Delegasi Iran dan Amerika Serikat Tiba di Islamabad untuk Pembicaraan Gencatan Senjata
Delegasi tingkat tinggi dari Iran dan Amerika Serikat telah tiba di Islamabad, Pakistan, untuk memulai pembicaraan lanjutan mengenai gencatan senjata. Pembicaraan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang ditandatangani pada Rabu (8/4/2026) lalu. Kedua belah pihak dijadwalkan akan bertemu di ibu kota Pakistan pada hari Sabtu (11/4/2026) ini.
Pembicaraan ini digelar setelah dimediasi oleh Pakistan, yang menjadi negara penengah dalam perundingan tersebut. Delegasi Iran telah tiba di Islamabad pada Jumat (10/4/2026), sementara delegasi AS juga sudah tiba di lokasi acara.
Struktur Delegasi Iran
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, serta dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohammad Baqer Zolghadr, Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati. Selain itu, terdapat anggota parlemen dan komite politik, keamanan, militer, ekonomi, dan hukum.
Total ada 70 orang dalam delegasi Iran. Rinciannya adalah 26 anggota dari komite teknis dan khusus di bidang ekonomi, keamanan, dan politik, di samping para negosiator utama, dan 23 perwakilan media dari berbagai lembaga. Sisanya terdiri dari tim protokol, koordinasi, dan keamanan.
Persyaratan Iran untuk Mulai Negosiasi
Iran menegaskan bahwa negosiasi hanya akan dimulai jika Amerika Serikat memenuhi dua syarat utama. Syarat pertama adalah penetapan gencatan senjata di Lebanon, sedangkan syarat kedua adalah pembebasan aset Iran yang dibekukan.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa dua langkah yang disepakati belum dilaksanakan. Ia menekankan bahwa kedua hal tersebut harus dicapai sebelum pembicaraan dimulai. Qalibaf juga menyoroti pengalaman buruk Iran dalam negosiasi dengan AS, karena di dua kesepakatan sebelumnya, AS dan Israel justru melakukan serangan ke negara tersebut.
Ia memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi upaya apa pun untuk menggunakan negosiasi sebagai kedok penipuan atau untuk mengajukan tawaran yang “tidak berguna”. Iran menegaskan bahwa mereka siap mencapai kesepakatan jika Washington serius dan bersedia memberikan hak-hak rakyat Iran.
Peran Presiden Donald Trump dalam Pembicaraan
Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah kalah secara militer dan menegaskan bahwa syarat utama perjanjian adalah pelarangan total pengayaan nuklir di wilayah Iran. Ia menyatakan bahwa sebuah tim termasuk Wakil Presidennya JD Vance dan penasihatnya Jared Kushner akan terlibat dalam negosiasi di Islamabad.
JD Vance meninggalkan Washington pada hari Jumat dengan pesawat Air Force Two dan memimpin delegasi AS, yang termasuk utusan khusus Presiden Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.
Persiapan oleh Pakistan
Kementerian Luar Negeri Pakistan mengumumkan kedatangan delegasi Iran untuk berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut, dan menyatakan harapan semua pihak akan mendekati upaya tersebut dengan semangat konstruktif. Diplomat utama Pakistan, Ishaq Dar, bersama dengan kepala angkatan darat Jenderal Asim Munir, Ketua Majelis Nasional Ayaz Sadiq, dan Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi menerima delegasi Iran.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa kedua belah pihak telah menerima undangan untuk berdialog di Islamabad, tetapi memperingatkan bahwa diskusi tersebut akan sangat sulit. Ia menjelaskan tantangan terbesar adalah transisi dari gencatan senjata sementara ke gencatan senjata permanen dengan membahas isu-isu di meja perundingan.












