokus pada anti-aging medicine. Ia juga menempuh pendidikan internasional di American Academy of Aesthetic Medicine (AAAM) hingga meraih Diploma resmi dari lembaga bergengsi Amerika Serikat tersebut.
Kini, ia dikenal luas sebagai dokter yang mengedepankan keseimbangan antara kecantikan dan kesehatan. Melalui Klinik Slimm, ia memperkenalkan konsep perawatan holistik yang tidak hanya mempercantik tampilan luar, tetapi juga memulihkan rasa percaya diri pasien dari dalam.
“Kecantikan bukan soal wajah tanpa cela, tapi tentang bagaimana seseorang kembali menemukan dirinya,” ujarnya.
Bagi dr. Imelda, keindahan sejati tidak bisa dilepaskan dari kesehatan dan kebahagiaan. Ia meyakini bahwa perawatan estetika adalah bagian dari gaya hidup sehat bukan sekadar tren kosmetik. Karena itu, setiap prosedur di kliniknya selalu dimulai dengan sesi konsultasi personal untuk memahami kondisi kulit dan harapan pasien.
“Saya ingin setiap pasien pulang dengan senyum baru, bukan karena mereka berubah, tapi karena mereka merasa lebih percaya diri,” katanya.
Minat Masyarakat terhadap Klinik Kecantikan
Meningkatnya minat masyarakat Medan terhadap klinik kecantikan menurutnya adalah tanda positif.
“Orang-orang sekarang makin sadar pentingnya merawat diri. Banyak yang datang bukan hanya ingin lebih cantik, tapi ingin hidup lebih sehat,” ujarnya.
Dedikasi dan ketelatenannya membuahkan hasil. dr. Imelda dua kali berturut-turut menerima penghargaan nasional di kategori Best Injection Technique sebuah pengakuan atas teknik injeksi presisi dan alami yang menjadi ciri khasnya.
Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Ia menempuh banyak pelatihan, menghadiri konferensi internasional di Amerika dan Eropa, serta terus memperbarui pengetahuan tentang filler, botox, dan thread lift agar selalu selaras dengan perkembangan terkini dunia estetika medis.
“Setiap penghargaan bukan akhir, tapi tanggung jawab baru. Saya ingin membuktikan bahwa dokter Medan bisa bersaing di level nasional bahkan internasional,” tuturnya.
Dukungan Suami Jadi Penguat
Di balik kesibukannya, dr. Imelda selalu menyisihkan waktu untuk keluarga. Ia mengaku, dukungan suami menjadi kekuatan besar yang membuatnya mampu berkembang tanpa kehilangan keseimbangan hidup.
“Suami saya selalu bilang: teruslah membantu orang agar percaya diri. Itu doa dan motivasi saya setiap hari,” katanya tersenyum.
Ia juga aktif berbagi pengalaman kepada mahasiswa kedokteran muda yang tertarik dengan dunia estetika, memberi pesan bahwa sukses tidak hanya diukur dari kemewahan, tapi dari seberapa besar manfaat yang kita berikan.
Visi Ke depan
Ke depan, dr. Imelda berencana memperluas jangkauan dengan membuka cabang baru di luar Medan sekaligus membentuk pusat pelatihan dokter estetika muda.
“Saya ingin lebih banyak dokter memahami bahwa estetika bukan hanya soal cantik, tapi tentang kesehatan, etika, dan rasa empati,” tegasnya.
Dua Dekade Berani Berinovasi
Perjalanan karier dr. Imelda Tjoe di dunia estetika juga berjalan seiring dengan tumbuhnya Kliniix Slimm yang kini dikenal luas sebagai salah satu klinik slimming terkemuka di Indonesia.
Dua dekade kiprah klinik ini menjadi bukti bahwa konsistensi, pembaruan ilmu, dan keberanian berinovasi adalah fondasi utama dalam membangun layanan kesehatan estetika yang berkelanjutan.
Perayaan 20 tahun Kliniix Slimm digelar dalam sebuah gala dinner di Medan sebagai bentuk refleksi perjalanan panjang yang dimulai dari ruang praktik sederhana hingga berkembang menjadi pusat perawatan estetika dan pelangsingan berteknologi modern.
Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh dan mitra, termasuk Rahmat Shah, yang menyampaikan apresiasi atas ketekunan dan kemampuan klinik dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi medis demi peningkatan kualitas pelayanan pasien.
Dalam kesempatan itu, manajemen menyampaikan bahwa pencapaian dua dekade bukan sekadar penanda usia, melainkan hasil dari kerja tim, disiplin standar medis, serta kepercayaan pasien yang terus dijaga.
Dr. Imelda juga mengenang fase awal praktiknya dengan segala keterbatasan fasilitas, hingga titik berat pada tahun 2020 saat ia harus membangun kembali layanan dari nol.
Dari fase tersebut, justru lahir sistem pelayanan yang lebih kuat, perangkat yang lebih mutakhir, serta standar prosedur yang semakin ketat.
Komitmen terhadap teknologi Eropa dan Amerika, pelatihan berkelanjutan di berbagai forum internasional, serta pendekatan medis yang personal menjadi ciri pengembangan klinik hingga saat ini.












