Kesuksesan Film Danur: The Last Chapter
Film Danur: The Last Chapter berhasil mencapai angka 2 juta penonton, yang menunjukkan bahwa kerja keras Prilly Latuconsina dalam memerankan karakter Risa tidak sia-sia. Sebagai salah satu aktris ternama di Indonesia, Prilly kembali membuktikan kemampuannya melalui film ini. Sebagai bagian dari Danur Universe, film ini menjadi penutup kisah Risa Saraswati setelah berjalan selama 10 tahun.
Tayang pada momen libur Idul Fitri 1447 H, film ini telah ditonton oleh lebih dari 2 juta orang. Aksi Prilly sebagai Risa sejak film pertama masih menjadi daya tarik utama bagi penonton. Produser Manoj Punjabi menyatakan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada ceritanya yang jujur dan dekat dengan penonton.
“Kekuatan cerita selalu menemukan jalannya ke penonton,” ujar Manoj Punjabi. Film Danur: The Last Chapter masih tayang di bioskop sejak dirilis pada 18 Maret 2026 bersama deretan film lebaran lainnya.
Perjalanan Karier Prilly Latuconsina
Prilly Latuconsina mengungkapkan perasaan harunya saat membicarakan proyek film terbarunya, Danur: The Last Chapter. Ia merasa sangat setia pada karakter Risa yang ia perankan sejak awal. Film ini akan tayang di bioskop pada 18 Maret 2026 atau saat momentum Lebaran.
“Buat aku hari ini rasanya mengharukan sekali, karena nggak terasa sudah 10 tahun perjalanannya. Dari aku 19 tahun sudah syuting film ini,” kata Prilly. Ia juga menyebut bahwa film ini menjadi bukti bahwa ia mampu membantah anggapan bahwa pemain sinetron tidak bisa main film.
Bagi Prilly, Danur memiliki tempat yang sangat spesial di hatinya. Film ini bukan hanya pekerjaan biasa, tetapi juga pondasi penting dalam karier beraktingnya di industri perfilman Tanah Air. “Danur buat aku bukannya cuma sekadar film saja, tapi awal dari perjalanan karier, awal perjalanan dari film horor juga,” ujarnya.
Dedikasi Selama 10 Tahun
Dedikasi Prilly Latuconsina selama 10 tahun tanpa mengambil tawaran film horor lain menjadi bentuk kesetiaannya pada Danur Universe. Publik mungkin tidak sadar bahwa selama satu dekade terakhir, Prilly tidak pernah mengambil tawaran film horor di luar judul Danur.
“Selama 10 tahun ini memang nggak main film horor lain ya selain Danur, karena aku merasa aku harus menyelesaikan perjalanannya Risa,” jelasnya. Ia juga mengatakan bahwa ia belum tahu apakah akan kembali bermain film horor setelah Danur: The Last Chapter selesai.
Cerita yang Menarik dan Mengharukan
Karena menjadi babak terakhir, Prilly merasa film Danur: The Last Chapter wajib disaksikan saat lebaran. Film ini memiliki cerita yang menarik dan lengkap. “Kalau aku sendiri (menilai) karena Danur itu elemennya lengkap ya. Bukannya cuma film horor yang ada hantu jahatnya saja, tapi benar-benar menceritakan kehidupan mereka yang ada di dimensi lain,” ujar Prilly.
Ia juga menyebut bahwa film ini mengandung unsur drama dan mengharukan. “Aku mungkin bisa bilang, probably ini adalah Danur yang terbaik,” tambahnya.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."












