Pemalakan Tukang Bakso Tanah Abang, Pramono Sebut Jakarta Kota Kedua Paling Aman di Asia Tenggara

Jakarta, Kota Teraman di Asia Tenggara yang Masih Menghadapi Masalah Sosial

Jakarta, ibu kota Indonesia, baru-baru ini dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara. Namun, meskipun memiliki reputasi tersebut, aksi premanisme dan pemalakan masih sering terjadi di berbagai wilayah Ibu Kota. Salah satu peristiwa yang menarik perhatian masyarakat adalah kasus pemalakan terhadap seorang pedagang bakso di Tanah Abang.

Video Viral Mengenai Aksi Pemalakan

Baru-baru ini, sebuah video viral di media sosial menunjukkan aksi pemalakan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap seorang pedagang bakso di daerah Tanah Abang. Dalam video tersebut, para pelaku mengancam dan merusak mangkuk milik pedagang. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan tuntutan agar pihak berwajib segera mengambil tindakan.

Penjelasan Gubernur DKI Jakarta

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa penilaian Jakarta sebagai kota teraman di dunia berasal dari lembaga internasional. “Jadi Jakarta ini yang menempatkan kota nomor dua itu bukan Gubernur. Tetapi hasil survei dunia. Maka dengan demikian memang selama ini Jakarta selalu biasanya rangkainya antara 5, 6, 7. Sekarang nomor dua,” ujarnya.

Pramono juga menyampaikan bahwa setelah kejadian pemalakan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengambil tindakan. “Pedagang bakso yang dipalak. Dan saya pada saat itu juga langsung menelpon ke kepala dinas satpol pp untuk mengambil tindakan. Dan apa yang memalak yang memecahkan mangkok langsung ditangkap,” kata Pramono.

Respons Cepat dari Petugas

Menurut Pramono, tindakan cepat yang dilakukan oleh petugas menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah sosial. “Dan ditahan (pelakunya). Itu menunjukkan bahwa kita bereaksi cepat terhadap hal itu,” tambahnya.

Kondisi Sosial Jakarta yang Kompleks

Pramono juga menyoroti bahwa Jakarta dengan penduduk sekitar 11 juta jiwa serta mobilitas warga yang tinggi memiliki tantangan sosial yang kompleks. “Kota dengan penduduk 11 juta lebih, Kalau dengan aglomerasinya hampir 42 juta. Menurut PBB, tentunya gak mungkin semuanya adem-ayem gak ada apa-apa. Jadi itulah yang ditindak dengan tegas,” tuturnya.

Penangkapan Pelaku Pemalakan

Setelah video viral tersebut, polisi langsung bertindak. Preman kampung yang melakukan pemalakan kepada pedagang bakso di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhirnya ditangkap. Dalam video tersebut, para pelaku menghancurkan mangkok-mangkok bakso karena pedagang tidak mampu membayar uang keamanan bulanan sebesar Rp 100 ribu.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Taman Kebon Sirih, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi berhasil menangkap tiga pelaku, yaitu TDT (26), DA (36), dan OP (36).

Ancaman dan Senjata Tajam

Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi saat para pelaku mendatangi korban yang sedang berjualan bubur. Saat itu, pelaku meminta Rp 300 ribu sambil mengancam akan menusuk. Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan senjata tajam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata ketiga pelaku positif narkoba. “Hasil cek urine hasil ketiganya positif metamphetamine,” kata Dhimas.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *