Perkembangan Kawasan Kota Lama Cilacap
Kawasan Nol Kilometer atau yang dikenal dengan sebutan Kota Lama kini menjadi fokus utama pemerintah Kabupaten Cilacap dalam upaya revitalisasi. Dengan keberadaannya yang tidak hanya sebagai estetika perkotaan, tetapi juga sebagai ikon pariwisata, kawasan ini terus ditata agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Proyek revitalisasi kawasan ini telah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan akan terus dilanjutkan pada 2026. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini sebesar Rp 4 miliar dari APBD Kabupaten Cilacap. Penataan tahap lanjutan difokuskan pada pengembangan jalur pedestrian yang akan diperpanjang hingga terhubung dengan Stasiun Cilacap. Hal ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antara kawasan heritage dengan area lainnya.
Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman menjelaskan bahwa penataan lanjutan jalur pedestrian diarahkan ke sekitar Stasiun Cilacap. Selain itu, penataan lapangan dan revitalisasi Gedung Graha Pemuda menjadi Gedung Kesenian Cilacap juga menjadi bagian dari rencana tersebut. Revitalisasi Gedung Graha Pemuda ini diproyeksikan menjadi ruang ekspresi seni dan budaya yang dapat menghidupkan kawasan Kota Lama.
Pengembangan kawasan Kota Lama di sepanjang Jalan Ahmad Yani dirancang sebagai proyek jangka menengah yang dikerjakan secara bertahap sejak 2025 hingga 2029. Syamsul menyampaikan bahwa pengembangan ini dilakukan secara bertahap agar tertata dengan baik dan berkelanjutan.
Seluruh pembiayaan revitalisasi kawasan heritage berasal dari APBD Kabupaten Cilacap melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun, keterbatasan fiskal membuat Pemkab Cilacap belum bisa mengalokasikan anggaran secara maksimal pada tahap lanjutan 2026 ini. Meskipun ingin memaksimalkan anggaran, pihaknya hanya menganggarkan sekitar Rp 4 miliar.
Sejak diresmikan pada 31 Desember 2025, kawasan Titik Nol Kilometer Cilacap berkembang menjadi ruang publik favorit masyarakat. Kawasan tersebut kini ramai dimanfaatkan warga untuk bersantai, berolahraga, hingga menikmati berbagai pertunjukan seni terbuka.
Syamsul menyadari bahwa makin ramainya Titik Nol Kilometer Cilacap akan dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti menjaga jalur pedestrian tetap berfungsi sebagaimana mestinya bagi pejalan kaki dan aktivitas wisata. Ia menegaskan bahwa aktivitas berjualan di atas trotoar tidak dibenarkan karena berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan wisatawan.
Untuk pedagang asongan maupun yang menggunakan gerobak, pemerintah telah menyiapkan tempat sementara. Para pedagang dan pelaku UMKM ditempatkan di lapangan yang berada di sekitar Tugu Titik Nol. Namun, masih ditemukan pedagang yang nekat membuka lapak di jalur pedestrian meski larangan telah dipasang.
Menurut Syamsul, persoalan tersebut telah dibahas bersama jajaran terkait untuk mencari solusi terbaik bagi penataan kawasan. “Ini sudah kita rapatkan bersama, penertiban ini bukan untuk mematikan usaha, tapi untuk menata kawasan agar lebih tertib,” ujarnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Satpol PP dan Dinas Perhubungan akan melakukan patroli rutin di kawasan Kota Lama. “Nanti Satpol PP atau Dishub akan berkeliling secara rutin, terutama di hari-hari ramai, mungkin setiap dua jam sekali untuk mengingatkan,” katanya.
Selain lapangan, Pemkab Cilacap juga membuka opsi pemanfaatan halaman rumah warga, perkantoran, hingga aset BUMN di sekitar kawasan sebagai lokasi sementara UMKM. Syamsul memastikan pemerintah daerah akan melakukan penataan lanjutan secara menyeluruh, termasuk menyiapkan lokasi khusus pedagang yang tetap dekat dengan Titik Nol.
Lapangan akan ditaati dan pedagang akan diberikan tempat yang tidak jauh dari situ. Penataan kawasan juga mencakup pengelolaan parkir kendaraan di area Kota Lama. “Untuk parkir juga sama, tidak boleh ada yang parkir di bahu jalan. Namun pada momen tertentu seperti malam akhir pekan, akses kendaraan bisa dibatasi demi mendukung aktivitas wisata. Mungkin di waktu tertentu kita tutup, tapi di hari biasa kendaraan tetap boleh melintas,” ucap Syamsul.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”












