Jaga Marwah Organisasi, PKC PMII Jambi Siap Lindungi 6 Kadernya

Konflik HMI dan PMII di Jambi

Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jambi, Jumawan, mengambil sikap tegas dalam menyikapi penetapan enam orang kadernya sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang melibatkan oknum HMI Cabang Jambi. Pihaknya menyatakan akan melakukan pembelaan maksimal guna memastikan hak-hak anggotanya tetap terlindungi.

Jumawan menegaskan organisasi tidak akan tinggal diam dan berkomitmen penuh untuk mengawal proses hukum ini hingga tuntas. Prioritas utama PKC PMII Jambi saat ini adalah memastikan keenam kader tersebut dalam kondisi aman dan tetap mendapatkan hak mereka untuk melanjutkan pendidikan.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai 6 orang kader PMII aman dan bisa melanjutkan perkuliahan seperti biasa, serta akan terus berjuang bersama bela kader dan siap menempuh pada jalur apapun,” ujar Jumawan kepada dengan nada optimis, Jumat (10/4/2026).

Solidaritas Demi Marwah Organisasi

Bagi Jumawan, langkah pembelaan ini bukan sekadar bantuan hukum biasa, melainkan bentuk nyata dalam menjaga keutuhan dan solidaritas internal PMII di Provinsi Jambi. Dia menekankan dalam situasi sulit seperti ini, persatuan anggota menjadi kunci utama.

“Berkomitmen demi keutuhan organisasi menjaga solidaritas organisasi PMII Prov Jambi karena bagi saya ini semua kami lakukan semata-semata demi menjaga marwah organisasi PMII,” pungkasnya.

PKC PMII Jambi menyatakan siap menempuh jalur-jalur yang diperlukan sesuai koridor hukum yang berlaku. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab organisasi terhadap anggotanya. Sekaligus memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan tetap memperhatikan masa depan akademik para kader yang terlibat dalam insiden tersebut.

HMI Cabang Jambi Tolak Damai

Sebelumnya, eskalasi konflik antara oknum kader HMI Cabang Jambi dan PMII Jambi memasuki babak baru pasca penetapan enam orang tersangka oleh penyidik Polda Jambi. Menanggapi perkembangan tersebut, Predi Arda Saputra selaku Formature ketua HMI Cabang Jambi melontarkan pernyataan keras. Dia mengatakan, menutup rapat pintu rekonsiliasi di luar jalur hukum demi menjaga marwah organisasi.

Insiden pengeroyokan ini dinilai bukan sekadar bentrokan biasa, melainkan bentuk nyata kemunduran moral di lingkungan akademik. Tindakan brutal yang terjadi di area kampus tersebut dipandang telah mencederai integritas intelektual mahasiswa Jambi. Predi menegaskan bahwa garis sikap organisasi sudah bulat. Dia mendesak pihak kepolisian untuk tidak hanya berhenti pada para pelaku lapangan. Tetapi juga mengusut tuntas hingga ke akar intelektual di balik peristiwa tersebut.

“Tidak ada kompromi. Tidak ada negosiasi. Hukum harus ditegakkan sampai tuntas!” tegas Predi dengan nada bicara yang tidak bisa ditawar, Jumat (10/4/2026). Menurutnya, setiap upaya penyelesaian damai atau “kekeluargaan” dalam kasus ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap keadilan. Ia menyerukan kepada seluruh Alumni dan Kader HMI Cabang Jambi untuk bersatu mengawal proses hukum dan memastikan tidak ada “permainan” di belakang layar yang dapat mengaburkan fakta.

Soroti Tanggung Jawab Moral Rektorat

Pihak kampus dan Rektor juga tak luput dari kritik tajam. Kejadian yang berlangsung di lingkungan universitas ini dianggap sebagai bukti kegagalan pembinaan dan pengawasan institusi terhadap mahasiswanya. Kampus seharusnya menjadi ruang intelektual, bukan arena kekerasan fisik yang membabi buta. Rektorat didesak untuk bertanggung jawab secara moral dan kelembagaan. Jika kampus gagal menjaga keamanan dan nilai-nilai akademiknya, maka kepercayaan publik akan runtuh.

Bagi HMI, kasus ini adalah ujian keberanian untuk tetap berdiri di pihak kebenaran dan keadilan tanpa pengecualian. Siapa pun yang mencederai nilai intelektualitas dan keislaman harus berhadapan dengan konsekuensi hukum yang berlaku, sebagai pengingat bahwa kekerasan tidak memiliki tempat di dunia pendidikan Jambi.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *