3 Kebijakan Baru Bahlil untuk Jamin Keamanan LPG



JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengambil beberapa langkah penting untuk memastikan ketersediaan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu. Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (4/8/2026), pihak Kementerian ESDM menjelaskan tiga kebijakan baru yang akan diterapkan untuk mengurangi risiko ketidakstabilan pasokan LPG.

Langkah Pertama: Pengaturan Konsumsi LPG yang Wajar

Pertama, pemerintah mendorong penggunaan LPG secara wajar dan bijak. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, surat edaran terkait pengaturan konsumsi LPG sudah dikeluarkan oleh Ditjen Migas. Namun, detail skema pengaturan tersebut belum sepenuhnya dijelaskan. Tujuan dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa penggunaan LPG tidak berlebihan dan tetap sesuai kebutuhan masyarakat.

Langkah Kedua: Optimalisasi Kilang dalam Negeri

Kedua, pemerintah melakukan optimalisasi produksi kilang-kilang dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas produksi LPG. Salah satu contohnya adalah pengalihan sebagian produksi propylene di RDMP Balikpapan menjadi produksi LPG.

“RDMP Balikpapan yang biasanya memproduksi propylene, di mana harga produknya lebih tinggi, saat ini dikurangi produksinya. Bahan baku nafta dialihkan untuk memperkaya produksi LPG,” jelas Rizwi dalam RDP dengan Komisi XII DPR RI. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pasokan LPG dalam negeri, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan LPG 3 kg.

Langkah Ketiga: Prioritas Penawaran ke Pertamina Patra Niaga

Ketiga, pemerintah menginstruksikan kilang LPG swasta untuk memprioritaskan penawaran penjualan kepada PT Pertamina Patra Niaga. Sebelumnya, produksi LPG swasta cenderung dijual ke industri, tetapi kini diberikan prioritas pertama untuk disalurkan ke Pertamina.

“Kami memberi usulan kepada kilang LPG swasta agar memberikan penawaran pertama kepada Pertamina Patra Niaga,” ujar Rizwi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat akan LPG 3 kg dapat terpenuhi secara merata dan efisien.

Upaya Mencari Pasokan dari Luar Wilayah Timur Tengah

Selain itu, pemerintah juga sedang mencari alternatif pasokan LPG dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah, seperti Asia dan Asean. “Kami sedang mengupayakan sumber-sumber LPG lain di Asia dan Asean,” tambah Rizwi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi pasokan guna mengurangi ketergantungan pada pasar internasional yang tidak stabil.

Kondisi Stok Energi Nasional yang Aman

Dalam kesempatan terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa stok energi nasional dalam kondisi aman. Ia menuturkan, ketahanan pasokan energi domestik mampu meredam tekanan dari gejolak global yang sempat memicu kekhawatiran terhadap distribusi dan ketersediaan energi.

Bahlil menekankan bahwa fase kritis akibat dinamika global terhadap pasokan BBM telah berhasil dilewati. “Masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewat. Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua. Termasuk LPG kita di atas 10 hari,” katanya.

Peringatan untuk Penggunaan Energi yang Bijak

Meski kondisi pasokan saat ini relatif stabil, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak. “Kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG,” ujar Bahlil.

Langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian ESDM diharapkan mampu menjaga kelancaran pasokan LPG di tengah tantangan global, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *