Inflasi Jawa Tengah Tembus 3,54% di Maret 2026

Inflasi Jawa Tengah pada Maret 2026 Capai 3,54%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa inflasi Provinsi Jawa Tengah pada bulan Maret 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,54% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,06. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, menjelaskan bahwa peningkatan inflasi ini masih dipengaruhi oleh Low Base Effect. Hal ini terjadi karena kebijakan diskon tarif listrik yang diberlakukan pemerintah pada Januari dan Februari 2025. Akibatnya, tarif listrik pada Maret 2026 lebih tinggi dibandingkan Maret 2025.

Kelompok Pengeluaran yang Berkontribusi pada Inflasi

Berdasarkan kelompok pengeluarannya, seluruh kelompok mengalami inflasi secara tahunan. Dalam hal andil inflasi, terdapat tiga kelompok utama yang memberikan kontribusi terbesar:

  • Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar: Andil inflasi sebesar 1,18%. Penyebab utamanya adalah adanya diskon tarif listrik sebesar 50% pada Januari-Februari 2025.
  • Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Andil inflasi sebesar 0,89%. Kenaikan harga emas perhiasan menjadi faktor utamanya.
  • Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau: Andil inflasi sebesar 0,82%.

Komoditas Utama yang Mempengaruhi Inflasi

Selain kelompok pengeluaran, beberapa komoditas utama juga berkontribusi pada inflasi Jawa Tengah secara tahunan. Lima komoditas tersebut antara lain:

  • Tarif listrik: Andil inflasi sebesar 1,10%.
  • Emas perhiasan: Andil inflasi sebesar 0,83%.
  • Daging ayam ras: Andil inflasi sebesar 0,26%.
  • Beras: Andil inflasi sebesar 0,16%.
  • Mobil: Andil inflasi sebesar 0,10%.

Sementara itu, beberapa komoditas lainnya justru memberikan andil deflasi, seperti:

  • Bawang putih: Andil deflasi sebesar 0,11%.
  • Cabai merah: Andil deflasi sebesar 0,06%.
  • Bensin: Andil deflasi sebesar 0,05%.
  • Bawang merah: Andil deflasi sebesar 0,05%.
  • Cabai rawit: Andil deflasi sebesar 0,02%.

Perbedaan Inflasi Berdasarkan Wilayah

Berdasarkan cakupan wilayah IHK, inflasi tertinggi tercatat di Kota Tegal sebesar 3,99% dengan IHK sebesar 111,89. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Wonosobo sebesar 3,15% dengan IHK sebesar 113,19.

Ali Said menambahkan bahwa untuk inflasi bulanan, angka tertinggi terjadi di Kabupaten Wonosobo sebesar 0,92%, sedangkan terendah tercatat di Kota Semarang sebesar 0,37%.

Kesimpulan

Inflasi Jawa Tengah pada Maret 2026 mencerminkan dampak dari kebijakan diskon tarif listrik yang diberlakukan sebelumnya. Meskipun ada komoditas yang memberikan andil deflasi, peningkatan harga beberapa barang penting seperti emas dan listrik tetap menjadi faktor utama dalam meningkatkan angka inflasi. Perbedaan inflasi antar wilayah juga menunjukkan variasi dalam kondisi ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *