Guru Baik di Melonguane Talaud Dianiaya Aparat

Tindakan Arogan Oknum Aparat di Kepulauan Talaud

Di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, terjadi peristiwa yang mengejutkan masyarakat setempat. Sejumlah oknum anggota aparat diduga melakukan penganiayaan terhadap enam warga sipil di Melonguane pada Jumat (23/1/2026) dini hari. Peristiwa ini menimbulkan kegundahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Korban Mengalami Luka Parah

Salah satu korban adalah seorang guru yang mengalami luka lebam di bagian wajah serta luka parah di bagian punggung. Saat ini, korban masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kondisi korban yang sangat memprihatinkan.

Peristiwa ini bermula saat para oknum aparat tersebut diduga membuat keributan dalam kondisi mabuk. Adu mulut sempat terjadi di lokasi kejadian sebelum akhirnya berujung pada pengeroyokan warga. Warga setempat menyatakan bahwa aksi onar yang dilakukan oknum-oknum ini sudah sering kali terjadi dan kerap meresahkan masyarakat.

Seorang sumber yang meminta identitasnya disamarkan mengatakan bahwa perilaku para oknum tersebut sudah melampaui batas kesabaran warga. “Ini sebelas kali masih bisa dimaklumi membuat kekacauan. Yang ke 12 kali sudah tidak bisa dimaklumi kali ini,” ujar sumber tersebut.

Guru yang Dianiaya Dikenal Baik dan Ramah

Guru yang menjadi korban dikenal sebagai pribadi yang lurus dan tidak pernah bersentuhan dengan miras. “Tidak merokok dan tidak minum,” ujar saksi tersebut mengonfirmasi kepribadian sang guru. Pada saat kejadian, korban sedang berada di pelabuhan untuk menyalurkan hobi memancing.

Melihat adanya keributan yang dipicu oleh oknum aparat, sang guru itu pun lantas mencoba mendekat untuk menegur. Namun, ia justru mendapat kekerasan fisik secara membabi buta. “Karena mungkin situasi lebih memanas akhirnya dia jadi korban dipukul,” lanjutnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 Wita saat seorang guru yang menjadi salah satu korban sedang memancing di pelabuhan. Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dalam keadaan diduga mabuk. Saat didekati, korban menyadari bahwa mereka merupakan oknum anggota Lanal Melonguane.

Rasa resah membuat korban menegur para oknum tersebut sambil merekam menggunakan ponsel. “Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh,” ungkap Korban.

Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke RS Mala untuk mendapatkan perawatan. Kejadian tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban oknum TNI AL tersebut. Namun, kedatangan mereka justru memicu cekcok yang berkembang menjadi pemukulan kembali.

Enam anggota keluarga korban dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh sekitar 20 oknum anggota TNI AL. Hingga berita ini diturunkan, masih berupaya mengonfirmasi insiden tersebut pada pihak berwajib.

Penjelasan Danlanal Melonguane

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Melongguane, Letkol Laut (P) Yogie Kuswara, memberikan keterangan resmi terkait dugaan tindak penganiayaan yang melibatkan sejumlah oknum anggota terhadap warga sipil. Letkol Laut (P) Yogie Kuswara menjelaskan bahwa pihak Lanal Melongguane telah melakukan mediasi dengan keluarga para korban dan permasalahan tersebut telah diselesaikan dengan baik.

“Sudah ada mediasi antara pihak Lanal dan keluarga korban, dan semuanya telah terselesaikan dengan baik,” ujar Yogie Kuswara. Ia menegaskan, pihak Lanal Melongguane siap bertanggung jawab atas kondisi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, Danlanal memastikan bahwa oknum prajurit yang diduga terlibat dalam tindakan penganiayaan telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di lingkungan TNI. “Para pelaku yang diduga melakukan penganiayaan sudah diproses di pengadilan militer, sesuai dengan ketentuan yang ada,” jelasnya.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *